Follow Us @soratemplates

Thursday, 28 February 2019

Semua tentang Karantina di 2018 #2

Hai Dears, melanjutkan tulisan saya beberapa waktu yang lalu. Bagian kedua ini, saya akan kembali menuliskan kegiatan saya yang berkaitan dengan dunia perkarantinaan. Nah, ini dia beberapa aktivitas saya yang wajib kamu ketahui, kuy:

1. Panitia Bimbingan Teknis Pengujian Kesehatan Benih

Kegiatan Bimbingan Teknis Pengujian Kesehatan Benih dilaksanakan pada tanggal 19-24 Februari 2018. Kegiatan ini bertempat di Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian Bekasi.

Peserta bimbingan teknis pengujian kesehatan benih berasal dari unit pelaksana teknis  lingkup Badan Karantina Pertanian sebanyak 24 orang, Direktorat Perlindungan Hortikultura sebanyak 1 orang, dan perusahaan benih sebanyak 6 orang. Sedangkan Narasumber berasal dari Badan Karantina Pertanian, Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian, Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian, serta Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Materi pada bimbingan teknis ini sangat komprehensif, dimulai dari materi regulasi dan kebijakan Badan Karantina Pertanian dalam peredaran benih sampai dengan praktikum uji kesehatan benih. Selain itu, dilakukan pre-test dan post-test untuk masing-masing peserta.

Diharapkan setelah dilakukannya kegiatan bimbingan teknis ini, para petugas karantina pertanian/analis laboratorium instansi terkait dapat melakukan pengujian kesehatan benih, khususnya komoditas padi, jagung, kedelai, dan hortikultura yang terinfeksi patogen.

2. Pembahasan Analisis Risiko Organisme Pengganggu Tumbuhan (AROPT)

Kegiatan pembahasan AROPT ini dilakukan di Hotel Permata Bogor pada tanggal 19-21 September 2018. Kegiatan ini diikuti oleh para petugas karantina atau yang biasa disebut para AROPTer dari beberapa wilayah di Indonesia. 

Tim pembahas bersal dari beberapa instansi yang kompeten dibidangnya. Saat itu, saya membahas hasil analisis risiko organisme pengganggu tumbuhan terhadap pemasukan bibit murbei dari Cina. Kesimpulan Inisiasi bibit murbei asal Cina berpotensi membawa 17 spesies OPT/OPTK yang belum terdapat di Indonesia atau sudah ada tapi masih terbatas.

3. Peserta Pelatihan Isolasi dan Identifikasi Aspergillus, Penicillium dan Talaromyces

Pelatihan ini dilakukan di Biotrop, Bogor selama empat hari, hari Selasa-Jumat, tanggal 28-31 Agustus 2018. Peserta mendapatkan materi terkait teknik isolasi dan identifikasi cendawan dari genus Aspergillus, Penicillum, dan Talaromyces.

Keynote speaker pada pelatihan ini berasal dari Westerdijk Fungal Biodiversity Institute, Netherlands. Mr Robert A Samson, namanya. Beliau merupakan salah satu ahli mikologi dunia. Bangga, ya, dapat transfer ilmu dari ahlinya langsung.

Identifikasi dilakukan secara morfologi dan molekuler karena ketiga genus cendawan ini sangat beragam. Genus Aspergillus sudah ditemukan ± 410 spesies, genus Penicillum sudah ditemukan 300 spesies, dan genus Talaromyces sudah ditemukan 100 spesies. 

Pengalaman  yang tak kan terlupakan telah mendapatkan ilmu dari ahlinya langsung. Mantap jiwa.

4. Panitia One Day Dissemination

Kegiatan Diseminasi Hasil Uji Terap dalam Mendukung Akselerasi Ekspor atau yang biasa disebut One Day Dissemination, dilaksanakan selama 1 hari pada tanggal 4 Desember 2018. Kegiatan ini bertempat di Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian. 

Tujuan kegiatan ini adalah  untuk meningkatkan pengetahuan pemangku kepentingan (stakeholder) mengenai hasil uji terap, sehingga meningkatkan daya saing produk pertanian di pasar global.

Peserta berasal dari unit pelaksana teknis  lingkup Badan Karantina Pertanian, instansi pemerintah, perusahaan swasta, dan mahasiwa pascasarjana. Sedangkan narasumber  berasal dari Badan Karantina Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB), Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi Badan Tenaga Nuklir Nasional (PAIR-BATAN), Balai Besar Penelitian Veteriner (BBALITVET), TV Tani Kementerian Pertanian, dan Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian. 

Setelah mengikuti diseminasi, peserta diharapkan dapat mengetahui hasil-hasil uji terap yang telah dilaksanakan Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian dan dapat mengimplementasikannya dalam tindakan karantina.

5. Evaluasi Kegiatan Penguatan Sumber Daya Manusia

Merupakan kegiatan penutup kami di bulan Desember 2018.  Kegiatan ini dilakukan selama tiga hari, yaitu tanggal 18-20 Desember 2018 di Bengkulu.

Sesampainya kami di Bengkulu, langsung meluncur menuju SKP Kelas I Bengkulu, yang beralamat di Jl. Depati Payung Negara Km. 14, No. 04, Pagar Dewa, Selabar, Kota Bengkulu. Kami menyampaikan maksud kedatangan yaitu dalam rangka mengevaluasi kegiatan Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian yang sudah atau belum diimplementasikan di Unit Pelaksana Teknis Badan Karantina Pertanian sehingga diharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas, tangguh, dan terpercaya.
  
Evaluasi dilakukan dalam bentuk kegiatan survei terhadap UPT operasional karantina pertanian baik di tempat pemasukan/pengeluaran dan daerah perbatasan salah satunya adalah di Unit Pelaksana Teknis lingkup Badan Karantina Pertanian yaitu  SKP Kelas I Bengkulu. 

Selain itu, Kami memberikan kuesioner terkait kegiatan monitoring dan evaluasi kegiatan penguatan sumber daya manusia di SKP Kelas I Bengkulu yang diketahui oleh plh. Kepala Balai yaitu Ibu Drh. Hemey Puji Harsanti selaku Kepala Subseksi Pelayanan dan Operasional.

Luar biasa aktivitas tahun 2018. Mantul dears, mantap betul. Segala pengalaman dan ilmu yang telah diperoleh,semoga dapat diaplikasikan untuk kepentingan negara tercinta, Indonesia. 

Pemberian sertifikat pelatihan isolasi dan identifikasi Aspergillus, Penicillium, dan Talaromyces


No comments:

Post a Comment