Follow Us @soratemplates

Saturday, 1 December 2018

Keren Ih, Kampus Penelitian Pertanian


Bahagia saat mendapatkan kabar kalau teman-teman perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian menyambut baik niat saya untuk mendapatkan koleksi local content dari instansi mereka. Yah, karena koleksi perpustakaan kami memang jauh dari kata “banyak dan cukup”, bahkan bisa dibilang kurang. Kapasitas rak koleksi yang besar tapi tidak diimbangi dengan koleksinya yang banyak. Oleh karena itu, saya meminta bantuan kepada teman sesama pengelola perpustakaan untuk ikut menambah koleksi di perpustakaan kami yaitu Malahayati Pustaka, Badan Karantina Pertanian.

Saatnya berangkat menuju Kampus Penelitian Pertanian di Cimanggu Bogor. Ada empat lokasi yang saya tuju yaitu Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat serta Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian.

Berikut ulasannya….

1. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian.

Balai ini merupakan instansi dibawah naungan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian yang memiliki visi menjadi lembaga litbang berkelas dunia dalam mengembangkan sumberdaya lokal Indonesia berbasis bioteknologi.

Fasilitas yang dimiliki instansi ini diantaranya fasilitas uji terbatas, laboratorium biokomia, laboratorium biologi molekuler, laboratorium biologi sel dan jaringan.

Sebelum memasuki gedung, mari kita berselfie dulu “Cekrek”. Sesampainya di ruang perpustakaan. saya bertemu dengan Ibu Genta dan Bapak Kohar selaku pengelola perpustakaan. 

Lokasi perpustakaan ini berada dibagian paling depan gedung. Ruangannya tidak terlalu besar namun nyaman saat berada didalamnya. Pengelola perpustakaannya sangat ramah dan menyambut kami dengan antusias. 

Tak lama saya disana, tapi begitu banyak yang saya dapatkan di perpustakaan ini. Jika disimpulkan, ada beberapa inovasi pada perpustakaan ini diantaranya aplikasi buku tamu, aplikasi local contet terbitan internal instansi, kegiatan mengumpulkan ebook dalam aplikasi Mendeley, kegiatan membuat folder dalam setiap kegiatan, membuat jejaring antar peneliti dibawah komando perpustakaan.

Pada saat saya sampai didalam ruang perpustakaan, saya langsung menulis buku tamu dalam aplikasi dikomputer. Aplikasi ini sangat unik dan komprehensif karena memuat menu pinjam buku, baca buku, laporan, dan kesan. Sebagai pengelola perpustakaan, aplikasi ini memudahkan kita untuk mendapatkan rekapan buku yang pinjam, buku yang dibaca, dan laporan per satuan waktu. Selain itu, setiap pemustaka diberikan kuesioner dan selanjutnya kuesioner tersebut akan diinput dalam menu kesan. Dengan demikian, aplikasi ini memudahkan pengelola perpustakaan dalam rekap setiap kegiatan yang telah dilakukan di perpustakaan.

Aplikasi local contet adalah aplikasi yang digunakan untuk terbitan internal instansi tersebut. Setiap peneliti yang menyerahkan publikasi akan dimasukkan dalam aplikasi tersebut. Sehingga, ketika si peneliti yang bersangkutan dan peneliti lainnya akan mencari ulang publikasinya maka akan dengan mudah didapatkan. Akan tetapi, jika pemustaka diluar instansi tersebut akan meminta publikasi tersebut maka publikasi hanya dapat dikirimkan via email sehingga setiap transaksi yang terjadi dalam perpustakaan akan tetap tercatat.

Pengelola perpustakaan juga mengumpulkan ebook dalam aplikasi Mendeley. Setiap kali mendapatkan ebook yang tidak berbayar maka pengelola perpustakaan mengunggahnya dan mengoleksinya dalam aplikasi Mendeley sehingga para pemustaka akan dengan mudah menemukan ebook yang diinginkan.

