Follow Us @soratemplates

Tuesday, 7 January 2020

Ngidam Durian yang Kesampean

03:51:00 0 Comments
Assalamualaykum bloggers...

Hayo, saya mau tanya. Sekarang musim apa? Awas lho, jangan jawab musim hujan, karena itu sensitif *he

Yap, betul. Sekarang sedang musim buah durian, manggis, dan rambutan. Namanya lagi musim, meskinya buah tersebut beredar secara terang-terangan dimana-mana, ya, bloggers. Tanpa kecuali, saya pun ngiler alias ngidam pingin mencicipi salah satu dari buah tersebut.

Pastinya, durian. Saya kira hanya mimpi bisa menikmati durian dalam waktu dekat. Ternyata enggak. Berkat hari ulang tahun Ibu Mira Hartati, beliau menyuguhkan durian yang lumayan mantap. Durian upin ipin, kecil dan makyus.

Alhamdulillah, kesampean juga makan duriannya. Terimakasih Ibu Mira.

Bersama Ibu Ummu Salamah Rustiani, Ini 1/4 bagian dari durian yang dibeli *he



Wednesday, 1 January 2020

Drama di Awal Tahun 2020

10:33:00 0 Comments
Assalamualaykum gaes,

Tak terasa kita sudah berada diawal tahun 2020, tepatnya 1 Januari 2020. Alhamdulillah, segala kebaikan dan keberkahan di tahun 2019 telah kita dapatkan dengan perfect. Semoga di tahun 2020, semakin barokah dan makin melimpah nikmat yang Allah berikan untuk kita semua.

Mengawali tahun 2020. Saya akan menceritakan secuil drama yang cukup menghebohkan jantung dan hati saya pribadi *wkwk.

Hari Selasa, tanggal 31 Desember 2019. Saya seperti biasanya berangkat bekerja sebagai seorang abdi negara ke daerah Kabupaten Bekasi, lokasi kantor saya berada. Sebenarnya, saya agak bimbang juga sih untuk berangkat atau tidak ke kantor hari itu karena suami sedang demam. Alhamdulillah, suami bisa saya tinggalkan di rumah dengan aman.

Tepat pukul 16.00 WIB, hujan mulai turun dan membasahi kantor saya. Tanpa pikir panjang. Saya dan seorang teman melaju keluar kantor dengan harapan segera dapat sampai ke rumah.

Dilalah, mobil elf yang kami tumpangi melaju dengan sangat lambat. Mobil tersebut, ngetem tanpa mengenal waktu dan kami pun terjebak tak bisa ganti mobil karena hujan semakin deras. Sabar...

Sesampainya di rumah neneknya anak-anak. Saya mendapatkan pesan dari suami untuk dibelikan nasi uduk atau bubur ayam. Ba'da magrib, saya yang ditemani anak perempuan saya mencoba menerobos hujan dengan payung berlabel "BUTTMKP" mencari nasi uduk dan bubur ayam.

Alhasil, nasi uduk yang kami cari tak kunjung datang. Merasa kasihan dengan anak perempuan saya, saya akhirnya memutuskan membeli tongseng dan menyuruhnya menunggu di tempat tersebut, sedangkan saya masih harus mencari bubur ayam.

Berbekal semangat. Saya menyusuri food street di sepanjang jalan dan tak menemukan satupun tukang bubur ayam yang berjualan. Saya menggigil mati rasa, kedinginan dan tak tahu arah lagi. Akhirnya, saya putuskan untuk membeli donat madu beberapa buah untuk mengganjal perut yang sudah kukuriuk. Tepat di depan saya, nasi goreng terlihat dengan manisnya. Tergiur, akhirnya saya belok dan memesannya. Saya memesan nasi goreng satu bungkus. Saya berpikir, nasi tersebut akan cepat tersaji. Ternyata, butuh banyak waktu saat menunggunya. Hampir saja saya menangis, perut saya keram efek sedang haid di hari kedua dan kambuh lagi saat menunggu nasi tersebut. Tanpa basa basi, saya meninggalkan nasi goreng yang sedang dimasak kemudian menyuruh anak perempuan saya untuk mengambil nasi goreng tersebut.

Alhamdulillah, kami sampai di rumah. Saya yang menggigil kedinginan dan menahan rasa sakit di perut sejak tadi langsung beristirahat sampai menjelang pagi.

