Sulfuryl Fluoride, Pestisida Alternatif Tertokcer Membunuh Serangga

Hai, Sahabat Salbiah!


"Selamat sore Mbak Salbiah. Saya tertarik dengan tulisan di blog Anda. Apakah saya boleh bertanya lebih lanjut mengenai fumigasi ke Mbak? Saya sudah kirim DM lewat IG Mbak. Mohon ditanggapi ya, Mbak. Terimakasih." Begitulah isi pesan dari salah satu pembaca tulisan di blog ini, beberapa minggu yang lalu. Mengingat hal tersebut, akhir pekan ini, saya coba menuliskan kembali tentang fumigasi.

Gaes, fumigasi itu pengendalian hama (perlakuan) dengan menggunakan fumigan (pestisida berbentuk gas) di dalam ruang yang kedap gas, pada suhu dan tekanan tertentu.

Untuk menambah khazanah tulisan terkait fumigasi. Sekarang, saya akan sedikit menulis tentang salah satu fumigan. Sebelumnya saya sudah pernah menuliskan metil bromida dan fosfin. Keduanya merupakan fumigan yang paling populer, baik karena keefektifan maupun ekonomisnya. Sehingga, selalu digunakan untuk membunuh serangga di seluruh belahan dunia, dimanapun.

Kini, penggunaan metil bromida sudah mulai dikurangi gaes, karena efeknya merusak ozon. Nah, kalau ozon semakin rusak akibat penggunaannya yang berlarut-larut, so pasti bisa dibayangkan, es di kutub utara dan selatan bisa meleleh. Makanya berdasarkan protokol montreal, kini metil bromida sudah phaseout.  Akan tetapi, untuk quarantine pre shipment (QPS) masih diperbolehkan. Jika untuk QPS juga sudah tidak diperbolehkan, lalu apa ya alternatif fumigan penggantinya?

Begitu pula dengan penggunaan fosfin. Berdasarkan publikasi yang telah ada, ia banyak menimbulkan resistensi (ketahanan) pada berbagai serangga. Jadi, kalau kamu punya stok beras dalam jumlah besar. Biar enggak dimakan oleh serangga, kamu bunuh tuh serangga dengan fosfin. Awalnya serangga pasti mati, tapi jika beras itu selalu berikan perlakuan dengan fosfin, maka dapat dipastikan serangganya bakalan kebal alias resisten. Oleh karena itu, perlu ada alternatif fumigan penggantinya.

Melihat berbagai dampak yang ditimbulkan oleh kedua fumigan tersebut. Sudah seharusnya diperlukan kajian untuk melihat potensi fumigan lainnya, yang dapat dijadikan alternatif.

Sebagai salah satu alternatifnya, ya dengan sulfuryl fluoride.  Yuk kita kulik sifat kimia dan fisik  sulfuryl fluoride. Pestisida ini memiliki rumus kimia SO2F2. Kata ahlinya, si doi memiliki berat jenis gasnya 2,88 (udara = 1); berat molekul sebesar 102,06; berat jenis cair 1,342; titik didihnya -55 C; titik cair -136,7 C; kelarutan dalam air 0,75 g/l; TLV 5 ppm; faktor konversinya 1/g m3 =240 ppm.

Sifat fisik sulfuryl fluoride, kamu wajib tahu juga nih, seperti efektif membunuh serangga, daya penetrasi tinggi, tidak korosif, tidak berbau, tidak berwarna, tidak mudah terbakar, tidak merusak ozon, belum ada laporan resistensi, dan aplikasinya mudah.

Keren, ya, sifat kimia dan fisiknya. Jadi, kalau mau tahu keunggulan suatu fumigan, kamu meski tahu sifat kimia dan fisiknya. Selain itu, sulfuryl fluoride juga memiliki kriteria sebagai fumigan yang baik.

Berdasarkan hal tersebut, Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian (Karantina Uji Terap), sebagai salah satu instansi di bawah Badan Karantina Pertanian. Sudah melakukan kajian sulfuryl fluoride sebagai fumigan alternatif.

Tujuan kajiannya, untuk menentukan dosis dan waktu papar yang dapat mematikan serangga seperti Sitophilus zeamais, Liposcelis spp., Dinoderus minutus, Heterobostrychus aequalis, Lyctus brunneus, Araecerus fasciculatus tanpa menurunkan mutu komoditasnya (jagung, log kayu, dan kulit kayu manis).

Kami melakukan kajian dengan waktu yang enggak sebentar. Dan metode yang digunakan sudah terstandar. Mulai dari rearing (perbanyakan) serangga, sampai proses perlakuan fumigasinya. Dilakukan sesuai standar operasional prosedur, merujuk pada International Standars for Phytosanitary Measures (ISPM) dan standar teknis perlakuan fumigasi Badan Karantina Pertanian.

