Follow Us @soratemplates

Thursday, 28 February 2019

Semua tentang Karantina di 2018 #2

03:35:00 0 Comments
Hai Dears, melanjutkan tulisan saya beberapa waktu yang lalu. Bagian kedua ini, saya akan kembali menuliskan kegiatan saya yang berkaitan dengan dunia perkarantinaan. Nah, ini dia beberapa aktivitas saya yang wajib kamu ketahui, kuy:

1. Panitia Bimbingan Teknis Pengujian Kesehatan Benih

Kegiatan Bimbingan Teknis Pengujian Kesehatan Benih dilaksanakan pada tanggal 19-24 Februari 2018. Kegiatan ini bertempat di Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian Bekasi.

Peserta bimbingan teknis pengujian kesehatan benih berasal dari unit pelaksana teknis  lingkup Badan Karantina Pertanian sebanyak 24 orang, Direktorat Perlindungan Hortikultura sebanyak 1 orang, dan perusahaan benih sebanyak 6 orang. Sedangkan Narasumber berasal dari Badan Karantina Pertanian, Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian, Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian, serta Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Materi pada bimbingan teknis ini sangat komprehensif, dimulai dari materi regulasi dan kebijakan Badan Karantina Pertanian dalam peredaran benih sampai dengan praktikum uji kesehatan benih. Selain itu, dilakukan pre-test dan post-test untuk masing-masing peserta.

Diharapkan setelah dilakukannya kegiatan bimbingan teknis ini, para petugas karantina pertanian/analis laboratorium instansi terkait dapat melakukan pengujian kesehatan benih, khususnya komoditas padi, jagung, kedelai, dan hortikultura yang terinfeksi patogen.

2. Pembahasan Analisis Risiko Organisme Pengganggu Tumbuhan (AROPT)

Kegiatan pembahasan AROPT ini dilakukan di Hotel Permata Bogor pada tanggal 19-21 September 2018. Kegiatan ini diikuti oleh para petugas karantina atau yang biasa disebut para AROPTer dari beberapa wilayah di Indonesia. 

Tim pembahas bersal dari beberapa instansi yang kompeten dibidangnya. Saat itu, saya membahas hasil analisis risiko organisme pengganggu tumbuhan terhadap pemasukan bibit murbei dari Cina. Kesimpulan Inisiasi bibit murbei asal Cina berpotensi membawa 17 spesies OPT/OPTK yang belum terdapat di Indonesia atau sudah ada tapi masih terbatas.

3. Peserta Pelatihan Isolasi dan Identifikasi Aspergillus, Penicillium dan Talaromyces

Pelatihan ini dilakukan di Biotrop, Bogor selama empat hari, hari Selasa-Jumat, tanggal 28-31 Agustus 2018. Peserta mendapatkan materi terkait teknik isolasi dan identifikasi cendawan dari genus Aspergillus, Penicillum, dan Talaromyces.

Keynote speaker pada pelatihan ini berasal dari Westerdijk Fungal Biodiversity Institute, Netherlands. Mr Robert A Samson, namanya. Beliau merupakan salah satu ahli mikologi dunia. Bangga, ya, dapat transfer ilmu dari ahlinya langsung.

Identifikasi dilakukan secara morfologi dan molekuler karena ketiga genus cendawan ini sangat beragam. Genus Aspergillus sudah ditemukan ± 410 spesies, genus Penicillum sudah ditemukan 300 spesies, dan genus Talaromyces sudah ditemukan 100 spesies. 

Pengalaman  yang tak kan terlupakan telah mendapatkan ilmu dari ahlinya langsung. Mantap jiwa.

4. Panitia One Day Dissemination

Kegiatan Diseminasi Hasil Uji Terap dalam Mendukung Akselerasi Ekspor atau yang biasa disebut One Day Dissemination, dilaksanakan selama 1 hari pada tanggal 4 Desember 2018. Kegiatan ini bertempat di Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian. 

Tujuan kegiatan ini adalah  untuk meningkatkan pengetahuan pemangku kepentingan (stakeholder) mengenai hasil uji terap, sehingga meningkatkan daya saing produk pertanian di pasar global.

Peserta berasal dari unit pelaksana teknis  lingkup Badan Karantina Pertanian, instansi pemerintah, perusahaan swasta, dan mahasiwa pascasarjana. Sedangkan narasumber  berasal dari Badan Karantina Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB), Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi Badan Tenaga Nuklir Nasional (PAIR-BATAN), Balai Besar Penelitian Veteriner (BBALITVET), TV Tani Kementerian Pertanian, dan Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian. 

Setelah mengikuti diseminasi, peserta diharapkan dapat mengetahui hasil-hasil uji terap yang telah dilaksanakan Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian dan dapat mengimplementasikannya dalam tindakan karantina.

5. Evaluasi Kegiatan Penguatan Sumber Daya Manusia

Merupakan kegiatan penutup kami di bulan Desember 2018.  Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari, yaitu tanggal 18-20 Desember 2018 di Bengkulu.