Tak terasa, setelah bangun, saya sudah berada di tahun 2020. Hujan masih membasahi kota Bekasi. Saya mencoba mencari tahu kondisi di luar rumah. Ternyata, banjir sudah membasahi halaman rumah kami. Suara gelegarnya hujan dan suara perkasanya katak menyambut saya di depan rumah. *Romantis, he.

Saya segera membersihkan diri dan siap menyusuri banjir di sekitar rumah. Tujuan kali ini adalah mencari tukang bubur ayam untuk suami saya yang sedang sakit. Kembali, anak perempuan saya menemani untuk membeli bubur ayam.

Saya sudah menduga akan terjebak banjir. Benar saja menuju tukang bubur ayam. Kami disambut banjir diatas lutut, airnya berbau amis. Saya sempat tersandung sebuah plastik yang menempel di sandal jepit saya. Seorang Bapak berbicara "hati-hati bu". Saya terperanjat dan meng-iyakan. Berbasah-basah ria, kami menyusuri jalan menuju tukang bubur. Alhamdulillah tukang bubur tenyata bertengger di pinggir jalan yang tergenang banjir. Selain itu, banyak sekali terlihat motor yang mogok di pinggir jalan. Duh gusti, drama lagi ini kayak semalam.


"Suara katak di depan rumah saya"

Sunday, 1 December 2019

Uji Terap "Fumigasi Sulfuryl Fluoride, Liposcelis, Kayu Manis"

10:07:00 0 Comments
Assalamualaykum pemirsah *wkwkw, tepok jidat... Akhirnya kita bertemu lagi. Duh, sudah lama sekali rasanya  tidak menulis. Saya hari ini harus menulis, everything, all about meAnd than, kali ini, saya akan menceritakan sedikit tentang aktivitas saya di luar rumah alias di kantor. 

Begini ceritanya...

Saya menggeluti dunia fumigasi sejak awal tahun ini. Awalnya, saya agak nervous juga diberikan amanat tersebut. Lah iya? Seumur-umur saya belum pernah melakukan fumigasi dengan tangan sendiri, tapi berbekal Bismillah, akhirnya saya meng-azzam-kan diri, bersemangat mendalami dunia fumigasi. 

Berdasarkan surat keputusan Kepala Balai Uji Terap  Teknik dan Metode Karantina Pertanian. Saya dan tim, diamanatkan menyelesaikan uji terap (penelitian) "Perlakuan Fumigasi Sulfuryl Fluoride terhadap Mortalitas Liposcelis spp. pada Kulit Kayu Manis"

Saya mencoba membaca surat tersebut dengan teliti. Saya menyelami maknanya, and than, menyimpulkan bahwa saya harus belajar "Fumigasi, Liposcelis, Kayu Manis"

Pertama, belajar fumigasi...

Rezeki memang enggak kemana. Awal tahun, saya mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan Training of Trainer terkait perlakuan fumigasi sulfuryl fluoride. Saya menyelesaikan pelatihan dengan sukses dan lulus. But, saya masih belum yakin dapat melakukan tindakan perlakuan fumigasi sulfuryl fluoride dengan tangan sendiri. 

Diakhir tahun. Saya berkesempatan mengikuti bimbingan teknis kompetensi perlakuan fumigasi sufuryl fluoride. Nah, saya semakin percaya diri dibidang fumigasi sulfuryl fluoride. Secara teori dan praktek, saya sudah melakukannya, sehingga semakin terbuka wawasan fumigasi sulfuryl fluoride. Saya menyelesaikan bimbingan teknis tersebut dengan sukses. Saya mendapatkan sertifikat kompetensi perlakuan fumigasi sulfuryl fluoride.

Selang beberapa minggu kemudian. Saya berkesempatan kembali mengikuti bimbingan teknis sistem manajemen mutu atau auditor sulfuryl fluoride. Semakin yakin! Saya semakin percaya diri melakukan perlakuan fumigasi sulfuryl fluoride dengan tangan saya sendiri. Saya menyelesaikan bimbingan teknis tersebut dengan sukses kembali. Saya dapat menyelesaikan assesment dengan baik dan lulus sebagai auditor sulfuryl fluoride. Alhamdulillah Ya Allah...

