Follow Us @soratemplates

Tuesday, 12 June 2018

Thrips parvispinus Karny


Thrips parvispinus Karny

Thrips parvispinus Karny merupakan hama penting.  Tanaman inang sangat polifagus. Beberapa tanaman yang menjadi inang utama T.  parvispinus diantaranya tanaman krisan, Capsicum (paprika), Carica papaya (pepaya), Citrullus lanatus (semangka), dan Solanum tuberosum (kentang) (CABI 2014).

Kehilangan hasil akibat serangan hama ini pada bunga krisan mencapai 40%.  Pada adenium, thrips menyerang bunga yang masih kuncup akibatnya bunga gagal mengembang  dan menjadi kering.  Gejala tanaman yang terserang hama ini adalah bercak-bercak putih atau keperakan/kekuningan seperti perunggu terdapat pada permukaan bawah daun.  Serangan hebat menyebabkan daun dan tunas mengeriting/terpelintir berkerut, melengkung ke atas dan timbul benjolan seperti tumor.  Hama ini makan dan berkembang biak di bunga dan daun muda. Dampak yang diakibatkan diantaranya kerusakan serius pada perkebunan pepaya (Carica papaya) di Hawaii, kerusakan pada berbagai tanaman pangan di Asia, juga untuk tanaman Gardenia rumah kaca di Yunani (Mound & Collins 2000).

Hama ini bersifat kosmopolitan dan tersebar luas di seluruh Indonesia. Penyebaran hama ini paling banyak terdapat di daerah Jawa Timur, Bali Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggaran Timur, dan Bali (Direktorat Perlindungan Tanaman 1992).

Thrips termasuk ke dalam ordo Thysanoptera yang memiliki ciri khusus, yaitu pada tepi sayapnya terdapat rambut yang berumbai-umbai (Jumar 2000). Taksonomi dari Thrips parvispinus sebagai berikut:
Domain           : Eukaryota
Kingdom          : Metazoa
Filum               : Arthropoda
Subfilum          : Uniramia
Kelas               : Insecta
Ordo                : Thysanoptera
Famili              : Thripidae
Genus             : Thrips
Spesies           : Thrips parvispinus

Thrips jantan maupun betina memiliki sayap dan memiliki ovipositor yang berfungsi untuk menusuk dan meletakkan telur ke dalam jaringan tanaman. Panjang tubuh thrips 1-2 mm dan mengalami metamorphosis sederhana/setengah sempurna yaitu mulai dari telur kemudian nimfa setelah itu menjadi imago (CABI 2014).

Telur Thrips parvispinus berbentuk ginjal pada manusi, imago betina akan meletakkan telurnya kedalam jaringan epidermis dengan ovipositornya yang tajam. Ukuran telurnya sangat kecil sehingga tidak akan terlihat dengan mata telanjang. Telur diletakkan dalam jumlah yang besar yaitu dengan rata-rata 80 butir tiap induk. Letak telur akan diketahui dengan memperhatikan bekas tusukan pada bagian tanaman tersebut dan biasanya disekitar jaringan tesebut terdapat pembekakan. Telur-telur ini akan menetas sekitar 3-5 hari setelah peletakkan oleh imago betina (Direktorat Perlindungan Tanaman 1992).

Nimfa Thrips parvispinus berwarna putih pucat atau pucat kekuningan.  Biasanya nimfa thrips gerakannya masih lambat dan pergerakannya hanya terbatas pada tempat dimana dia memperoleh makanan.  Nimfa terdiri dari dua instar dan akan mulai menyerang tanaman.  Daur hidup sekitar 5 hari (Direktorat Perlindungan Tanaman 1992).

Pupa Thrips parvispinus berwarna putih.  Stadia ini dibagi dalam stadia pra-pupa dan pupa.  Pada stadia ini thrips tidak aktif bergerak.  Pupa thrips biasanya terdapat pada tanah atau serasah daun.  Pada stadia ini bakal sayap akan terlihat. Daur hidup sekitar 7 hari (Direktorat Perlindungan Tanaman 1992).

Imago Thrips parvispinus akan aktif bergerak lebih cepat dibandingkan dengan nimfanya, telah memiliki sayap yang ukurannya relative panjang dan sempit.  Imago berukuran 1-2 mm.  Imago meletakkan telur sanpai 80 butir ke dalam jaringan tanaman.  Daur hidup imago selama 12 hari.  Tubuh imago berwarna coklat, bagian kepala dan thoraks lebih pucat dibandingkan warna abdomen dan tungkai pada umumnya berwarna kuning.  Pada kepala terdapat sepasang antena yang terdiri atas tujuh ruas.  Pada ruas kedua dan ketiga hampir semitri dan terdapat organ sensori yang berbentuk kerucut bercabang seperti garpu.  Antena segmen ketiga berwarna kuning, demikian pula dengan segmen keempat dan kelima namun hanya tengahnya yang berwarna kuning.  Antena segmen ketujuh berukuran sangat kecil.  Oseli berwarna merah.  Seta oseli satu tidak ada, seta oseli dua lebih pendek dibandingkan seta oseli tiga.  Seta oseli tiga terletak pada bagian pinggir bagian depan segitiga oseli.  Toraks memiliki dua pasang seta posteroangular yang panjang dan tiga pasang posteromarginal.  Metanotum memiliki pola retikulasi seperti kotak dengan ukuran yang serupa.  Tidak terdapat sensila kanfaniform dan memiliki mesofurka dengan spinula.  Memiliki sepasang sayap berumbai.  Panjang sayap lebih dari setengah panjang abdomenya.  Sayap berwarna gelap atau transparan.  Pangkal sayap berwarna pucat.  Venasi pertama dan kedua sayap depan terdapat sederet seta yang lengkap.  Abdomen terdiri atas sebelas ruas.  Pada tergit delapan tidak terdapat comb (deretan mikrotrikhia) (Sartiami 2011).

DAFTAR PUSTAKA

CABI [Crop Protection Compedium International]. 2014. http://www.cabi.org/cpc/?compid=1&dsid=29907&loadmodule=datasheet&page=868&site=161. Diakses 2 Januari 2014.
Direktorat Bina Perlindungan Tanaman. 1992. Paket Teknologi Penerapan Pengendalian Hama Terpadu dalam Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan pada Padi dan Kedelai. Jakarta.

Jumar. 2000. Entomologi Pertanian. Rineka Cipta. Jakarta.
Sartiami, D et al. 2011. Thrips parvispinus Karny (Thysanoptera:Thripidae) pada tanaman cabai: perbedaan karakter morfologi pada tiga ketinggian tempat dalam Jurnal Entomologi Indonesia, September 2011.

No comments:

Post a Comment