Sesampainya kami di Bengkulu, langsung meluncur menuju SKP Kelas I Bengkulu, yang beralamat di Jl. Depati Payung Negara Km. 14, No. 04, Pagar Dewa, Selabar, Kota Bengkulu. Kami menyampaikan maksud kedatangan yaitu dalam rangka mengevaluasi kegiatan Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian yang sudah atau belum diimplementasikan di Unit Pelaksana Teknis Badan Karantina Pertanian sehingga diharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas, tangguh, dan terpercaya.
  
Evaluasi dilakukan dalam bentuk kegiatan survei terhadap UPT operasional karantina pertanian baik di tempat pemasukan/pengeluaran dan daerah perbatasan salah satunya adalah di Unit Pelaksana Teknis lingkup Badan Karantina Pertanian yaitu  SKP Kelas I Bengkulu. 

Selain itu, Kami memberikan kuesioner terkait kegiatan monitoring dan evaluasi kegiatan penguatan sumber daya manusia di SKP Kelas I Bengkulu yang diketahui oleh plh. Kepala Balai yaitu Ibu Drh. Hemey Puji Harsanti selaku Kepala Subseksi Pelayanan dan Operasional.

Luar biasa aktivitas tahun 2018. Mantul dears, mantap betul. Segala pengalaman dan ilmu yang telah diperoleh,semoga dapat diaplikasikan untuk kepentingan negara tercinta, Indonesia. 

Pemberian sertifikat pelatihan isolasi dan identifikasi Aspergillus, Penicillium, dan Talaromyces


Monday, 25 February 2019

Semua tentang Karantina di 2018 #1

21:42:00 0 Comments
Dears, mumpung masih awal tahun *jiah, tepok jidat*, tepatnya bulan kedua di tahun yang baru, saya akan menceritakan sedikit aktivitas yang saya lakukan di tahun lalu, 2018. Lho, kenapa baru sekarang diceritakan? Haha, karena baru dapat ide menulisnya sekarang, jadi mumpung idenya lagi ngehits di memori saya, maka langsung dieksekusi. Nah, pada bagian pertama ini, saya akan menceritakan tiga aktivitas yang pernah saya lakukan di tahun 2018, tentunya berkaitan dengan dunia perkarantinaan, kuy, baca dengan seksama, ya:

1. Pengumpulan Bahan Informasi Bimbingan Teknis/Uji Terap dan Kunjungan Lapang ke Kebun Buah Naga di Pangkal Pinang dan Tanjung Pandan

Maksud kedatangan kami bertandang adalah dalam rangka evaluasi pengumpulan bahan uji terap dan bimbingan teknis/diseminasi, sosialisasi profil Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian, dan penyampaian quesioner uji terap/bimbingan teknis yang terkait dengan komoditas unggulkan sehingga mendukung program Badan Karantina Pertanian dalam meningkatkan kualitas teknik dan metode tindakan karantina yang efektif. 

Kegiatan ini dilakukan di BKP Kelas II Pangkal Pinang, selama 3 (tiga) hari, tanggal 14-16 Maret 2018.

Acara yang dilakukan diantaranya presentasi terkait profil  Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian, pengisian quesioner terkait uji terap dan bimbingan teknis oleh pejabat struktural dan fungsional di BKP Kelas II Pangkal Pinang, sesi tanya jawab/diskusi, dan penyerahan hasil prosiding uji terap.

Selanjutnya, kami melakukan perjalanan ke Wilayah Kerja Pelabuhan Laut Tanjung Pandan  untuk melakukan koordinasi kedua. Wilayah kerja ini, berlokasi di Jl. Pelabuhan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung.

Next, perjalanan ke kebun buah naga, Konon ceritanya, bibit buah naga tersebut berasal dari Taiwan. Kami melihat lokasi pembibitan buah naga dan kebun buah naga. Akan tetapi, kebun buah naga yang kami dapati ternyata sudah tidak dirawat dengan baik, ini terbukti dengan banyaknya penyakit pada tanaman buah naga dan tidak adanya pegawai yang merawat di kebun tersebut. Salah satu penyakit yang kami lihat pada batang tanaman buah naga adalah busuk batang dan antraknosa. Busuk batang disebabkan oleh patogen jenis bakteri dan penyakit antraknosa disebabkan oleh cendawan Colletotrichum sp.

2. Seminar Nasional Perhimpunan Entomologi Indonesia Cabang Palembang

Pelaksanaan seminar ini di kota Palembang, pada tanggal 12-13 Juli 2018. Saya mendaftar sebagai pemrasaran yang melakukan presentasi terkait hasil penelitian keefektifan sulfuryl fluoride terhadap Sitophilus zeamais pada Biji Jagung. 

Acara dimulai dengan paparan materi dari para keynote speaker yang berasal dari berbagai instansi. Materi yang dipaparkan memperkaya khasanah wawasan, karena tema materi sangat variatif dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari entomologi pada tanaman sampai entomologi kesehatan pada manusia. Selain itu, terdapat paparan materi dari karantina pertanian. Wah, mantap nih.

Sesi selanjutnya presentasi dari para pemrasaran, termasuk saya. Kami dibagi dalam beberapa ruangan, dan melakukan presentasi hasil penelitian yang telah dilakukan. Plong, sudah menyelesaikan presentasi dengan lancar. Alhamdulillah, the first experience.