"Sungguh, nikmat Allah yang mana yang dapat kamu dustakan" Merinding kalau ingat ayat tersebut. Saya tidak pernah berpikir akan mendapatkan ilmu yang sangat banyak, apalagi ilmu  terkait fumigasi sulfuryl fluoride. Alhamdulillah ya Allah.. Saya akan menggunakan ilmu tersebut untuk kemaslahatan umat dan kejayaan negara Republik Indonesia. 

Kedua, belajar Liposcelis...

Liposcelis merupakan serangga yang banyak ditemukan di gudang penyimpanan "stored product". Serangga ini berukuran kecil, 1-2 mm. Saya mulai me-rearing serangga tersebut pada bulan Maret 2019. Saya mendapatkan serangga tersebut dari pulau Sumatera pada komoditas kayu manis. 

Tujuan saya memperbanyak serangga tersebut adalah untuk dijadikan objek perlakuan fumigasi sulfuryl fluoride pada komoditas kayu manis. Jadi, saya ingin tahu, berapa dosis sulfuryl fluoride yang digunakan untuk mematikan serangga tersebut.

Luar biasa, mempelajari biologi dan ekologinya tak semudah membalikkan telapak tangan. Saya sedikir mengalami ketakutan saat pertama kali me-rearing. Saya khawatir serangga tersebut tidak dapat saya perbanyak. But, dengan izin Allah. Saya dapat memperbanyak serangga tersebut dalam waktu 2-3 bulan.

Saya hampir setiap hari berada di laboratorium, melihat dia di bawah mikroskop stereo. Awalnya, pusing dan melelahkan, tetapi seiring berjalannya waktu, saya mulai terbiasa dan senang melakukannya. Alhamdulillah

Kini, saya dapat memperbanyaknya dengan mudah dan semakin tahu teknik memperbanyaknya. Sampai tulisan ini saya tulis. Saya masih memperbanyak serangga tersebut, lho, di ruang rearing pula. Sungguh, saya mulai mencintai dia dan tak mau berpisah denganya *wkwkw, tepok jidat.

Saya berencana akan  mempelajari lebih lanjut biologi Liposcelis tersebut. Semoga ilmunya nanti dapat saya bagikan untuk dunia saintis. Aamiin.

Ketiga, belajar kayu manis...

Saya menggunakan komoditas kayu manis sebagai bahan pengujian, sehingga saya harus mempelajari lebih jauh terkait komoditas tersebut. Tak tanggung-tanggung. Saya mencari referensi baik melalui dunia daring dan luring. Selain itu, saya kerap kali melakukan komunikasi pribadi dengan beberapa kolega untuk mengetahui informasi terkait kayu manis.

Subhanallah, usaha tak mengkhianati hasil.

Menurut saya, usaha saya dan teman-teman dalam tim sudah sangat optimal sehingga hasilnya terlihat dalam seminar hasil uji terap perlakuan fumigasi sulfuryl fluoride terhadap mortalitas Liposcelis spp. pada kulit kayu manis. 

Terimakasih tim uji terap sulfuryl fluoride kayu manis... Thanks for all, guys.



Wednesday, 4 September 2019

Histeria Di Siang Hari

03:46:00 0 Comments
"Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa", Teriak peserta praktik kerja lapang saat mereka melihat dua orang guru memasuki ruang arsip Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian. Tak menyangka dan menduga sebelumnya jika mereka akan dikunjungi oleh pembimbing dari sekolah.

SMK Insan Nasional memang mengirimkan murid terbaik mereka untuk melakukan praktik kerja lapang di Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian sejak dua bulan yang lalu. Monitoring dari para pembimbing sekolah kerap dilakukan saat pelaksanaan praktik berlangsung, tanpa diinformasikan sebelumnya mereka datang dan melihat langsung pekerjaan para murid di tempat praktik.

Saya selaku pembimbing di kantor menyambut baik monitoring yang dilakukan para pembimbing dari sekolah. Kami membicarakan banyak hal, mulai dari kegiatan para murid selama mengikuti praktik kerja lapang sampai hal-hal yang perlu di tindaklanjuti sekolah karena satu hal yang perlu penangan serius *wkwkw, penyakit kali.

Monitoring diakhiri dengan foto bersama. Saya mengucapkan terimakasih atas monitoring yang dilakukan, semoga membawa kebaikan dan perubahan yang lebih baik lagi untuk para peserta praktik kerja lapang.



