Follow Us @soratemplates

Tuesday, 23 April 2019

Hari ini Bertemu Master of Langaskara

23:11:00 0 Comments
Hai gaes,
Duh, dah lama enggak nulis nih. Berasa kaku jari menari diatas laptop. He, *mulai alay. Malam ini saya mencoba memberanikan diri menulis all about something yang saya temukan hari ini. 

Ceritanya begini gaes *pada suatu hari (ampun jangan digetok). Kebetulan hari ini saya berdinas ke BBKP Tanjung Priok, enggak yangka bertemu dengan Kepala Bagian Umumnya, Bapak Edi namanya.

Uniknya lagi, saya juga bertemu dengan Bapak Wisnu bagian kepegawaian, Bapak yang satu ini sering sekali saya hubungi untuk menanyakan konfirmasi peserta tapi seumur-umur belum pernah lihat wajah aslinya, sumpah dah, beruntung kali yak namanya *He.

Kembali ke point utama. Pertama, kami agak basa-basi menyampaikan maksud dan tujuan kami ke BBKP Tanjung Priok. Diskusi cukup alot, tapi tak sealot kerupuk yang melempem *eh. Berawal dari menyerahkan surat permohonan sampai rencana booking penginapan *Nah, apa tuh?, he. Tuntas kami lahap dalam beberapa jam.

Kayaknya, maksudnya dan tujuan kami sudah tersampaikan dengan baik nih. Tetiba, muncul dalam obrolan kata "Langaskara". Apa tuh? Langaskara adalah Pengenalan Tugas Karantina Pertanian. Aktivitas ini dilakoni para calon pegawai negeri di Badan Karantina Pertanian. Wow, satu-satunya lho di Karantina *eh, promosi. 

Tak disangka dan tak diduga, ternyata saya ketemu salah satu pendiri kegiatan Langaskara ini, Bapak Edi. Tak banyak bicara tapi banyak mendengar. Saya perhatikan dengan seksama cerita dari Pak Edi. 

"Langaskara itu sangat penting untuk diselenggarakan. Disitulah, para karantinawan dan karantina wati, baik yang bekerja sebagai fungsional khusus dan umum, harus mengenal apa itu karantina, bagaimana peraturan perundangan karantina dan bagaimana tugas pokok dan fungsi karantina, sehingga walaupun seorang pegawai hanya bertugas sebagai pembuat surat tugas, misalnya, maka pegawai tersebut tahu jika ditanya tentang karantina, nah disitulah point intinya. Antara fungsional khusus dan umum bersatu padu melaksanakan tugas perkarantinaan."

Ooh...barulah saya sadar, tenyata teramat penting kegiatan langsakara dilakukan. Wong, master-nya saja sudah dengan cermat dan memikirkan matang-matang output dari kegiatan tersebut. Lah, kita sebagai pesertanya meski semangat menjalankan kegiatan tersebut. Betul enggak?

Semoga para perintis karantina dimanapun berada saat ini, selalu sehat dan bahagia. Bangga dengan kami para karantinawan dan karantinawati muda yang akan meneruskan tongkat estapet  perjalanan karantina di Indonesia, melindungi Indonesia dari bioterorism.

Terimakasih Pak Edi, atas cerita singkat dan padatnya hari ini. Semoga Bapak selalu sehat dan senyum menyaksikan kami yang dengan bangganya berada di Badan Karantina Pertanian.

Jayalah terus Karantina Indonesia.

By : Barantan


Friday, 5 April 2019

Entah Mengapa

21:53:00 0 Comments
Entah Mengapa 

oleh : Salbiah


Entah mengapa helaian demi helaian serasa terbang 
Terbang...
Hilang terbawa angin saat mendengar sang pohon beringin dipuja
Ah, aku terlalu baper rupanya

Entah mengapa aku jadi merundukkan tubuhku
Kaku dan lemah saat mendengar sang pohon beringin tersenyum lebar
Apa yang dia banggakan?
Apakah dia patut berbangga?
Apakah dia patut sombong?
Apakah dia patut meremehkanku?

Memang aku hanya sejumput rumput
Rumput kecil yang terlihat lemah

Mungkin...
Mungkin dia dan mereka menganggap aku receh
Rumput receh apalah daya
Menerima nasib
Ya... nasib
Langit sudah adil kah Kau padaku?

Hix...


Bekasi, 5 April 2019 (21:50 WIB)
Dalam malam yang penuh dengan melow

Pixabay.com



Bekasi Merindu

03:51:00 0 Comments
Bekasi Merindu

oleh : Salbiah

Tak seperti biasanya
Kenapa embun ini selalu membanjiri tubuh kecilku
Aku sadar
Sebagai rumput liar yang kecil
Hanya pantas diinjak-injak dan aku tak berdaya

Saat pohon beringin gagah dengan segala pujiannya
Aku hanya terinjak-injak
Aku terkoyak
Hampir terhempas ke luar lapangan
Ah, benar enggak sih?
Apa cuma perasaan aku saja

Berpikir positif
Itu yang harus aku lakukan
Semoga dengan itu
Embun akan hilang dari tubuhku

Tapi,
Langit....
Bolehkan aku bercerita
Aku merindu
Rindu akan suasana itu
Rindu akan khazanahmu

Aku merasa...
Aku jauh terbelakang dari yang lain
Ya...
Mereka sudah sampai di puncak khazanahmu
Sedangkan aku...
Aku masih meraba setitik cahaya
Duh, 
Kok aku jadi enggak bersyukur ya
Betapa banyak nikmat yang telah Engkau berikan langit
Cuma karena hal itu aku jadi enggak bersyukur
Astaqfirullah...
Maafkan aku langit
Tapi..
Tapi langit..
Aku cuma mau itu
Kapan Kamu menurunkannya untukku
Kapan?

Aku merasa lelah menunggu itu
Aku hampir berputus asa
Aku sangat merindu itu, langit

Ditengah kebimbangan ini
Semoga masih ada harapan

Antara yakin dan tak yakin
Antara putus asa dan semangat
Keduanya ada dalam hati ini

Duh, langit
Please....
Jangan PHP-in aku ya
Aku lelah...

Entah demi apa
Aku masih berpijak di bumiMu
Aku masih siap mengemban embun dariMu
Walau rasanya aku tak sanggup memikul embun ini
Bismillah, aku pasti bisa melewati ini
Entah sampai kapan

Langit, aku disini di Bekasi
Bekasi Merindu itu
Kau dengar suara itu langit
Suara hati ini....

Berharap happy ending....



Bekasi, 5 April 2019


Pixabay.com