3. Membimbing Mahasiswa Praktek Kerja Lapang

Sebagai salah satu unit pelaksana teknis yang  sering melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi. Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian menerima mahasiswa praktek kerja lapang dari Universitas Djendral Soedirman. Praktik Kerja Lapangan dilaksanakan selama 25 hari kerja dimulai pada tanggal 16 Juli 2018 sampai dengan tanggal 20 Agustus 2018.

Saya ditunjuk sebagai salah satu pembimbing mahasiswa tersebut. Riyan Ibrahim, namanya. Mahasiswa bimbingan saya yang ingin kenal lebih dekat dengan dunia fungi. Kami mengambil tema “Deteksi dan Identifikasi Cendawan pada Buah Naga”. Tujuannya adalah untuk menginventarisasi cendawan pada buah naga. 

Mahasiwa tersebut belajar cara mendeteksi, mengisolasi, dan mengidentifikasi cendawan dari buah naga. Hasil identifikasi cendawan terhadap karakteristik pertumbuhan dan morfologi, didapatkan 4 genus cendawan yaitu Penicillium sp., Gloeosporium sp., Rhizoctonia sp., dan Aspergillus sp.

Dears, demikian tulisan saya pada bagian pertama ini, semoga sharing-nya bermanfaat, ya. Besok, saya akan melanjutkan tulisannya pada bagian kedua. Ojo lali, ya. Pantau terus website ini. Thanks, sudah menyimak. Semangat!




Sunday, 24 February 2019

Hal yang Perlu Kamu Persiapan Saat Akan Menghadapi Tes TPA

20:58:00 0 Comments
Tes pontensi akademik atau yang sering disingkat menjadi tes TPA, merupakan tes yang dilakukan untuk seleksi persyaratan mendapatkan beasiswa pascasarjana atau masuk perguruan tinggi. Penyelenggara tes ini, yang paling prominen diantaranya OTO Bappenas. Jika kamu akan mengikuti tes TPA yang diselenggarakan oleh OTO Bappenas, maka berikut hal-hal yang harus kamu persiapan dengan baik:

1. Belajar Contoh Soal OTO Bappenas secara Mandiri

Tes TPA biasanya terdiri dari tes kemampuan verbal, tes kemampuan kuantitatif, dan tes kemampuan penalaran. Kamu bisa mendapatkan berbagai contoh soalnya baik melalui website, mengunggah aplikasi pada playstore, membaca buku-buku latihan soal, atau menonton video latihan soal TPA.

Website yang dapat kamu kunjungi untuk mendapatkan soal-soal tes TPA, misalnya di alamat www.AlatTesTPA.com. Beberapa website ada yang menyajikan soal secara gratis dan ada pula yang berbayar. 

Aplikasi berbasis android seperti TPA OTO BAPPENAS dan CAT TPA OTO Bappenas, dapat kamu gunakan untuk melatih kemampuan menguasai berbagai variasi soal TPA. Sebaiknya, kamu terlebih dahulu membeli koleksi soal dalam bentuk monograf atau versi bukunya karena untuk dapat masuk ke dalam aplikasi ini, kamu harus punya kode tertentu yang hanya bisa diketahui pada lembar pertama buku ini.

Buku yang direkomendasikan untuk mempelajari soal TPA Bappenas, diantaranya kisi-kisi soal TPA pascasarjana S2 dan S3 penerbit Master Eduka, best score TPA OTO Bappenas 600+ dengan penerbit Genta Smart Publisher, top fresh masterpiece TPA versi OTO Bappenas dengan penerbit Media Cerdas, rekor 709,5 TPA versi OTO Bappenas dengan penerbit Forum Edukasi, serta masih banyak buku lainnya. 

Selain itu, kamu juga dapat belajar secara daring, melalui youtube dengan berbagai mentor yang sudah kawakan dibidang ini.

2. Mengikuti Pelatihan Tes TPA

Banyak lembaga pelatihan yang secara khusus membahas soal-soal tes TPA. Keunggulan belajar di tempat pelatihan seperti ini, kamu secara langsung akan mendapatkan trik dan tips, sehingga mudah dan cepat menyelesaikan soal TPA. Selain ketepatan menjawab, kecepatan juga sangat diperhitungkan dalam menyelesaikan soal TPA. Biaya mengikuti pelatihan ini cukup beragam, mulai dari ratus ribuan dalam satu kali pertemuan atau bahkan bisa jutaan jika pelatihan dilakukan secara intensif.

3. Mengikuti Percobaan Tes TPA

Jika kamu ingin mengetahui sejauh mana hasil belajar yang telah kamu lakukan, enggak ada salahnya untuk mencoba mengikuti ujian TPA Bappenas di sekitar lingkungan tempat tinggalmu. Biasanya jadwal ujian dapat dilihat secara daring di alamat koperasi.bappenas.go.id.

4. Persiapkan Fisik dan Mental

Mendekati waktu pelaksanaan tes TPA, maka sebaiknya kamu harus persiapan fisik secara optimal. Makan secara teratur dan cukup tidur. Tubuh harus fit saat menghadapi tes TPA. Penyakit ringan seperti batuk pun akan memengaruhi  konsentrasi saat menyelesaikan tes TPA. 