Tuesday, 13 August 2019

Forum Perpustakaan Khusus Indonesia, Pertama Bagi Saya Mengikuti Kegiatan Ini

04:08:00 0 Comments
Menghadiri undangan seminar nasional bagi saya adalah sebuah kebiasaan *wkwkw, tapi kalau mengikuti seminar nasional terkait perpustakaan baru pertama kali bagi saya. 

Rada aneh? Yap, namanya juga baru yang pertama. Berkumpul dengan para begawan literasi informasi membuat saya semakin percaya diri hidup di lingkungan perpustakaan dan pastinya menambah wawasan dan jejaring antar pengelola perpustakaan.

Seminar nasional forum perpustakaan khusus Indonesia ini di selenggarakan di gedung layanan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Jakarta. 

Saya berdetak kagum saat memasuki gedung perpustakaan nasional. Takjub karena disambut galeri atau semacam museum nan syantik jelita. Suasana edukatif  dan nasionalis terpancar saat memasuki ruangan demi ruangan di museum tersebut, apalagi saat mendengar Bung Karno membacakan naskah proklamasi kemerdekaan dan sederetan lagu nasional diperdengarkan dengan apiknya di sudut ruangan tersebut. Makyus, seperti hidup di tahun kemerdekaan *hihi.

Next, saya melanjutkan perjalanan ke gedung layanan. Rupanya saya dibuat terperangah lagi oleh sebuah televisi besar yang terpajang tepat di depan gedung layanan. Wow, mantap sekali! Suara dari salah seorang Menteri Republik Indonesia menghentikan langkah saya dan terdiam sejenak sambil mengamati apa yang diutarakan sang Menteri. Bagus juga nih, informatif!

Kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan panitia, pembacaan doa, pengukuhan pengurus forum perpustakaan khusus Indonesia periode 2019-2022, serta sesi materi dari para narasumber. 

Satu per satu rangkaian acara saya ikuti dengan antusias. Tak menyangka dapat ilmu lagi dari para profesional dan ahli di bidang ini.

Saya sangat terharu berada diantara para begawan literasi informasi. Mulai mengenal mereka dan menyelami ilmu yang mereka ajarkan.

Semoga kelak, saya dapat berkontribusi dalam forum perpustakaan khusus Indonesia. Semangat!



Tuesday, 30 July 2019

Nematoda Juga Diseminarkan Lho, Internasional Lagi

04:12:00 0 Comments
Hai dears....

Menjelang subuh, alangkah baiknya kita bercerita tentang yang berbau saintis...*wkwkw. Nah, salah satunya "Seminar Internasional". Seminar yang bertemakan "Identifikasi Nematoda" ini, digelar secara apik oleh Balai Uji Terap Teknik dan metode Karantina Pertanian.

Narasumbernya enggak nanggung-nanggung, dears! Keynote speaker kali ini berasal dari Ghent University Belgia. Prof Wim Bert, namanya. Beliau ahli nematoda yang sudah go international,  dan pastinya mumpuni. Peserta seminar ini berasal dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, pegawai lingkup Badan Karantina Pertanian, sampai instansi yang terkait dengan dunia per-nematoda-an.

Materi yang disampaikan Prof. Wim Bert, sangat mendasar dan cocok untuk kita para nematoders agar dapat mengenal lebih dekat spesies yang kita temukan. Peserta sangat antusias saat sesi diskusi dibuka, rupanya para peserta haus akan ilmu nematoda ini. Pertanyaan bertubi-tubi dilemparkan kepada Prof. Wim Bert dan beliau sigap menjawab segala pertanyaan. Mantap, ye.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan "cekret", berakhirlah acara seminar internasional "The General Importance of Nematodes and Their Identification"

Semoga suatu saat kelak bisa bertemu kembali dengan Proft. Wim Bert di Ghent University, Belgium. Aamiin.



Thursday, 18 July 2019

Makyus, Berkumpul dengan Para Begawan Fungi

16:44:00 0 Comments
Mikoina merupakan Perhimpunan Mikologi Indonesia. Perhimpunan ini memiliki beberapa cabang di seluruh Indonesia, salah satunya komunitas mikoina cabang Bogor. Yap, tepat pada hari Selasa, Tanggal 16 Juli 2019, Komunitas tersebut menyelenggarakan acara Seminar Serial Meeting Sesi 2  sekaligus tribute dan gathering dalam rangka penghormatan terhadap karya Prof. Dr. Mien A Rifai" di Common Class Room Institut Pertanian Bogor.

