Follow Us @soratemplates

Sunday, 2 February 2020

Yesterday is Library Day

06:24:00 0 Comments
Pagi gaes, jumpa lagi di awal bulan Februari 2020.  Saya pagi ini bersemangat untuk menuliskan apa yang telah lakukan kemarin *wew, he. 

Saya biasanya kalau lagi mumet, paling enak nulis di blog. Bingung banyak yang harus diselesaikan, jadilah nulis sebagai obat penenang hati yang sedang gundah gulana *idih, malah curcol.

Yesterday, saya diamanahkan untuk mengajar materi library kepada calon petugas karantina pada pendidikan dan pelatihan teknis perkarantinaan di Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian.

Peserta terdiri dari dua angkatan, yaitu angkatan 55 dan 58. Angkatan 55 merupakan calon pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT) ahli yang terdiri dari 4 orang. Sedangkan angkatan 58 merupakan calon POPT terampil yang terdiri dari 28 orang.

Kegiatan yang dilakukan berjalan dengan seru. Mereka bersemangat mempelajari digital library. Acara dimulai dengan perkenalan dari para peserta, perkenalan dari saya sebagai narasumber, peserta mengerjakan pre test, peserta membacakan hasil pre test mereka di depan kelas, pemaparan materi digital library, promosi buku antologi dan solo saya dan terakhir mereka menyelesaikan tugas kelompok.

Kegiatan pembelajaran dialokasikan selama lima jam. Kegiatan berjalan dengan lancar, tak menyangka empat jam telah berlalu begitu cepat, sehingga mereka hanya memiliki jatah satu jam menyelesaikan tugas kelompok tersebut. Alhasil, tugas kelompok mereka akan dikirim hari ini via email.

Selamat menyelesaikan tugas, gaes.



Pemaparan  aplikasi i-tani oleh salah satu peserta

Tuesday, 7 January 2020

Ngidam Durian yang Kesampean

03:51:00 0 Comments
Assalamualaykum bloggers...

Hayo, saya mau tanya. Sekarang musim apa? Awas lho, jangan jawab musim hujan, karena itu sensitif *he

Yap, betul. Sekarang sedang musim buah durian, manggis, dan rambutan. Namanya lagi musim, meskinya buah tersebut beredar secara terang-terangan dimana-mana, ya, bloggers. Tanpa kecuali, saya pun ngiler alias ngidam pingin mencicipi salah satu dari buah tersebut.

Pastinya, durian. Saya kira hanya mimpi bisa menikmati durian dalam waktu dekat. Ternyata enggak. Berkat hari ulang tahun Ibu Mira Hartati, beliau menyuguhkan durian yang lumayan mantap. Durian upin ipin, kecil dan makyus.

Alhamdulillah, kesampean juga makan duriannya. Terimakasih Ibu Mira.

Bersama Ibu Ummu Salamah Rustiani, Ini 1/4 bagian dari durian yang dibeli *he



Wednesday, 1 January 2020

Drama di Awal Tahun 2020

10:33:00 0 Comments
Assalamualaykum gaes,

Tak terasa kita sudah berada diawal tahun 2020, tepatnya 1 Januari 2020. Alhamdulillah, segala kebaikan dan keberkahan di tahun 2019 telah kita dapatkan dengan perfect. Semoga di tahun 2020, semakin barokah dan makin melimpah nikmat yang Allah berikan untuk kita semua.

Mengawali tahun 2020. Saya akan menceritakan secuil drama yang cukup menghebohkan jantung dan hati saya pribadi *wkwk.

Hari Selasa, tanggal 31 Desember 2019. Saya seperti biasanya berangkat bekerja sebagai seorang abdi negara ke daerah Kabupaten Bekasi, lokasi kantor saya berada. Sebenarnya, saya agak bimbang juga sih untuk berangkat atau tidak ke kantor hari itu karena suami sedang demam. Alhamdulillah, suami bisa saya tinggalkan di rumah dengan aman.

Tepat pukul 16.00 WIB, hujan mulai turun dan membasahi kantor saya. Tanpa pikir panjang. Saya dan seorang teman melaju keluar kantor dengan harapan segera dapat sampai ke rumah.

Dilalah, mobil elf yang kami tumpangi melaju dengan sangat lambat. Mobil tersebut, ngetem tanpa mengenal waktu dan kami pun terjebak tak bisa ganti mobil karena hujan semakin deras. Sabar...

Sesampainya di rumah neneknya anak-anak. Saya mendapatkan pesan dari suami untuk dibelikan nasi uduk atau bubur ayam. Ba'da magrib, saya yang ditemani anak perempuan saya mencoba menerobos hujan dengan payung berlabel "BUTTMKP" mencari nasi uduk dan bubur ayam.

Alhasil, nasi uduk yang kami cari tak kunjung datang. Merasa kasihan dengan anak perempuan saya, saya akhirnya memutuskan membeli tongseng dan menyuruhnya menunggu di tempat tersebut, sedangkan saya masih harus mencari bubur ayam.

Berbekal semangat. Saya menyusuri food street di sepanjang jalan dan tak menemukan satupun tukang bubur ayam yang berjualan. Saya menggigil mati rasa, kedinginan dan tak tahu arah lagi. Akhirnya, saya putuskan untuk membeli donat madu beberapa buah untuk mengganjal perut yang sudah kukuriuk. Tepat di depan saya, nasi goreng terlihat dengan manisnya. Tergiur, akhirnya saya belok dan memesannya. Saya memesan nasi goreng satu bungkus. Saya berpikir, nasi tersebut akan cepat tersaji. Ternyata, butuh banyak waktu saat menunggunya. Hampir saja saya menangis, perut saya keram efek sedang haid di hari kedua dan kambuh lagi saat menunggu nasi tersebut. Tanpa basa basi, saya meninggalkan nasi goreng yang sedang dimasak kemudian menyuruh anak perempuan saya untuk mengambil nasi goreng tersebut.

Alhamdulillah, kami sampai di rumah. Saya yang menggigil kedinginan dan menahan rasa sakit di perut sejak tadi langsung beristirahat sampai menjelang pagi.

Tak terasa, setelah bangun, saya sudah berada di tahun 2020. Hujan masih membasahi kota Bekasi. Saya mencoba mencari tahu kondisi di luar rumah. Ternyata, banjir sudah membasahi halaman rumah kami. Suara gelegarnya hujan dan suara perkasanya katak menyambut saya di depan rumah. *Romantis, he.

Saya segera membersihkan diri dan siap menyusuri banjir di sekitar rumah. Tujuan kali ini adalah mencari tukang bubur ayam untuk suami saya yang sedang sakit. Kembali, anak perempuan saya menemani untuk membeli bubur ayam.

Saya sudah menduga akan terjebak banjir. Benar saja menuju tukang bubur ayam. Kami disambut banjir diatas lutut, airnya berbau amis. Saya sempat tersandung sebuah plastik yang menempel di sandal jepit saya. Seorang Bapak berbicara "hati-hati bu". Saya terperanjat dan meng-iyakan. Berbasah-basah ria, kami menyusuri jalan menuju tukang bubur. Alhamdulillah tukang bubur tenyata bertengger di pinggir jalan yang tergenang banjir. Selain itu, banyak sekali terlihat motor yang mogok di pinggir jalan. Duh gusti, drama lagi ini kayak semalam.


"Suara katak di depan rumah saya"