Mental kamu harus strong. Saat menghadapi soal latihan tes TPA yang begitu rumit, tetap calm. Cari kunci jawabannya, setidaknya dengan melihat kunci jawaban, kamu akan tercerahkan dan dapat menghela nafas dengan teratur. Jika itu sudah kamu lakukan, maka saat kamu berada pada tes yang sebenarnya  dan menemui soal yang unik, maka mental kamu sudah kuat.

Persiapan yang matang dan mengerahkan segenap jiwa dan raga sebelum menghadapi tes TPA, sangat diperlukan. Ketika persiapan sudah mantap, selanjutkan pasrahkan semuanya kepada Sang Khalik, tawakal penutup terbaik.

Sumber : Pixel.com


Semega Ibroh dari Temu Teknis Laboratorium

17:20:00 0 Comments
Temu teknis jejaring kerja laboratorium Badan Karantina Pertanian diselenggarakan di Bogor pada tanggal 20-23 Februari 2019. Kegiatan ini diikuti oleh unit pelaksana teknis lingkup Badan Karantina Pertanian. Banyak hal yang didapatkan setelah mengikuti kegiatan ini, kuy simak:

1. Menambah Knowledge

Sejak melihat tentatif jadwal yang telah panitia kirimkan bersama surat undangan, wah aura ngilmunya terasa banget. Peserta mendapatkan berbagai materi yang berdaya tinggi dan menambah wawasan terkait dunia laboratorium. 

Materi disajikan secara variatif, mulai dari kebijakan Badan Standar Nasional dalam penerapan standar biosafety dan biosecurity laboratorium di Era Revolusi Industri 4.0, jaminan mutu laboratorium melalui uji profisiensi pengujian penyakit hewan dan penyakit tanaman, desain skema uji profisiensi dan hasil uji profisiensi deteksi dan identifikasi cendawan Peronospora manshurica pada biji kedelai, membangun koleksi standar nasional penyakit tanaman di Indonesia, penjelasan aplikasi Qlist. Duh, ilmu baru bagi kamu yang belum familier dengan hal-hal yang berkaitan dengan dunia laboratorium.

2. Menambah Kolega

Narasumber yang diundang pada kegiatan tersebut berasal dari instansi di luar Kementerian Pertanian, sehingga dengan kehadiran mereka maka kolega akan semakin bertambah. Jika suatu saat akan membutuhkan narasumber di bidang tersebut, maka akan dengan mudah menghubunginya.

3. Ajang Reuni

Peserta yang berasal dari berbagai wilayah berkumpul dalam satu waktu. Event ini sangat bermanfaat sebagai temu reuni antar sesama karantinawan dan karantinawati. Teman yang setelah sekian lamanya tak bertemu, akhirnya dipertemukan dalam kegiatan ini. Luar biasa! Tali silaturahmi terikat kembali setelah terputus oleh jarak dan waktu.

4. Merasakan Sensasi Bermalam di Hotel 

Salak Tower Hotel merupakan tempat penginapan kegiatan tersebut. Bagi peserta yang baru pertama kali menginap di hotel tersebut, maka akan menikmati sensasi yang berbeda. Suasana yang asri, resepsionis yang ramah, ruang pertemuan yang megah, lift yang wangi, dan kamar yang clean, membuat nyaman leyeh-leyeh di hotel tersebut. Hotel berlantai 21 lantai ini, sangat layak dijadikan destinasi bermalam di kota Bogor. 

Bahagia mendapatkan ilmu dan pengalaman saat mengikuti temu teknis jejaring kerja laboratorium. Semoga tahun depan, dapat bersua kembali dalam temu teknis ini. Go Barantan, go!



Sunday, 17 February 2019

Dua Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berada dalam Tim

04:00:00 0 Comments
Kerja sama merupakan kegiatan yang dilakukan beberapa orang untuk mencapai tujuan yang sama. Misalnya, kerja sama dalam sebuah tim panitia bimbingan teknis atau pelatihan. Bimbingan teknis biasanya diselenggarakan selama satu minggu, dengan panitia yang terdiri dari 1-5 orang. 

Jika kamu tergabung dalam sebuah kepanitiaan. Maka, sedikitnya terdapat dua hal penting yang harus kamu perhatikan:

1. Tanggung Jawab

Sebuah kepanitiaan terdiri dari beberapa orang yang mempunyai tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda, tugas tersebut sudah tertuang dalam surat keputusan pimpinan, yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Jika sudah berkomitmen menjadi panitia maka meski komitmen menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya. Terkadang, ada beberapa panitia tertentu yang kehilangan tanggung jawabnya dengan berbagai alasan. Misalnya, diwaktu bersamaan harus mengikuti kegiatan lain. Tipe panitia seperti ini harus dicatat, dan perlu dipertimbangkan kembali jika akan diikutsertakan dalam kepanitiaan lainnya. Berbeda dengan panitia yang memiliki tanggung jawab yang tinggi, menyelesaikan tugasnya dengan baik, sejak awal sampai akhir kegiatan, maka panitia tersebut harus acungi jempol dan harus dipertimbangkan kembali untuk dapat diikutsertakan dalam kepanitiaan lainnya.