Hasilnya, mencengangkan gaes. Serangga yang kami ujikan, mencapai kematian 100% dan enggak menurunkan daya kecambah komoditasnya. Bahkan, pada kayu manis, residu fluoride tidak melebihi batas maksimum yang dipersyaratkan oleh Amerika dan Eropa.

Hasil kajian ini, telah kami sebarkan melalui acara One Day Dissemination tanggal 17 Desember 2019. Kebetulan, saya yang memaparkannya pada acara tersebut.

Nah, sudah ada sedikit gambaran kan tentang sulfuryl fluoride?  Kalau kamu, pernah enggak punya pengalaman dengan pestisida?  Tulis, ya di kolom komentar, saatnya kita berbagi.


Salam,

Comments

  1. Waw sekeren itu pestisida nya kuman bisa mati sampai 100%, aku pribadi ga begitu tau soal pestisida tapi ini menurutku rekomendasi yang bagus banget, next time mau coba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Mbak, tapi ini skala besar sih penggunaannya. Untuk skala ekspor dan impor gt.

      Delete
  2. Buatku pestisida dan sejenisnya itu asing bgt mbak. Karena emg nggak ngerti dan nggak pernah disuruh beli2 obat2an hama. Hhh
    Tp emg bahaya bgt ya kl merusak ozon karena bisa bikin kutub utara mencair, syukurlah udh ada solusi yg tepat..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini salah satu alternatifnya Mbak. Mdh-mdhan bisa jadikan solusi ke depannya, tentunya untuk kepentingan bersama ya.

      Delete
  3. Ulasannya sangat bermanfaat, Mbak. Dulu pernah belajar kalau pestisida bisa menyebabkan serangga jadi kebal karena selalu diberi perlakuan yang sama. Istilahnya resistant ya, Mbak. Ilmu baru buat aku ini. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Mbak namanya resisten alias kebal. Saya juga masih dalam tahap belajar Mbak. Sama-sama belajar dan kita saling berbagi kebaikan.

      Delete
  4. MasyaAllah, pengetahuan saya langsung bertambah. Membaca dari awal bingung karena asing dengan banyak istilah-istilah baru. Harus baca berulang baru agak tahu tapi belum paham. Susah-susah namanya, lebih susah dibandingkan nama orang Korea #eh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow, keren sudah dibaca berkali-kali. Makasih loh Mbak, sudah berusaha memahami. Mana yang paling sulit, kata-katanya Mbak? Semoga mendapatkan ilmu yang baru dan barokah. Wew, ketahuan suka nonton drakor, ya.

      Delete
  5. Informasi baru buat sy, karena sama sekali gak ngerti tentang yang begini. Hehee
    Bisa nih sy kasih tau ortu utk kebun belakang rumah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah kan ya, sekarang jadi ngerti. Mudah-mudahan barokah dan bermanfaat. Salam untuk ortunya.

      Delete
  6. ini buat konsumsi rumahan bisakah? masih asing banget dengan istilahnya hehehe... tapi, makasih sharingnya mbak :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pestisida ini digunakan di gudang untuk skala besar seperti gudang beras, jagung atau gandum. Ya memang pestsidanya juga baru dan belum banyak beredar di pasaran.

      Delete
  7. Woooow. Dan saya terkagum kagum membaca artikel ini. Banyak istilah yang baru saya dengar ni mbak.Lalu si sulfuryl fluoride ini sudah beredar dengan brand apa mba? Di kalangan pertanian mereka sudah menggunakan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Mbak sudah membacanya. Mereknya yang sudah beredar masih belum banyak, salah satunya Fumiguard 99 GA. Sulfuryl fluoride sejauh ini digunakan untuk pemeliharaan warehouse/gudang Mbak.

      Delete
  8. Wah berarti Sulfuryl fluoride adalah ramah lingkungan ya Mbak, memang dari sekarang harus mencari formula khusus agar tidak merusak lingkungan,
    Kasian kan niatnya ingin membunuh kecoak berubung si Kucing juga makan alhasil ikut mati,
    Terimakasih atas informasinya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sulfuryl fluoride itu pestisida kimia Mas. Semua penggunaan pestisida jika tidak mengikuti prosedur ya bisa saja terjadi hal seperti itu. Sehingga, pestisida harus digunakan dengan bijak dan sesuai dengan prosedur.

      Delete
  9. Wah, tulisan ini menambah wawasan buat saya tentang peptisida. Jadi sulfuryl flouride itu buat basmi hama tapi tetap ramah lingkungan ya? Ini hanya dipakai buat tanaman aja?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Mbak untuk basmi hama pada komoditas pertanian.

      Delete
  10. Makasih infonya Mbak, wah keren ya sulfuryl flouride ecektif bisa membunuh serangga hingga 100%, jujur aku masih awam tentang pestisida ini, baca artikel ini jadi sedikit faham tentang kriteria menentukan pestisida yang cocok, bisa dilihat dari sifat fisik dan kimianya dan tentu tingkat keefektifannya.

