Follow Us @soratemplates

Saturday, 26 May 2018

Caulophilus oryzae (Gyllenhal, 1838)


Caulophilus oryzae (Gyllenhal, 1838)

Salbiah
Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian

Nama Ilmiah : Caulophilus oryzae (Gyllenhal, 1838)

Nama Umum : broad nosed grain weevil

Nama Ilmiah Lainnya :
·       Caulophilus latinasus (auctt, non Say)
·       Rhyncolus oryzae Gyllenhal, 1838

Nama Umum Internasional :
·       English: broad nosed granary weevil; broadnosed grain weevil; broad-nosed grain weevil; broadnosed granary weevil; broad-nosed granary weevil; broadnosed weevil; broad-nosed weevil
·       French: calandre des céréales

Kode EPPO : CASSOR (Caulophilus latinasus)
Taksonomi :
Domain: Eukaryota
Kingdom: Metazoa
Filum: Arthropoda
Subfilum: Uniramia
Kelas: Insecta
Ordo: Coleoptera
Famili: Curculionidae
Genus: Caulophilus
Spesies: Caulophilus oryzae


Morfologi: Telur berbentuk oval, berwarna putih, diletakkan secara berkelompok pada biji-biji sereal. Larva berwarna putih, dan tidak bertungkai, panjang tubuhnya 4 mm. Larva berpupa di dalam biji-bijian tersebut. Serangga dewasa tubuhnya relatif kecil, yaitu panjangnya sekitar 3 mm, alat mulutnya moncong ke depan (menyerupai hidung yang panjang dengan ujung melekuk ke bawah), berwarna cokelat tua.

Biologi: 
Imago C. oryzae sebagian besar makan pada biji-bijian yang telah rusak. Imago betina membuat lubang kecil pada permukaan biji sereal dan meletakkan satu telur di dalamnya. Kemudian lubang tersebut ditutup dengan lapisan lilin. Imago betina dapat meletakkan telur sekitar 200-300 telur selama hidupnya, dengan rata-rata 136 telur dalam jangka waktu 4 bulan. Larva yang keluar dari telur akan mulai memakan bagian dalam biji dengan cara menggali lubang ke dalam biji. Tahap larva C. oryzae terdiri dari 4 instar, yang diikuti dengan tahap pupa. Imago yang baru keluar dari pupa akan membuat jalan keluar dari biji. Lama perkembangan telur hingga imago adalah 1 bulan, tetapi cukup bervariasi untuk masing-masing individu, tergantung pada suhu lingkungan, yaitu 26 hari pada suhu 28°C dan 76 hari pada suhu 17°C. imago dapat hidup hingga 5 bulan. Imago betina dapat meletakkan telur di sepanjang hidupnya, walaupun kebanyakan telur diletakkan pada saat 4-5 minggu pertama setelah kawin. Total lama siklus hidupnya lebih dari 6 bulan. 
Sebaran : Meksiko, USA, Kuba, Guatemala, Jamaika, Panama, Portugal.
Tanaman Inang : Castanea, Cicer arietinum, Ipomoea batatas, Panicum miliaceum, Pennisetum, Persea Americana, Zea mays, Zingiber officinale.
Tahap Pertumbuhan : Tahap buah dan pasca panen.
Musuh Alami : Tidak ada musuh alami yang tercatat dalam literatur.
Dampak : C. latinasus berada pada biji-bijian yang disimpan. Akan tetapi tidak memakan gandum atau biji yang kering dan keras, tidak seperti kumbang beras dan kumbang lainya. Kerusakan yang tejadi pada biji-bijian yang disimpan sering disebabkan oleh kumbang lainnya (Ebeling, 1996). Namun, C. latinasus adalah hama yang paling penting sebagai hama pada produk yang disimpan. Hal ini dapat berpotensi menyebabkan kerugian serius dalam tepung dan dalam pembuatan kembang gula (Nikritin, 1993). Di California, Amerika Serikat, C. latinasus dapat ditemukan di kebun alpukat.
Kesamaan dengan Spesies Lainya : Nikritin (1993) membedakan C. latinasus dari spesies lainya dalam genus Sitophilus yang juga ditemukan dalam biji-bijian yang disimpan.
Pencegahan dan Pengendalian : Sebagai C. latinasus dapat dengan mudah berkembang pada biji-bijian yang disimpan, merupakan salah satu hama dalam peraturan karantina di beberapa negara selama bertahun-tahun (Saplina, 1970). Di Uni Soviet, merekomendasikan penggunaan perangkap berumpan dengan jagung atau biji gandum, barley atau tanah, pada 20 g/trap ditempatkan pada 1 per 100 m² untuk memantau C. latinasus dan hama lainnya di tempat penyimpanan (Saplina, 1984). Tidak ada perlakuan kimia untuk C. latinasus yang dijelaskan dalam literatur.
Daftar Pustaka :
Ebeling W, 1996. Urban Entomology. Chapter 7: Pests of Stored Food Products. University of California at Riverside, USA. World Wide Web page at http://www.entmuseum9.ucr.edu/ent133/ebeling/.



Saplina GS, 1984. Inspection of storage premises using traps. Zashchita Rastenii, No. 9:38

No comments:

Post a Comment