Tanggung jawab ini sangat krusial, akan menentukan keberlangsungan jati diri seseorang. Apakah akan diikutsertakan dalam kepanitiaan lainnya atau tidak. Tanggung jawab menjadi tolak ukur seseorang saat diberikan amanah tugas. Kalau sudah tidak amanah, kenapa meski diikutsertakan kembali. Perlu diperhatikan, ya, dears.

2.  Koordinasi

Apapun keputusan yang akan diambil, sebaiknya dilakukan dengan koordinasi. Koordinasi sangat penting, karena dengan koordinasi antar sesama panitia, maka tindakan yang akan dilakukan tidak simpang siur atau saling bertentangan. 

Misalnya, seorang panitia berhalangan unuk melakukan tugas yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya, maka panitia tersebut harus melakukan koordinasi dengan panitia lain, sehingga tugasnya dapat ditangani oleh panitia lain. Apa jadinya jika panitia tersebut tidak melakukan koordinasi dengan panitia lain, bisa dibayangkan, kegiatan akan tersendat bahkan bisa gagal. 

Seringkali, koordinasi terabaikan dari sebuah kepanitiaan. Merasa bahwa tindakan yang dilakukan sudah benar, tanpa perlu mengkoordinasikannya dengan orang lain, dan apa hasilnya? Kegiatan menjadi semrawut dan tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Yap, koordinasi meski berjalan dengan lancar, agar tidak ada kesimpangsiuran dalam sebuah kepanitiaan.

Jika dua hal tersebut telah terorganisir dengan baik, maka dengan izin Allah, kegiatan yang akan kamu lakukan dapat berjalan dengan baik. And, the last. Pilihlah anggota panitia yang memiliki tanggung jawab dan dapat berkoordinasi dengan baik, agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Noted!

Sumber : Pixabay.com




Tikus Lempar ke Neraka

03:16:00 0 Comments

Suasana masih ramai, saat saya memutuskan untuk beristirahat tepat di pinggir trotoar. Sejenak, saya terbuai dalam lamunan sesaaat, dan seketika itu juga saya dibangunkan oleh bunyi klakson dari sebuah mobil mewah. 

Entah mengapa, mobil mewah tersebut begitu akrab dengan mata saya. Ramah dan sopan. Si empunya mobil selalu menebarkan senyum khasnya, senyum ala big boss. Ah, meski akrab, karena dia adalah petinggi negara dengan dasi di dadanya, dan rumahnya tepat disamping rumah teman kuliah saya dulu.

Masih teringat dalam memori. Dulu, sewaktu saya kuliah semester akhir. Saya sering sekali mengunjungi rumah teman yang berada di kompleks ini, niatnya sih cuma untuk mengisi waktu luang, daripada bengong enggak karuan mending cari pengalaman, berkunjung ke rumah di kawasan elit di bilangan Jakarta. 

Beberapa hari kemudian saya mendapatkan kabar, kalau si pemilik dasi tersebut terseret kasus sampai ke meja hijau oleh KPK. Masya Allah, tak menyangka. Saya mencoba menyadarkan diri seakan tak percaya. Orang sebaik dia, ternyata tak ayal seperti tikus. Saya jadi benci!

Tikus adalah binatang yang paling saya benci. Perilaku tikus yang terhina adalah suka  mencuri. Mencuri makanan atau apapun yang bisa dicurinya, berlari dengan gesit dan kita pun nggak akan bisa menangkapnya, dapat menghilang dengan cepat.

Sama. Sama seperti koruptor. Orang serakah. Suka mencuri. Mencuri uang rakyat. Memperkaya diri dengan uang rakyat, dan dengan mudahnya kabur ke luar negeri untuk menghindari aparat keamanan. Gesit dan licin seperti tikus. 

Ah, kalau sudah seperti itu, enaknya dieksekusi, ya, di hukum seadil-adilnya karena sudah merugikan rakyat. Tembak mati kalau perlu. Bikin rakyat yang sudah susah tambah susah. Nggak tahu apa, kalau nggak enak jadi orang miskin, yang serba kekurangan. Merana!

Panas hati ini. Si tikus enaknya digiring ke tempat sampah. Tempat yang paling hina, atau langsung lemparkan saja ke neraka. 

Setuju?



Saturday, 16 February 2019

Februari 2019, Bulannya Event Besar Karantina Pertanian

16:53:00 2 Comments
Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian merupakan salah instansi pemerintah dibawah Kementerian Pertanian, yang mempunyai segudang fasilitas yang keren dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan publik. Tanggal 11-18 Bulan Februari 2019 di Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian, diselenggarakan event besar secara bersamaan, mau tahu apa saja event-nya, kuy, simak:

1. Bimbingan Teknis Pemantauan Daerah Sebar OPTK

Bimbingan teknis ini merupakan bimbingan teknis khusus untuk para petugas karantina tumbuhan, pesertanya adalah fungsional pengendali organisme pengganggu tumbuhan, yang berasal dari 50 unit pelaksana teknis lingkup Badan Karantina Pertanian. 

Pada bimbingan teknis ini, peserta mendapatkan materi sebagai pembekalan melakukan pemantauan daerah sebar organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia. Selain materi dikelas, peserta juga melakukan fieldtrip dalam rangka simulasi pemantauan OPTK pada komoditas padi, jagung, dan kedelai di Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan, Jatisari, Karawang, Jawa-Barat. 