Seminar ini dihadiri oleh para mikologis yang sudah sangat mumpuni dibidang jejamuran. Kami mendapatkan paparan materi terkait truffle like fungi di hutan Dipterocarpaceae yang disampaikan oleh Ibu Dr. Nampiah.

Pemaparan yang sangat menggiurkan adalah terkait bisnis jejamuran masa kini yang disampaikan oleh Bapak Ir. Triono Untung Piryadi. Gimana enggak? passion dapat menghasilkan duit, mantapkan.

Tak kalah hebohnya adalah saat Bapak Dr. Ir. Widodo MS menyampaikan materi terkait peran cendawan dalam dunia pertanian. Amazing...ternyata cendawan atau jamur itu sahabat kita, lho, bahkan memberikan berbagai keuntungan bagi manusia. Terdapat, "Top Ten Fungi" yang sudah menjadi artis di kalangan manusia dan di kalangan mereka *wkwk, tepok jidat.

Sesi terakhir ditutup dengan cantik melalui pemaparan dari Bapak Prof. Dr. Mien A Rifai selaku salah satu Begawan Fungi di Indonesia. Kontribusi beliau sangat melekat dan mendarah daging di bumi nusantara. Penghargaan yang setinggi-tingginya untuk beliau, yang tak akan lekang ditelan waktu.

Pengalaman pertama saya bergabung dengan para begawan fungi Indonesia membuat saya semakin bersemangat mendalami ilmu ini secara komprehensif, semoga Allah memudahkan..Aamiin.

Bangga ih, berada diantara orang-orang berilmu walau ilmu saya masih sangat sedikit dibandingkan ilmu yang telah mereka miliki. Rasa kagum dan takjub kepada mereka, menuntut ilmu setinggi langit sampai ke negara tetangga, sedangkan saya minder banget, sudah berusia tapi masih belum bisa menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi. Ih, malu!

Sekian reportase dari seminar ini, semoga ada hikmah yang dapat dipetik dari kegiatan ini. Aamiin...




"Uji Kompetensi Karantina" Momen yang Mendebarkan

16:15:00 0 Comments
Dear!

Adakah yang sudah pernah merasakan uji kompetensi? Sebagai seorang aparatur sipil negara, jika akan menaiki jabatan yang lebih tinggi, maka kamu terlebih dahulu harus mengikuti uji kompetensi. Sejauh mana kompetensi kamu di jabatan yang baru nanti akan terlihat dari hasil uji kompetensi. Intinya, kalau kamu tidak berkompeten di jabatan yang baru nanti, maka jangan harap akan menduduki jabatan tersebut.

Berbagi pengalaman terkait uji kompetensi. Beberapa minggu yang lalu saya telah melaksanakan uji kompetensi untuk kenaikan jenjang jabatan yang lebih tinggi. Deg-deg ser, menghadapi uji kompetensi ini, maklumlah saya baru yang pertama kali mengikuti uji kompetensi. Nah, apa yang harus kamu persiapkan untuk menghadapi uji kompetensi kenaikan jenjang jabatan:

1. Persiapkan Fisik

Tubuh kamu harus sehat. Makan makanan bergizi dengan pola makan yang teratur. Jangan terlalu banyak makan-makanan yang mengandung karbohidrat  karena cepat membuat kamu ngantuk dan akhirnya kebanyakan tidur *wkwkw...

Don't forget makan multivitamin, ya. Tubuh kita harus fit dalam kondisi seperti ini karena dalam kondisi ini, meski tingkat stress lebih tinggi dibandingkan kondisi sebelumnya.

Tidur yang cukup dan jangan banyak begadang. Jika diperlukan begadang, jangan tiap malam. Dua malam sekali begadangnya. Jika memungkinkan, sebaiknya tidur diawal waktu sehingga bisa bangun dini hari untuk belajar materi uji kompetensi tanpa begadang.

2. Persiapkan Ilmu

Namanya ujian meski harus mempelajari materi yang diujikan. Materi uji kompetensi sudah ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian tentang Materi Uji Kompetensi Pejabat Fungsional Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan.