    ReplyDelete
  11. Yap betul sekali Mbak. Semoga artikelnya manfaat dan barokah. Selalu berbagi yang terbaik untuk kebaikan bersama ya.

    ReplyDelete
  12. Makasih infonya, Mbak. Soalnya, memang awam banget masalah beginian. Lingkungan saya petani, bisa dibagi ke keluarga nih infonya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama. Semoga bermanfaat ya Mbak. Bisa berbagi info kesiapapun silakan saja.

      Delete
  13. Oh... aku baru tahu ada fumigasi. Ini merupakan terobosan baru di dunia pertanian ya mbak? Sepertinya cukup efektif untuk membantu petani Indonesia menyerang hama/

    ReplyDelete
  14. Ya Mbak, Mudah-mudahan info ini membantu semua kalangan masyarakat ya Mbak.

    ReplyDelete
  15. Untuk rumah bisa diaplikasikan gak mba. Baru kali ini blogwalking dapet artikel yang syarat bahasa kimia. Jadi menambah pengetahuan saya. Makasih mb

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa Mbak, untuk perawatan rumah. Jadi rumahnya disemprot sama pestisida ini. Bentuknya kan gas.

      Delete
  16. Jadi inget pas kuliah kimia Analitic kalau nemu rumus kimia begini. Kuudah lupa tapinya. Hehe ... Bagus banget berarti, ya, sulfuryl floride karena efektif 100%.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh ya Mbak Lia kan apoteker ya, jadi meski paham nih sama yang beginian. Kebanyakan nulis lifestyle ya Mbak jadi lupa deh.

      Delete
  17. Sulfuryl fluoride bisa jadi alternative penggunaan pestisida yang lebih ramah ya, mba. Tapi apakah sifatnya yang tidak berbau itu terjamin aman, mba? Btw,produknya mudah didapat mba karena bisa membantu para petani.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang namanya bahan kimia lebih dikaitkan dengan keefektifannya dalam membunuh Mbak. Emang enggak berbau Mbak, ini juga masih dalam diskusi, semoga ke depannya bisa ditambahkan warming agent, dengan bau misalnya, biar aman buat manusia.

      Delete
  18. Baru tahu Mba. Beneran buta tentang hal beginian... hehehehe. Nice info. Terima kasih Mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, info baru ya, semoga manfaat.

      Delete
  19. Riset yang nggak sebentar itu berapa lama kah mba? Hehe. Dosisnya SO2F2 ini dibandingkan fumigan lain yang udah lebih dulu beredar lebih sedikit atau gimana ya mba? Semoga hasil risetnya bisa diterima pasar dengan baik jadi optimal juga pemanfaatannya ya mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Minimal setahun Mbak untuk satu kali pengujian. Fumigan lain yang sudah duluan beredar, ini malah yang agak-agak terakhir sih, tapi sdh diuji cobakan kok. Aamiin, semoga hasilnya membawa kebaiakn bersama ya.

      Delete
  20. Wah fumigan ini untuk skala besar kah? Seperti sawah atau ladang... yang perlu petani atau pekebun...
    kalau untuk kebun kecil di rumah saya kayaknya belum perlu ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya untuk skala besar Mbak, misalnya di gudang, palka kapal, container di pelabuhan dsb. Untuk rumah juga bisa kok, malah di Amerika byk yang menyemprot rumah mereka dengan fumigasi ini.

      Delete
  21. Artikel yang berfaedah, menambah ilmu baru buatku. Terima kasih ya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, semoga bermanfaat ya Mbak.

      Delete
  22. Sulfuriyl flouride itu contohnya apa ya Mbak? bisa didapatkan bebas gitukah? secara ya yang sering menggaggu tanaman itu emang serangga ya.

    ReplyDelete
  23. Kalau di pasaran belum banyak beredar ya Mbak, merek dagangnya ada yang namanya fumiguard 99 A atau lainnya. Bisa Mbak kalau untuk mendapatkannya krn sudah ada izin edarnya, tapi penggunaannya harus yang ahlinya, karena ini beracun, bahaya buat manusia, harus ada standar operasional prosedur dalam pemakainnya.

    ReplyDelete
  24. Wah sudah lama nggak main di blognya Salbiah ternyata banyak yang berubah. Bukan cuma headernya sajaa tapi cara penyampaiannya juga. Saya yang awam jadi paham dengan sulfury fluorida yang dibahas ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih, kangen dengan Mbak Siska.. Dulu sering BW. Iya Mbak, berproses ya, alhamdulillah sekarang jadi lumayan ngeh teknis nulis agar orang lain jadi lebih paham. Cium tangan dulu sama guru.

      Delete

Post a comment