Pengelola perpustakaan juga membuat folder dalam setiap kegiatan. Folder dibagi berdasarkan tahun dan berdasarkan kegiatan yang dilakukan, sehingga memudahkan pengelola perpustakaan untuk mencari dokumen kegiatan yang telah atau sedang dilakukan.

Pengelola perpustakaan juga membuat jejaring peneliti. Membuat grup peneliti dalam grup email. Setiap peneliti dipersilahkan mengirimkan publikasinya sehingga terjadi komunikasi antara pengelola perpustakaan dengan peneliti.

Setiap koleksi dalam rak koleksi selain dimuat berdasarkan klasifikasi universal decimal classification juga dimuat berdasarkan subjek yang sama dan diurutkan berdasarkan abjad. Ini memudahkan pengelola perpustakaan dalam temu kembali koleksi yang telah berada dalam rak koleksi.

Diakhir kegiatan, saya mendapatkan beberapa sumbangan koleksi perpustakaan baik berupa buku teks, leafleat maupun jurnal.



2. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura

Balai ini merupakan instansi dibawah naungan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian yang memiliki tugas pokok melaksanakan penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program, penelitian, pengembangan, dan inovasi dibidang hortikultura, serta pemantauan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan.

Publikasi pada instansi ini meliputi jurnal, bulletin, leafleat, dan brosur. Saya bertemu dengan Bapak Yani selaku pustakawan di perpustakaan. Perpustakaan ini cukup baru dengan tipe bangunan modern. Rak koleksi terlihat baik dan tertata rapi. Pada perpustakaan ini, aplikasi buku tamu yang digunakan sedang dalam proses maintance sehingga saya menulis buku tamu secara manual. Perpustakaan ini memuat koleksi terbitan internal dan terbitan Kementerian Pertanian. Diakhir kegiatan, saya mendapatkan beberapa sumbangan koleksi perpustakaan berupa buku teks dan leafleat.



3. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat

Balai ini merupakan instansi dibawah naungan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian yang memiliki visi menjadi balai berkelas dunia dalam penelitian dan diseminasi inovasi tanaman rempah dan obat. Fasilitas yang dimiliki instansi tersebut diantaranya kebun percobaaan dan rumah kaca.

Saya bertemu dengan Ibu Cucu di perpustakaan. Sejak awal saya memasuki gedung ini, saya merasa tertarik dengan sebuah benda yang bertengger tepat didepan pintu masuk yaitu rak pajangan untuk koleksi terbaru pustaka. Rak ini cukup apik sehingga dapat dijadikan contoh jika akan melakukan pengadaan rak pajangan. 

Ruang perpustakaan cukup luas dengan kondisi nyaman. Saya mengisi buku tamu secara manual. Akan tetapi, menu pada buku tamu ini cukup menarik karena terdiri dari beberapa item yang tidak ada pada menu buku tamu di perpustakaan kami. Patut dicontoh. Diakhir kegiatan, saya mendapatkan beberapa sumbangan koleksi perpustakaan berupa buku teks.




4. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Balai ini merupakan instansi dibawah naungan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian yang memiliki tugas pokok melakukan pengkajian dan pengembangan teknologi pertanian.

Saya bertemu dengan Ibu Roslita. Perpustakaan pada instansi ini cukup elegan dengan posisi gedung terpisah dari gedung utama. Lokasinya terletak di sebelah kiri gedung utama dan berada dibagian depan. Jika dibandingkan dengan perpustakaan lainnya, perpustakaan ini terbilang yang paling nice place. Saya suka....

Saya sangat menyukai arsitektur gedung perpustakaan ini. Rak koleksi bergaya modern dan terdapat beberapa poster yang terpampang cantik di depan gedung. Diakhir kegiatan, saya mendapatkan beberapa sumbangan koleksi perpustakaan berupa buku teks.






Berharap dari kegiatan ini akan memberikan perbandingan dan inspirasi kepada perpustakaan Badan Karantina Pertanian sehingga sistem dan fasilitas yang nantinya akan dimiliki akan memberikan sumbangsih nyata terhadap budaya literasi di Indonesia. 

Salam Literasi Karantina!

No comments:

Post a Comment