2. Bimbingan Teknis Pemantauan HPHK dan Analisis Risiko

Bimbingan teknis ini merupakan bimbingan teknis khusus untuk para petugas karantina hewan, pesertanya adalah fungsional medik veteriner, yang berasal dari 50 unit pelaksana teknis lingkup Badan Karantina Pertanian.

Pada bimbingan teknis ini, peserta mendapatkan materi sebagai pembekalan melakukan pemantauan daerah sebar HPHK di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi membuat analisis risiko hama penyakit hewan karantina. 

3. LanGasKaRa

Pengenalan tugas karantina pertanian (langaskara) diikuti oleh calon pegawai negeri sipil Badan Karantina Pertanian. Peserta terdiri dari fungsional umum, pengendali organisme pengganggu tumbuhan, medik veteriner, para medik veteriner.  Biasanya kegiatan ini berlangsung antara 1-2 minggu. Kegiatan ini semi militer, lho. Fisik dan mental kamu harus strong. Managemen waktu harus dilakukan dengan penuh disiplin, tiap detik waktu sangat berharga, penuh dengan makna. 

Awalnya, kegiatan diisi dengan materi baris berbaris. Instrukturnya dari Brimob, keren kan. Kegiatannya selanjutnya, materi perkarantinaan dari berbagai narasumber yang sudah mumpuni di dunia perkarantinaan. Kegiatan  terakhir adalah dinamika korsa. Dinamika korsa merupakan kegiatan yang paling dahsyat, dears. Kegiatan ini mirip dengan masa orientasi kampus, mengenal para senior dan merupakan ajang penguatan ikatan antara karantinawan/karantinawati yang tangguh terpercaya. Seru banget kegiatan ini, penuh dengan drama dan full games

Nah, event ini menjadi momen yang sangat berharga bagi karantinawan dan karantinawati seluruh Indonesia. Mendapatkan ilmu, pengalaman, dan mengeratkan silaturahim sebagai keluarga besar Karantina Pertanian Indonesia. Bravo Karantina Pertanian!







Sunday, 10 February 2019

Segudang Hikmah Menjadi Bagian dari Tim Uji Terap, Nomor Terakhir Bikin Terkenal

03:37:00 0 Comments
Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian merupakan salah satu instansi pemerintah yang berlokasi di Jalan Raya Kampung Utan, Setu, Desa Mekar Wangi, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

Salah satu tugas pokok dan fungsinya adalah melaksanakan uji terap. Uji terap apaan sih? Uji terap mempunyai makna yang sama dengan penelitian atau riset. Setiap tahun, masing-masing fungsional karantina tumbuhan atau karantina hewan membentuk tim untuk melaksanakan uji terap dengan judul yang telah ditetapkan.

Satu judul uji terap terdiri dari beberapa orang dengan latar belakang dan passion yang berbeda-beda. Nah, segudang hikmah yang dapat kamu dapatkan jika bergabung menjadi bagian dari tim uji terap:

1. Belajar Tanggung Jawab

Sebuah tim yang terdiri dari banyak orang, akan memiliki tugas dan  tanggung jawabnya masing-masing. Tugas tersebut telah dituangkan dalam job description tim uji terap. Rasa tanggung jawab dapat dipupuk dengan baik saat kamu berada didalam tim uji terap, karena pekerjaan dalam tim uji terap dilaksanakan dalam waktu yang cukup lama yaitu satu tahun, dan mungkin kamu diberikan pekerjaan yang out of the box  secara pribadi. Merasa asing dengan pekerjaan yang ditugaskan dan merasa enggak sanggup melakukan pekerjaan tersebut. So, tanggung jawab dan integritas kamu akan terasah dengan baik saat menjadi bagian dari tim uji terap.

2. Belajar Kerja Sama

Tim merupakan ajang menjalin diri dengan orang lain dalam suatu kelompok. Tak semua orang dapat bekerja bersama dengan orang lain. Masing-masing pribadi mempunyai karakteristik yang berbeda. Tak jarang, beberapa anggota tidak dapat bekerja sama dengan anggota lainnya karena perbedaan pendapat atau harus berdamai dengan hati agar kerja sama tetap dapat dilakukan. Antar anggota uji terap harus saling memahami dan menghargai anggota lainnya. Menyatukan persepsi dalam sebuah tujuan. Mengalah terkadang diperlukan saat berada dalam satu tim, mengalah demi kata “solid”. Nah, dari kegiatan uji terap inilah rasa kerja sama dalam perbedaan itu ditumbuhkan.

3. Belajar Berani

Kegiatan uji terap secara garis besar dibagi menjadi tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Setiap tahap tersebut selalu dibutuhkan keberanian. Tahap persiapan, setiap tim harus melakukan konsultasi dengan narasumber, sehingga dibutuhkan keberanian untuk melakukan koordinasi dengan pihak lain. Sebelum dan sesudah tahap pelaksanaan, dilakukan seminar proposal dan hasil. Presentasi seminar proposal dan hasil membutuhkan keberanian tingkat dewa sehingga presentasi dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Selain itu, kamu juga akan berani mendiseminasikan hasil uji terap yang telah dilakukan dihadapan publik. Keren, kan.

