Follow Us @soratemplates

Wednesday, 4 September 2019

Histeria Di Siang Hari

03:46:00 0 Comments
"Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa", Teriak peserta praktik kerja lapang saat mereka melihat dua orang guru memasuki ruang arsip Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian. Tak menyangka dan menduga sebelumnya jika mereka akan dikunjungi oleh pembimbing dari sekolah.

SMK Insan Nasional memang mengirimkan murid terbaik mereka untuk melakukan praktik kerja lapang di Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian sejak dua bulan yang lalu. Monitoring dari para pembimbing sekolah kerap dilakukan saat pelaksanaan praktik berlangsung, tanpa diinformasikan sebelumnya mereka datang dan melihat langsung pekerjaan para murid di tempat praktik.

Saya selaku pembimbing di kantor menyambut baik monitoring yang dilakukan para pembimbing dari sekolah. Kami membicarakan banyak hal, mulai dari kegiatan para murid selama mengikuti praktik kerja lapang sampai hal-hal yang perlu di tindaklanjuti sekolah karena satu hal yang perlu penangan serius *wkwkw, penyakit kali.

Monitoring diakhiri dengan foto bersama. Saya mengucapkan terimakasih atas monitoring yang dilakukan, semoga membawa kebaikan dan perubahan yang lebih baik lagi untuk para peserta praktik kerja lapang.



Tuesday, 13 August 2019

Forum Perpustakaan Khusus Indonesia, Pertama Bagi Saya Mengikuti Kegiatan Ini

04:08:00 0 Comments
Menghadiri undangan seminar nasional bagi saya adalah sebuah kebiasaan *wkwkw, tapi kalau mengikuti seminar nasional terkait perpustakaan baru pertama kali bagi saya. 

Rada aneh? Yap, namanya juga baru yang pertama. Berkumpul dengan para begawan literasi informasi membuat saya semakin percaya diri hidup di lingkungan perpustakaan dan pastinya menambah wawasan dan jejaring antar pengelola perpustakaan.

Seminar nasional forum perpustakaan khusus Indonesia ini di selenggarakan di gedung layanan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Jakarta. 

Saya berdetak kagum saat memasuki gedung perpustakaan nasional. Takjub karena disambut galeri atau semacam museum nan syantik jelita. Suasana edukatif  dan nasionalis terpancar saat memasuki ruangan demi ruangan di museum tersebut, apalagi saat mendengar Bung Karno membacakan naskah proklamasi kemerdekaan dan sederetan lagu nasional diperdengarkan dengan apiknya di sudut ruangan tersebut. Makyus, seperti hidup di tahun kemerdekaan *hihi.

Next, saya melanjutkan perjalanan ke gedung layanan. Rupanya saya dibuat terperangah lagi oleh sebuah televisi besar yang terpajang tepat di depan gedung layanan. Wow, mantap sekali! Suara dari salah seorang Menteri Republik Indonesia menghentikan langkah saya dan terdiam sejenak sambil mengamati apa yang diutarakan sang Menteri. Bagus juga nih, informatif!

Kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan panitia, pembacaan doa, pengukuhan pengurus forum perpustakaan khusus Indonesia periode 2019-2022, serta sesi materi dari para narasumber. 

Satu per satu rangkaian acara saya ikuti dengan antusias. Tak menyangka dapat ilmu lagi dari para profesional dan ahli di bidang ini.

Saya sangat terharu berada diantara para begawan literasi informasi. Mulai mengenal mereka dan menyelami ilmu yang mereka ajarkan.

Semoga kelak, saya dapat berkontribusi dalam forum perpustakaan khusus Indonesia. Semangat!



Tuesday, 30 July 2019

Nematoda Juga Diseminarkan Lho, Internasional Lagi

04:12:00 0 Comments
Hai dears....

Menjelang subuh, alangkah baiknya kita bercerita tentang yang berbau saintis...*wkwkw. Nah, salah satunya "Seminar Internasional". Seminar yang bertemakan "Identifikasi Nematoda" ini, digelar secara apik oleh Balai Uji Terap Teknik dan metode Karantina Pertanian.

Narasumbernya enggak nanggung-nanggung, dears! Keynote speaker kali ini berasal dari Ghent University Belgia. Prof Wim Bert, namanya. Beliau ahli nematoda yang sudah go international,  dan pastinya mumpuni. Peserta seminar ini berasal dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, pegawai lingkup Badan Karantina Pertanian, sampai instansi yang terkait dengan dunia per-nematoda-an.

