Follow Us @soratemplates

Tuesday, 30 July 2019

Nematoda Juga Diseminarkan Lho, Internasional Lagi

04:12:00 0 Comments
Hai dears....

Menjelang subuh, alangkah baiknya kita bercerita tentang yang berbau saintis...*wkwkw. Nah, salah satunya "Seminar Internasional". Seminar yang bertemakan "Identifikasi Nematoda" ini, digelar secara apik oleh Balai Uji Terap Teknik dan metode Karantina Pertanian.

Narasumbernya enggak nanggung-nanggung, dears! Keynote speaker kali ini berasal dari Ghent University Belgia. Prof Wim Bert, namanya. Beliau ahli nematoda yang sudah go international,  dan pastinya mumpuni. Peserta seminar ini berasal dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, pegawai lingkup Badan Karantina Pertanian, sampai instansi yang terkait dengan dunia per-nematoda-an.

Materi yang disampaikan Prof. Wim Bert, sangat mendasar dan cocok untuk kita para nematoders agar dapat mengenal lebih dekat spesies yang kita temukan. Peserta sangat antusias saat sesi diskusi dibuka, rupanya para peserta haus akan ilmu nematoda ini. Pertanyaan bertubi-tubi dilemparkan kepada Prof. Wim Bert dan beliau sigap menjawab segala pertanyaan. Mantap, ye.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan "cekret", berakhirlah acara seminar internasional "The General Importance of Nematodes and Their Identification"

Semoga suatu saat kelak bisa bertemu kembali dengan Proft. Wim Bert di Ghent University, Belgium. Aamiin.



Thursday, 18 July 2019

Makyus, Berkumpul dengan Para Begawan Fungi

16:44:00 0 Comments
Mikoina merupakan Perhimpunan Mikologi Indonesia. Perhimpunan ini memiliki beberapa cabang di seluruh Indonesia, salah satunya komunitas mikoina cabang Bogor. Yap, tepat pada hari Selasa, Tanggal 16 Juli 2019, Komunitas tersebut menyelenggarakan acara Seminar Serial Meeting Sesi 2  sekaligus tribute dan gathering dalam rangka penghormatan terhadap karya Prof. Dr. Mien A Rifai" di Common Class Room Institut Pertanian Bogor.

Seminar ini dihadiri oleh para mikologis yang sudah sangat mumpuni dibidang jejamuran. Kami mendapatkan paparan materi terkait truffle like fungi di hutan Dipterocarpaceae yang disampaikan oleh Ibu Dr. Nampiah.

Pemaparan yang sangat menggiurkan adalah terkait bisnis jejamuran masa kini yang disampaikan oleh Bapak Ir. Triono Untung Piryadi. Gimana enggak? passion dapat menghasilkan duit, mantapkan.

Tak kalah hebohnya adalah saat Bapak Dr. Ir. Widodo MS menyampaikan materi terkait peran cendawan dalam dunia pertanian. Amazing...ternyata cendawan atau jamur itu sahabat kita, lho, bahkan memberikan berbagai keuntungan bagi manusia. Terdapat, "Top Ten Fungi" yang sudah menjadi artis di kalangan manusia dan di kalangan mereka *wkwk, tepok jidat.

Sesi terakhir ditutup dengan cantik melalui pemaparan dari Bapak Prof. Dr. Mien A Rifai selaku salah satu Begawan Fungi di Indonesia. Kontribusi beliau sangat melekat dan mendarah daging di bumi nusantara. Penghargaan yang setinggi-tingginya untuk beliau, yang tak akan lekang ditelan waktu.

Pengalaman pertama saya bergabung dengan para begawan fungi Indonesia membuat saya semakin bersemangat mendalami ilmu ini secara komprehensif, semoga Allah memudahkan..Aamiin.

Bangga ih, berada diantara orang-orang berilmu walau ilmu saya masih sangat sedikit dibandingkan ilmu yang telah mereka miliki. Rasa kagum dan takjub kepada mereka, menuntut ilmu setinggi langit sampai ke negara tetangga, sedangkan saya minder banget, sudah berusia tapi masih belum bisa menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi. Ih, malu!

Sekian reportase dari seminar ini, semoga ada hikmah yang dapat dipetik dari kegiatan ini. Aamiin...




"Uji Kompetensi Karantina" Momen yang Mendebarkan

16:15:00 0 Comments
Dear!

Adakah yang sudah pernah merasakan uji kompetensi? Sebagai seorang aparatur sipil negara, jika akan menaiki jabatan yang lebih tinggi, maka kamu terlebih dahulu harus mengikuti uji kompetensi. Sejauh mana kompetensi kamu di jabatan yang baru nanti akan terlihat dari hasil uji kompetensi. Intinya, kalau kamu tidak berkompeten di jabatan yang baru nanti, maka jangan harap akan menduduki jabatan tersebut.

