Follow Us @soratemplates

Sunday, 17 February 2019

Tikus Lempar ke Neraka


Suasana masih ramai, saat saya memutuskan untuk beristirahat tepat di pinggir trotoar. Sejenak, saya terbuai dalam lamunan sesaaat, dan seketika itu juga saya dibangunkan oleh bunyi klakson dari sebuah mobil mewah. 

Entah mengapa, mobil mewah tersebut begitu akrab dengan mata saya. Ramah dan sopan. Si empunya mobil selalu menebarkan senyum khasnya, senyum ala big boss. Ah, meski akrab, karena dia adalah petinggi negara dengan dasi di dadanya, dan rumahnya tepat disamping rumah teman kuliah saya dulu.

Masih teringat dalam memori. Dulu, sewaktu saya kuliah semester akhir. Saya sering sekali mengunjungi rumah teman yang berada di kompleks ini, niatnya sih cuma untuk mengisi waktu luang, daripada bengong enggak karuan mending cari pengalaman, berkunjung ke rumah di kawasan elit di bilangan Jakarta. 

Beberapa hari kemudian saya mendapatkan kabar, kalau si pemilik dasi tersebut terseret kasus sampai ke meja hijau oleh KPK. Masya Allah, tak menyangka. Saya mencoba menyadarkan diri seakan tak percaya. Orang sebaik dia, ternyata tak ayal seperti tikus. Saya jadi benci!

Tikus adalah binatang yang paling saya benci. Perilaku tikus yang terhina adalah suka  mencuri. Mencuri makanan atau apapun yang bisa dicurinya, berlari dengan gesit dan kita pun nggak akan bisa menangkapnya, dapat menghilang dengan cepat.

Sama. Sama seperti koruptor. Orang serakah. Suka mencuri. Mencuri uang rakyat. Memperkaya diri dengan uang rakyat, dan dengan mudahnya kabur ke luar negeri untuk menghindari aparat keamanan. Gesit dan licin seperti tikus. 

Ah, kalau sudah seperti itu, enaknya dieksekusi, ya, di hukum seadil-adilnya karena sudah merugikan rakyat. Tembak mati kalau perlu. Bikin rakyat yang sudah susah tambah susah. Nggak tahu apa, kalau nggak enak jadi orang miskin, yang serba kekurangan. Merana!

Panas hati ini. Si tikus enaknya digiring ke tempat sampah. Tempat yang paling hina, atau langsung lemparkan saja ke neraka. 

Setuju?



2 comments:

  1. Bener mba, koruptor sama bgt spt tikus, paling geli saya mba kalo liat tikus hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama mbak, begitulah... kembar siam kali ya

      Delete