Materi yang disampaikan Prof. Wim Bert, sangat mendasar dan cocok untuk kita para nematoders agar dapat mengenal lebih dekat spesies yang kita temukan. Peserta sangat antusias saat sesi diskusi dibuka, rupanya para peserta haus akan ilmu nematoda ini. Pertanyaan bertubi-tubi dilemparkan kepada Prof. Wim Bert dan beliau sigap menjawab segala pertanyaan. Mantap, ye.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan "cekret", berakhirlah acara seminar internasional "The General Importance of Nematodes and Their Identification"

Semoga suatu saat kelak bisa bertemu kembali dengan Proft. Wim Bert di Ghent University, Belgium. Aamiin.



Thursday, 18 July 2019

Makyus, Berkumpul dengan Para Begawan Fungi

16:44:00 0 Comments
Mikoina merupakan Perhimpunan Mikologi Indonesia. Perhimpunan ini memiliki beberapa cabang di seluruh Indonesia, salah satunya komunitas mikoina cabang Bogor. Yap, tepat pada hari Selasa, Tanggal 16 Juli 2019, Komunitas tersebut menyelenggarakan acara Seminar Serial Meeting Sesi 2  sekaligus tribute dan gathering dalam rangka penghormatan terhadap karya Prof. Dr. Mien A Rifai" di Common Class Room Institut Pertanian Bogor.

Seminar ini dihadiri oleh para mikologis yang sudah sangat mumpuni dibidang jejamuran. Kami mendapatkan paparan materi terkait truffle like fungi di hutan Dipterocarpaceae yang disampaikan oleh Ibu Dr. Nampiah.

Pemaparan yang sangat menggiurkan adalah terkait bisnis jejamuran masa kini yang disampaikan oleh Bapak Ir. Triono Untung Piryadi. Gimana enggak? passion dapat menghasilkan duit, mantapkan.

Tak kalah hebohnya adalah saat Bapak Dr. Ir. Widodo MS menyampaikan materi terkait peran cendawan dalam dunia pertanian. Amazing...ternyata cendawan atau jamur itu sahabat kita, lho, bahkan memberikan berbagai keuntungan bagi manusia. Terdapat, "Top Ten Fungi" yang sudah menjadi artis di kalangan manusia dan di kalangan mereka *wkwk, tepok jidat.

Sesi terakhir ditutup dengan cantik melalui pemaparan dari Bapak Prof. Dr. Mien A Rifai selaku salah satu Begawan Fungi di Indonesia. Kontribusi beliau sangat melekat dan mendarah daging di bumi nusantara. Penghargaan yang setinggi-tingginya untuk beliau, yang tak akan lekang ditelan waktu.

Pengalaman pertama saya bergabung dengan para begawan fungi Indonesia membuat saya semakin bersemangat mendalami ilmu ini secara komprehensif, semoga Allah memudahkan..Aamiin.

Bangga ih, berada diantara orang-orang berilmu walau ilmu saya masih sangat sedikit dibandingkan ilmu yang telah mereka miliki. Rasa kagum dan takjub kepada mereka, menuntut ilmu setinggi langit sampai ke negara tetangga, sedangkan saya minder banget, sudah berusia tapi masih belum bisa menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi. Ih, malu!

Sekian reportase dari seminar ini, semoga ada hikmah yang dapat dipetik dari kegiatan ini. Aamiin...




"Uji Kompetensi Karantina" Momen yang Mendebarkan

16:15:00 0 Comments
Dear!

Adakah yang sudah pernah merasakan uji kompetensi? Sebagai seorang aparatur sipil negara, jika akan menaiki jabatan yang lebih tinggi, maka kamu terlebih dahulu harus mengikuti uji kompetensi. Sejauh mana kompetensi kamu di jabatan yang baru nanti akan terlihat dari hasil uji kompetensi. Intinya, kalau kamu tidak berkompeten di jabatan yang baru nanti, maka jangan harap akan menduduki jabatan tersebut.

Berbagi pengalaman terkait uji kompetensi. Beberapa minggu yang lalu saya telah melaksanakan uji kompetensi untuk kenaikan jenjang jabatan yang lebih tinggi. Deg-deg ser, menghadapi uji kompetensi ini, maklumlah saya baru yang pertama kali mengikuti uji kompetensi. Nah, apa yang harus kamu persiapkan untuk menghadapi uji kompetensi kenaikan jenjang jabatan:

1. Persiapkan Fisik

Tubuh kamu harus sehat. Makan makanan bergizi dengan pola makan yang teratur. Jangan terlalu banyak makan-makanan yang mengandung karbohidrat  karena cepat membuat kamu ngantuk dan akhirnya kebanyakan tidur *wkwkw...