4. Menjalin Rasa Kekeluargaan

Pekerjaan uji terap selalu dilakukan bersama-sama dalam satu tim secara kontinu, sehingga rasa kekeluargaan akan muncul dengan sendirinya. Canda tawa, berbagi, sampai curcol selalu mewarnai tim uji terap. Ibarat tubuh, satu bagian yang sakit maka bagian lain juga ikut sakit. Itulah tim uji terap, akan merasakan sakit jika anggota tim yang lain juga sakit. Keluarga cemara *eh. 

5. Menambah Kolega

Narasumber dalam uji terap merupakan orang yang ahli dibidangnya. Mereka berasal dari berbagi instansi baik di dalam Kementerian Pertanian atau luar Kementerian Pertanian. Menjadikan mereka sebagai narasumber maka akan terjalin hubungan dan mendapatkan kolega baru. 

Saat melaksanakan seminar proposal atau hasil uji terap. Peserta yang diundang dari berbagai stakeholder, baik instansi terkait, perusahaan swasta, atau perguruan tinggi. Bayangkan begitu banyak yang kami undang sehingga kolega kami pun bertambah banyak. So, tim uji terap dapat dijadikan referensi mencari kontak seseorang *he, tepok jidat.

6. Mendapatkan Ilmu

Luar biasa ilmu yang akan kamu dapatkan jika bergabung dalam tim uji terap. Mulai dari ilmu mencari referensi ilmiah, perlakuan yang akan digunakan, patogen yang akan dijadikan objek, media pembawa yang akan digunakan, ilmu laboratorium, ilmu teknis, sampai ilmu teknik publikasi dalam jurnal ilmiah. Itu semua, akan kamu dapatkan jika bergabung dalam tim uji terap. Mantap, ya.

7. Menjadi Terkenal

Hasil uji terap yang telah diseminarkan kemudian dibuat dalam format artikel ilmiah untuk dipublikasikan, baik dalam jurnal nasional maupun internasional. Bayangkan jika artikel ilmiahmu sudah terpublikasi maka publik seantero dunia akan kenal dengan kamu. Nanti, akan banyak yang akan menghubungi kamu terkait artikel yang telah kamu publikasikan. Kek, serasa artis, ya *haha.

Seru banget menjadi bagian dari tim uji terap. Banyak hikmah yang bisa didapatkan. Semakin kamu terjun kedalam dunia uji terap maka kamu akan semakin mencintainya. 

Seminar hasil uji terap perlakuan air panas pada pisang Mas Kirana



Friday, 8 February 2019

Inhouse Training Penulisan Jurnal Ilmiah, Ngilmu Lagi

03:53:00 0 Comments
Dears, apa kabar hari ini?

Kali ini, saya mau curcol, ah. Curcol terkait aktivitas saya kemarin. Hari Kamis, tanggal 7 Februari 2019, saya dan teman-teman fungsional karantina tumbuhan dan karantina hewan, mengikuti kegiatan inhouse training penulisan hasil uji terap dalam jurnal ilmiah, baik jurnal nasional dan internasional.

Kami dibagi dalam dua kelas, yatitu kelas mikrobiologi dan kelas entomologi. Kelas mikrobiologi membahas terkait virus, bakteri, dan cendawan. Sedangkan kelas entomologi membahas terkait serangga dan nematoda.

Saya masuk dalam kelas mikrobiologi karena topik artikel yang akan saya dan tim publikasikan masuk dalam golongan bakteri.

Sejujurnya, saya suka dengan metode pembahasan artikel dalam kelas mikrobiologi ini, karena setiap artikel yang sebelumnya sudah diulas oleh narasumber, langsung ditampilkan didepan kelas secara bergantian, narasumber menjelaskan secara detail hal-hal yang seharusnya ditampilkan dalam sebuah artikel ilmiah, sehingga saya pribadi sebagai peserta jadi mengetahui banyak hal terkait kesalahan dalam penulisan artikel. 

Beberapa hal yang saya cermati dalam penulisan artikel ilmiah:

1. Pendahuluan harus memuat latar belakang masalah dan solusinya. Latar belakang harus dipaparkan dengan gamblang sehingga editor melihat bahwa itu merupakan masalah yang krusial, harus segera ditangani. Referensi penelitian yang dirujuk merupakan referensi terbaru, minimal lima tahun terakhir. Solusi dari permasalahan dipaparkan dengan tepat, berdasarkan referensi yang telah ada sebelumnya. Pada bagian ini, gap harus dimunculkan dengan jelas sehingga arti pentingnya penelitian tersebut dapat muncul ke permukaan.

2. Penulisan metode harus sistematis sesuai tahapan yang benar. Misalnya, metode untuk perlakuan air panas terhadap Colletotrichum spp. pada buah mangga, maka metode yang dapat dilakukan meliputi deteksi dan identifikasi, pengujian invitro, pengujian invivo, dan pengujian kualitas buah. Berbeda, jika metode untuk kombinasi perlakuan terhadap bakteri pada benih melon, maka metode yang dilakukan meliputi isolasi, identifikasi, infestasi, sterilisasi, perlakuan tunggal, perlakuan kombinasi, pengujian kualitas benih (vigor dan daya kecambah), pengujian fenotif tanaman. 