Berbagi pengalaman terkait uji kompetensi. Beberapa minggu yang lalu saya telah melaksanakan uji kompetensi untuk kenaikan jenjang jabatan yang lebih tinggi. Deg-deg ser, menghadapi uji kompetensi ini, maklumlah saya baru yang pertama kali mengikuti uji kompetensi. Nah, apa yang harus kamu persiapkan untuk menghadapi uji kompetensi kenaikan jenjang jabatan:

1. Persiapkan Fisik

Tubuh kamu harus sehat. Makan makanan bergizi dengan pola makan yang teratur. Jangan terlalu banyak makan-makanan yang mengandung karbohidrat  karena cepat membuat kamu ngantuk dan akhirnya kebanyakan tidur *wkwkw...

Don't forget makan multivitamin, ya. Tubuh kita harus fit dalam kondisi seperti ini karena dalam kondisi ini, meski tingkat stress lebih tinggi dibandingkan kondisi sebelumnya.

Tidur yang cukup dan jangan banyak begadang. Jika diperlukan begadang, jangan tiap malam. Dua malam sekali begadangnya. Jika memungkinkan, sebaiknya tidur diawal waktu sehingga bisa bangun dini hari untuk belajar materi uji kompetensi tanpa begadang.

2. Persiapkan Ilmu

Namanya ujian meski harus mempelajari materi yang diujikan. Materi uji kompetensi sudah ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian tentang Materi Uji Kompetensi Pejabat Fungsional Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan.

Pelajari secara komprehensip semua materi yang akan diujikan. Pahami makna kata perkata dari materi yang dipelajari sehingga kita dapat mengambil inti dari kalimatnya.

Perlu banyak waktu yang kamu perlukan untuk mempelajari materi yang akan diujikan sehingga siapkan waktu dan pikiran sehingga proses belajar dapat berjalan sesuai rencana.

Jangan pernah malu untuk bertanya kepada kolega terkait materi uji kompetensi sehingga akan memperkaya materi yang akan kamu pelajari. Kalau materinya sudah dipelajari, mau jungkir balik itu pertanyaan, meski kamu dapat jawab dengan mudah!, and than jangan lupa dan jangan malas untuk belajar, ya.

Begitu dears, tips dari saya. Ujian kompetensi yang saya ikuti diawali dengan pembukaan kegiatan secara resmi dan pembekalan terkait uji kompetensi. 

Uji kompetensi dibagi dalam tiga sesi yaitu ujian tertulis soal essay, ujian tertulis soal pemecahan masalah, dan interview. Masing-masing ada bobot penilaiannya, lho. Diantara tiga sesi tersebut, yang paling bikin stress adalah saat interview. Gimana enggak? Kami meski menjawab semua pertanyaan dari penguji secara lisan, mantap deg-degan-nya *wkwk. Alhamdulillah, saya dapat melewatinya dengan lancar, semua berkat pertolongan Allah.

Pada kegiatan tersebut, saya juga mengikuti seminar presentasi dari fungsional pengendali organisme pengganggu tumbuhan yang akan menaiki jenjang madya. Saya banyak belajar dari presentasi yang mereka paparkan. Sangat bermanfaat mengikuti presentasi tersebut, buat bekal jika akan menaiki jenjang yang lebih tinggi.

Semangat naik jabatan!! *Eh....

Sedang mengikuti seminar presentasi para senior






Thursday, 11 July 2019

Terlalu Biasa

03:51:00 0 Comments
Terlalu Biasa

By: Salbiah

Lucu
Bingung
Sedih
Entah apa lagi yang meski dipikirkan oleh seorang kayu tentang dirinya

Mungkin karena terlalu biasa
Enggak punya keistimewaan
Biasa saja
Sampai sepertinya terlupakan

Aih, rasanya seperti mau tertawa
Tapi...
Tertawa sambil menangis

Kumaha atuh?
Kok saat bertemu dengan orang disebelah saya 
Rasanya kok kayak ingat segala keistimewaannya
Tapi...
Saat bertemu dengan saya sepertinya biasa saja
Seperti tak ada yang istimewa dari saya
Terlalu tak istimewa
Tak punya satupun yang patut untuk diingat orang
Maklumlah saya hanya sebongkah kayu
Yang hanya dapat dilewati begitu saja
Tak ada kau... dunia masih tetap berjalan
Hahaha...
Kasihan deh kamu

Berpikir
Berpikir
Dan berpikir lagi
Apa yang harus saya lakukan?
Hati ini jadi galau
Mungkinkan saya ditakdirkan hanya sebagai sebongkah kayu?

Ah, berpikir positif
Ya, sebaiknya berpikir positif saja tentang semua hal yang terjadi saat ini

Semoga segala keberkahan dan kesuksesan selalu menyertaimu wahai sebongkah kayu!

Bekasi, 11 Juli 2019
03:47 WIB (Menunggu adzan subuh)

By: Pixabay.com