Don't forget makan multivitamin, ya. Tubuh kita harus fit dalam kondisi seperti ini karena dalam kondisi ini, meski tingkat stress lebih tinggi dibandingkan kondisi sebelumnya.

Tidur yang cukup dan jangan banyak begadang. Jika diperlukan begadang, jangan tiap malam. Dua malam sekali begadangnya. Jika memungkinkan, sebaiknya tidur diawal waktu sehingga bisa bangun dini hari untuk belajar materi uji kompetensi tanpa begadang.

2. Persiapkan Ilmu

Namanya ujian meski harus mempelajari materi yang diujikan. Materi uji kompetensi sudah ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian tentang Materi Uji Kompetensi Pejabat Fungsional Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan.

Pelajari secara komprehensip semua materi yang akan diujikan. Pahami makna kata perkata dari materi yang dipelajari sehingga kita dapat mengambil inti dari kalimatnya.

Perlu banyak waktu yang kamu perlukan untuk mempelajari materi yang akan diujikan sehingga siapkan waktu dan pikiran sehingga proses belajar dapat berjalan sesuai rencana.

Jangan pernah malu untuk bertanya kepada kolega terkait materi uji kompetensi sehingga akan memperkaya materi yang akan kamu pelajari. Kalau materinya sudah dipelajari, mau jungkir balik itu pertanyaan, meski kamu dapat jawab dengan mudah!, and than jangan lupa dan jangan malas untuk belajar, ya.

Begitu dears, tips dari saya. Ujian kompetensi yang saya ikuti diawali dengan pembukaan kegiatan secara resmi dan pembekalan terkait uji kompetensi. 

Uji kompetensi dibagi dalam tiga sesi yaitu ujian tertulis soal essay, ujian tertulis soal pemecahan masalah, dan interview. Masing-masing ada bobot penilaiannya, lho. Diantara tiga sesi tersebut, yang paling bikin stress adalah saat interview. Gimana enggak? Kami meski menjawab semua pertanyaan dari penguji secara lisan, mantap deg-degan-nya *wkwk. Alhamdulillah, saya dapat melewatinya dengan lancar, semua berkat pertolongan Allah.

Pada kegiatan tersebut, saya juga mengikuti seminar presentasi dari fungsional pengendali organisme pengganggu tumbuhan yang akan menaiki jenjang madya. Saya banyak belajar dari presentasi yang mereka paparkan. Sangat bermanfaat mengikuti presentasi tersebut, buat bekal jika akan menaiki jenjang yang lebih tinggi.

Semangat naik jabatan!! *Eh....

Sedang mengikuti seminar presentasi para senior






Thursday, 11 July 2019

Terlalu Biasa

03:51:00 0 Comments
Terlalu Biasa

By: Salbiah

Lucu
Bingung
Sedih
Entah apa lagi yang meski dipikirkan oleh seorang kayu tentang dirinya

Mungkin karena terlalu biasa
Enggak punya keistimewaan
Biasa saja
Sampai sepertinya terlupakan

Aih, rasanya seperti mau tertawa
Tapi...
Tertawa sambil menangis

Kumaha atuh?
Kok saat bertemu dengan orang disebelah saya 
Rasanya kok kayak ingat segala keistimewaannya
Tapi...
Saat bertemu dengan saya sepertinya biasa saja
Seperti tak ada yang istimewa dari saya
Terlalu tak istimewa
Tak punya satupun yang patut untuk diingat orang
Maklumlah saya hanya sebongkah kayu
Yang hanya dapat dilewati begitu saja
Tak ada kau... dunia masih tetap berjalan
Hahaha...
Kasihan deh kamu

Berpikir
Berpikir
Dan berpikir lagi
Apa yang harus saya lakukan?
Hati ini jadi galau
Mungkinkan saya ditakdirkan hanya sebagai sebongkah kayu?

Ah, berpikir positif
Ya, sebaiknya berpikir positif saja tentang semua hal yang terjadi saat ini

Semoga segala keberkahan dan kesuksesan selalu menyertaimu wahai sebongkah kayu!