Pelajari secara komprehensip semua materi yang akan diujikan. Pahami makna kata perkata dari materi yang dipelajari sehingga kita dapat mengambil inti dari kalimatnya.

Perlu banyak waktu yang kamu perlukan untuk mempelajari materi yang akan diujikan sehingga siapkan waktu dan pikiran sehingga proses belajar dapat berjalan sesuai rencana.

Jangan pernah malu untuk bertanya kepada kolega terkait materi uji kompetensi sehingga akan memperkaya materi yang akan kamu pelajari. Kalau materinya sudah dipelajari, mau jungkir balik itu pertanyaan, meski kamu dapat jawab dengan mudah!, and than jangan lupa dan jangan malas untuk belajar, ya.

Begitu dears, tips dari saya. Ujian kompetensi yang saya ikuti diawali dengan pembukaan kegiatan secara resmi dan pembekalan terkait uji kompetensi. 

Uji kompetensi dibagi dalam tiga sesi yaitu ujian tertulis soal essay, ujian tertulis soal pemecahan masalah, dan interview. Masing-masing ada bobot penilaiannya, lho. Diantara tiga sesi tersebut, yang paling bikin stress adalah saat interview. Gimana enggak? Kami meski menjawab semua pertanyaan dari penguji secara lisan, mantap deg-degan-nya *wkwk. Alhamdulillah, saya dapat melewatinya dengan lancar, semua berkat pertolongan Allah.

Pada kegiatan tersebut, saya juga mengikuti seminar presentasi dari fungsional pengendali organisme pengganggu tumbuhan yang akan menaiki jenjang madya. Saya banyak belajar dari presentasi yang mereka paparkan. Sangat bermanfaat mengikuti presentasi tersebut, buat bekal jika akan menaiki jenjang yang lebih tinggi.

Semangat naik jabatan!! *Eh....

Sedang mengikuti seminar presentasi para senior






Thursday, 11 July 2019

Terlalu Biasa

03:51:00 0 Comments
Terlalu Biasa

By: Salbiah

Lucu
Bingung
Sedih
Entah apa lagi yang meski dipikirkan oleh seorang kayu tentang dirinya

Mungkin karena terlalu biasa
Enggak punya keistimewaan
Biasa saja
Sampai sepertinya terlupakan

Aih, rasanya seperti mau tertawa
Tapi...
Tertawa sambil menangis

Kumaha atuh?
Kok saat bertemu dengan orang disebelah saya 
Rasanya kok kayak ingat segala keistimewaannya
Tapi...
Saat bertemu dengan saya sepertinya biasa saja
Seperti tak ada yang istimewa dari saya
Terlalu tak istimewa
Tak punya satupun yang patut untuk diingat orang
Maklumlah saya hanya sebongkah kayu
Yang hanya dapat dilewati begitu saja
Tak ada kau... dunia masih tetap berjalan
Hahaha...
Kasihan deh kamu

Berpikir
Berpikir
Dan berpikir lagi
Apa yang harus saya lakukan?
Hati ini jadi galau
Mungkinkan saya ditakdirkan hanya sebagai sebongkah kayu?

Ah, berpikir positif
Ya, sebaiknya berpikir positif saja tentang semua hal yang terjadi saat ini

Semoga segala keberkahan dan kesuksesan selalu menyertaimu wahai sebongkah kayu!

Bekasi, 11 Juli 2019
03:47 WIB (Menunggu adzan subuh)

By: Pixabay.com

Saturday, 15 June 2019

Confusion

03:03:00 0 Comments
Confusion

By: Salbiah


Ah, datang lagi
Kenapa sih dia datang lagi
Padahal enggak kepingin dia datang lagi

Duh Tuhan
Beri aku RahmatMu
Beri aku BarokahMu

Apa yang sebenarnya Kamu rencanakan terhadap diriku
Kenapa aku harus kembali berduka karena itu
Semoga hanya hari ini saja dia datang lagi dalam hatiku
Jangan
Jangan pernah datang lagi
Bikin aku sedih

Tuhan
Maafkan segala khilafku
Jangan sampai hati ini kembali sedih karena hal itu
Please...
Aku mohon

Semoga hari esok akan membawa kebahagiaan
Aamin

Bekasi, 15 Juni 2019

By: Pixabay.com