Jika metode telah disusun secara benar maka pembaca akan mudah mengerti apa yang telah dituliskan dan dapat mengulanginya kembali metode yang telah dijabarkan.

3. Hasil dapat ditampilkan berupa gambar atau tabel.

Tampilan hasil baik berupa gambar atau tabel, disesuaikan dengan data yang diperoleh. Jika data yang diperoleh menunjukkan peningkatan dari awal sampai akhir pengamatan, maka dapat ditampilkan dalam bentuk gambar diagram trend. Apabila data yang diperoleh berupa hubungan beberapa parameter yang saling berkaitan, maka dapat ditampilkan dalam bentuk tabel atau treatment windows. Selain itu, tampilan gambar dari hasil foto gejala atau ukuran suatu spora cendawan, maka harus disertai dengan skala.

4. Pembahasan harus membahas secara komprehensif, mensitasi dari beberapa referensi baik terkait dengan objek penelitiannya, kemudian dihubungan dengan analisis dari berbagai sudut. Biasanya, pembahasan yang mendalam akan membutuhkan banyak referensi.

5. Kesimpulan harus sesuai dengan tujuan. Jika kesimpulan menyebutkan kualitas tanaman seperti daya kecambah, maka persentase daya kecambah tersebut dituliskan dengan angka.

6. Daftar pustaka sebaiknya menggunakn style yang sudah ditetapkan oleh jurnal yang dituju. 

Mengikuti kegiatan ini membuat saya jadi lebih mengerti bagaimana teknik menyusun artikel ilmiah dengan baik dan benar. Penyusunan artikel ilmiah tidak dapat dilakukan sekali atau dua kali, bahkan bisa berkali-kali. Libatkan kolega kita untuk me-review artikel yang telah disusun sehingga artikel yang akan di-submit dapat meyakinkan editor untuk meng-accept-nya. Semoga artikel ilmiah yang telah disusun dapat dipublikasikan pada jurnal impian.



Wednesday, 6 February 2019

Hal yang Selalu Dirindukan dari Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian

00:49:00 0 Comments
Siapa menyangka, ternyata beberapa orang ditakdirkan bekerja di bidang pertanian, seperti di Kementerian Pertanian. Salah satu instansi pemerintah di Kementerian Pertanian, yang fokus di bidang pertanian adalah Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian. Kantor ini terletak di Jl. Raya Kampung Utan, Setu, Desa Mekar Wangi, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. 

Jika kamu pernah mendatangi kantor tersebut, maka terdapat beberapa hal yang akan selalu kamu rindukan untuk kembali datang mengunjunginya :

1. Suasana Lingkungan

Sesaat memasuki area dalam kantor tersebut. Kamu akan disambut kicauan burung nan merdu, apalagi jika datang di pagi atau senja hari, kupu-kupu akan menemani sepanjang perjalanan kamu melintasi kantor ini. Suasana asri bak berada di pedesaan akan menyeruak saat berada di lingkungan kantor tersebut.

Penataan lanskap yang cukup unik, dapat kamu saksikan saat melintas di area kantor tersebut. Berbagai jenis tanaman, baik tanaman kelapa sawit, tanaman berbunga, sampai tanaman buah, dapat kamu temui saat berada di lingkungan kantor tersebut. Tanaman tampak terawat dan tersusun dengan apiknya. Terkadang, beberapa pohon besar yang rindang selalu menggugurkan daunnya  seperti guguran daun di musim gugur. Duh, romantis banget deh lihatnya. Kamu juga bisa melihat beberapa tanaman dalam spot tertentu yang membentuk huruf tertentu, unik, ya.

2. Fasilitas yang Tersedia

Tak bisa dipungkiri lagi, kalau berbagai fasilitas di dalamnya, membuat kantor ini menjadi high class di kalangan instansi pemerintah. Beberapa gedung yang terlihat keperkasaannya seperti gedung asrama, gedung pendidikan, gedung administrasi, workshop, dan animal cage. Masing-masing gedung tersebut memiliki fasilitas yang dijamin membuat hidupmu bagai di surga. 

3. Kebersihan

Tenaga kebersihan yang mumpuni merupakan aset yang berharga. Keahlian mereka dalam bidang bebersih, menyulap lingkungan kantor ini  terlihat clear. Saat kamu memasuki area gedung pendidikan, misalnya. Kamu akan menemukan deretan lantai dan toilet yang kinclong dan glowing. Tak ada keraguan untuk duduk santai dimanapun kamu berada. 

4. Keamanan

Memiliki bagian keamanan yang disisplin sesuai standar operasional prosedur adalah hal yang paling penting. Berbagai aset negara harus dijamin keamanannya. Jika kamu meletakkan kendaraan di dalam area kantor ini. Dijamin, enggak akan hilang atau  tertukar karena bagian security siap mengamankan semua yang berada didalamya.

Saat kamu telah berada di tempat lain, dan mengingat kembali Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian, maka rasa nyesek akan langsung muncul dari hatimu yang paling dalam. Sungguh, kamu akan sangat merindukan kantor ini disaat kamu tidak lagi berada didalamnya.