Bekasi, 11 Juli 2019
03:47 WIB (Menunggu adzan subuh)

By: Pixabay.com

Saturday, 15 June 2019

Confusion

03:03:00 0 Comments
Confusion

By: Salbiah


Ah, datang lagi
Kenapa sih dia datang lagi
Padahal enggak kepingin dia datang lagi

Duh Tuhan
Beri aku RahmatMu
Beri aku BarokahMu

Apa yang sebenarnya Kamu rencanakan terhadap diriku
Kenapa aku harus kembali berduka karena itu
Semoga hanya hari ini saja dia datang lagi dalam hatiku
Jangan
Jangan pernah datang lagi
Bikin aku sedih

Tuhan
Maafkan segala khilafku
Jangan sampai hati ini kembali sedih karena hal itu
Please...
Aku mohon

Semoga hari esok akan membawa kebahagiaan
Aamin

Bekasi, 15 Juni 2019

By: Pixabay.com

Thursday, 13 June 2019

Damai

04:34:00 0 Comments
Damai

Oleh: Salbiah

Damai...
Damai rasanya 
Lilinku damai bertengger diatas piring putih

Baru kali ini terasa damai
Alhamdulillah...

Kenapa, ya?
Baru sekarang kedamaian ini aku dapatkan
Seandainya sejak dulu
Ah, tak mengapa

Ternyata,
Aku tuh harus fokus
Fokus pada hal disekitarku
Jangan mikir yang aneh-aneh
Apalagi menggapai bintang dilangit
Tak mungkinlah itu

Ya, bertengger gagah diatas piring putih itu sudah lebih dari cukup
Jangan mikir yang ketinggian
Kan usaha sudah!
Tapi takdir berkata lain
Jadi, harus kamu terima dengan ikhlas
Lakukan yang terbaik untuk sekitarmu
Beri penerangan untuk sekitarmu
Justru itu sangat mulia

Berdamai memang susah 
Karena damai itu akan datang dengan sendirinya

Alhamdulillah...

Bekasi, 13 Juni 2018
menunggu adzan subuh

By: Pixabay.com




Sunday, 2 June 2019

Menyambut Lebaran Ala Bunda Adlan

02:11:00 0 Comments
Alhamdulillah lebaran tinggal beberapa hari lagi. Sudah tak sabar rasanya berbagi kemenangan kepada sanak keluarga. Segala persiapan menyambut lebaran sedang dilakukan. Nah, berikut cara menyambut lebaran ala Bunda Adlan:

1. Menyiapkan Busana Lebaran

Baju lebaran enggak bisa dipungkiri merupakan salah satu icon dalam perayaan lebaran. Lebaran tanpa baju lebaran rasanya seperti sayur tanpa garam. Ah, benar enggak sih? *wkwk. Biasanya yang diperuntukkan untuk mendapatkan baju baru lebaran adalah anak-anak.

Biasanya kami membeli baju baru lebaran anak-anak di sebuah toko yang agak jauh dari rumah sehingga diperlukan kendaraan untuk menjangkaunya. Toko tersebut menyediakan berbagai model baju anak yang sangat menggiurkan. Baik model baju anak laki-laki atau perempuan. 

Kami memilih baju muslim untuk anak-anak kami. Anak perempuan meski dibelikan baju dengan lengan panjang atau rok panjang sedangkan anak laki-laki celana panjang dan kaos pendek. Harganya pun terjangkau dan merakyat. 

Baju lebaran untuk kami sebagai orangtua adalah yang calm dan sederhana. Sang suami meski membli baju koko, sarung, kaos lengan pendek dan celana panjang. Sedangkan saya pribadi lebih suka membeli gamis sehingga akan lebih praktis dan enggak rempong apalagi punya anak kecil.

2. Menyiapkan Makanan Lebaran

Menyambut lebaran pasti dengan berbagai makanan khas lebaran. Hampir setiap daerah memiliki makanan khas lebaran walaupun secara umum makanan lebaran di Indonesia mungkin bisa dibilang sama.  Makanan khas lebaran untuk daerah Bekasi diantaranya ketupat, rendang daging, opor ayam, sambal kentang ati ampela, sayur pepaya petai, dodol, manisan kolang-kaling, rengginang, teng-teng, kue kering, dan sebagainya.

Jika hari pertama lebaran di rumah mertua, maka biasanya saya akan memasak segala macam menu lebaran saat masih puasa menjelang lebaran sehingga suami dan anak-anak dapat menikmatinya sambil berbuka puasa. Tapi jika hari pertama lebaran di rumah orangtua saya, maka saya akan memasak segala macam menu lebaran pada h-1 lebaran sehingga bisa dinikmati saat hari raya lebaran.

Kue bawaan seperti  teng-teng biasanya saya beli dari tetangga dekat umah yang memang berjualan kue tersebut. Kue kering kering saya beli di mart sekitar rumah. Sedangkan dodol saya mendapatkannya dari tetangga karena tetangga suka kasih dodol.  Manisan kolang kaling sengaja saya buat sendiri karena rasa manisnya disesuaikan dengan selera saya. Enggak terlalu suka dengan rasa yang manis dan warna yang mencolok.

3. Service Mobil

Ini merupakan hal yang urgent saat lebaran akan tiba. Padatnya jadwal silaturrahim mengharuskan kendaraan harus fit saat digunakan. Oleh sebab itu, service sangat penting. Dealer yang biasa kami datangi untuk service adalah dealer resmi karena akan lebih terjamin dibandingkan yang tak resmi.

4. Merapihkan Rumah

Nenek moyang kami mengatakan "menyambut hari kemenangan harus dilakukan dengan hati yang suci, oleh karena itu rumah yang kita tempati juga harus suci, artinya rumahnya harus clean." Beberes dalam rangka menyambut lebaran adalah suatu keniscayaan.

Kalau rumah didatangi tamu dalam kondisi berantakan meski malu apalagi di hari lebaran, duh, mau taruh di mana face ini *tepok jidat. Oleh sebab itu, beberapa hari menjelang lebaran, kami merapihkan rumah mulai dari kamar sampai dapur.

Hal utama saat menyambut lebaran adalah meluruskan niat. Memahami betul makna lebaran, bersyukur masih diberikan kesempatan menikmati lebaran dengan hati happy. Alhamdulillah.

BPers...

Selamat lebaran!

By: Pixabay.com

Saturday, 1 June 2019

Doa dan Harapanku

04:08:00 0 Comments
Malam ini merupakan salah satu malam lailatul qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Tentunya berharap segala yang terbaik. Tak hanya pada malam ini tapi pada malam-malam selanjutnya. 

Harapan merupakan keinginan seseorang agar dapat menjadi kenyataan. Setiap insan di dunia ini mempunyai harapan the best dalam hidupnya. Berharap mempunyai keluarga yang sakinah mawaddah warohmah, mempunyai keturunan yang sholeh dan sholihah, mempunyai usaha yang maju, selalu diberikan kesehatan, dapat traveling ke luar negeri, serta  berharap sukses dalam karir.

Saya pribadi mempunyai sebuah harapan yang sudah lama diusahakan tapi rupanya Allah berkehendak lain dan sampai saat ini, harapan itu hanya tinggal harapan. Entah sampai kapan akan mendapatkannya. Putus asa? Rasa itu terkadang menghinggap di hati kecil ini tapi saat mengingat begitu banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada saya dan percaya jika Allah akan mempunyai rencana lain, rencana yang terbaik dalam hidup saya, maka seketika saya bangkit kembali dan berusaha menapaki lorong-lorong itu kembali. Berharap dapat mencapai ujung lorong dan menemukan cahaya kebahagiaan. 

Selain itu, sebagai seorang manusia, saya juga berharap dapat merenovasi rumah yang nampaknya harus segera direnovasi tapi apa daya rezeki belum menghampiri sehingga saat ini belum terealisasikan sesuai rencana.

Berharap dapat beribadah ke tanah haram dengan suami tercinta. Bahkan jika ada rezeki, dapat mengikutsertakan anak-anak adalah suatu impian yang sangat beautiful. Beribadah bersama my little family ke tanah suci adalah suatu dream yang sangat manis. Semoga dapat terwujudkan.

Berharap dapat memberikan pendidikan yang terbaik buat anak-anak. Base frame adalah aqidah mengenal Allah, selanjutnya menuntut ilmu dunia agar sukses dunia akhirat.

Berharap menjadi istri yang sholihah untuk suami tercinta. Merajut cinta dalam ikatan keluarga sakinah. Melayani suami dengan baik dan memberikan yang terbaik sebagai seorang istri dan ibu dari anak-anaknya. 

Sebagai seorang ibu, saya juga berharap dapat menjadi ibu yang terbaik buat anak-anak. Mengasuh dengan pola pengasuhan islami. Menjadi ibu dan sahabat buat anak-anak. Berharap anak-anak akan selalu mencintai ibunya dan bangga dengan ibunya.

Harapan harus diimbangi dengan usaha. Sudah sejauh mana usaha yang telah dilakukan, jika sudah maksimal maka selanjutnya serahkan kepada Allah Sang Pencipta. Berdoa! Berprasangka baik bahwa Allah pasti akan mengabulkan setiap doa hambaNya. 

BPers...

Berusaha melakukan yang terbaik agar mendapatkan hasil sesuai harapan dan selanjutnya adalah urusan Allah, berdoa, serahkan kepada Sang Pemilik Rezeki! 

By: Pixabay.com