Buku Kisah Seru Angkoters

Alhamdulillah telah lahir buku solo ke-2 saya berjudul "Kisah Seru Angkoters" (berasa punya momongan lagi).

Buku ini berkisahkan tentang perjalanan saya selama naik angkot (koasi, elf, ojek online), baik menuju kantor Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian atau dari kantor menuju rumah. Maksudnya, ya, PP (pulang atau pergi).

Cerita di angkot memang sulit untuk diprediksi, bahkan hampir di luar nalar. Saya pun hampir tak memahaminya. Oleh karena itu saya coba untuk menuliskannya dalam bentuk cerita pendek. Jadi, sebenarnya ini jenis tulisan faksi, idenya berasal dari pengalaman pribadi (non fiksi) tapi dibumbuhi fiksi.

Buku kumpulan cerita ini berisi 20 kisah selama berada di angkot, sehingga bisa dipastikan alurnya pakai alur maju dan latarnya hanya di dalam angkot. Bisa dibayanginkan, saya cuma bercerita tentang hal-hal yang dialami selama duduk di angkot. Nah, agar lebih variatif, saya tambahin tuh cerita saat saya keluar rumah, perjalanan dari rumah menuju jalan raya, dan saat saya nunggu angkot di trotoar. Gimana-gimana? Agak kebayangkan?

Kisah di angkot itu memang begitu mengejutkan, kadang membuat saya tersenyum, tertawa, terdiam, tensi darah naik atau bahkan sampai muntah. Tapiiii, dari situlah akhirnya segudang cerita seru dapat disajikan untuk pembaca semua.

Semoga buku ini jadi inspirasi bagi kita semua, bahwa enggak mudah lho berjuang sebagai penggemar angkot (angkoters, biasa kami disebut). 

Kami para pejuang angkoters harus punya seribu kesabaran untuk sampai di tempat kerja dengan selamat dan enggak telat *eh.

Ok, saya akan kasih bocoran judul masing-masing ceritanya, ya :
1. Bingung
2. Rahmawati Mozza
3. Parfum Jengkol
4. Tukang Kebersihan
5. Gawaiku Raib
6. Hari Putra
7. Ibu Happy
8. Teller Bank
9. Tragedi Gorengan
10.Tukang Tipu
11. Ngantuk
12. Jambret
13. Doetrun
14. Motor yang Malang
15. Grand Wisata
16. Asap Rokok
17. Ngebut di Jalan Tol
18. Tancap Gas
19. Sopir Ngeyel
20. Banjir

Baiklah, biar tambah seru, saya mau tambahin bocoran ceritanya. Satu per satu nih, saya mau babat tuntas, kek bedah buku gitu.

1. Pada judul "Bingung", saya ini bercerita tentang kebingungan saya saat pertama kali naik angkot menuju kantor. Sumpah deh, memang benar-benar bingung. Saya sebagai anak CPNS, yang masih unyu-unyu berusaha mengikuti arahan dari salah seorang teman yang memberi petunjuk kepada saya tentang jalur angkot yang harus ditempuh menuju kantor. Tak sesuai dengan ekspektasi, kenyataannya angkot-angkot tersebut benar-benar membuat saya bingung.

2. Rahmawati Mozza merupakan salah satu nama elf yang biasa mangkal di stasiun. Nah, saya itu kepo banget sama elf yang satu ini, kok selalu penuh dengan penumpang, sedangkan elf lainnya sepi penumpang. Jadilah, saya bercerita tentang kondisi isi Rahmawati Mozza, ternyata memang wajarlah banyak penumpang yang tergila-gila padanya nyaman sih.

3. Kisah tentang Parfum Jengkol ini berlatar di dalam elf Rahmawati Mozza, di mana kami para penumpang dibuat mabuk kepayang, kepala pusing tujuh keliling gegara menghirup bau jengkol mentah yang ada di dalam karung kapasitas 50 kg, maybe. Pagi-pagi sudah fly dengan baunya. Di situlah terjadi kehebohan para penumpang, termasuk saya. 

4. Sebenarnya Kisah tentang Tukang Kebersihan ini agak-agak miris juga sih. Salah satu penumpang yang berprofesi sebagai tukang kebersihan membuat suasana elf jadi kacau, bukan karena ulahnya, tapi karena ulah sepatunya, kepingin sekali berkata pada tukang kebersihan tersebut, "Pak, saya permisi pinjam sepatu boot-nya, mau saya cuciin."

5. Gawaiku Raib ini judul yang bikin saya agak trauma berada di dalam angkot. Keki juga ya sama manusia, bikin kesal. Padahal tiap hari ketemu tuh sama si Ibu itu, tapi pas ada  kesempatan gawai saya diambilnya juga. Ih, menyebalkan kalau ingat hal itu, memang uang tak mengenal teman, wkwk.

6. Sama dengan Rahmawati Mozza, kisah tentang Hari Putra, juga berkisar tentang kondisi isi elf tersebut. Kok selalu ramai dengan penumpang, dan ternyata situasi nyaman banget berada di dalam elf tersebut, pantesan jadi rebutan.

7. Judul "Ibu Happy" ini spesial banget buat seorang perempuan yang menjadi salah satu penumpang elf Hari Putra. Duh, si Ibu ini benar-benar selalu happy sesuai dengan namanya, memang nama tak mengkhianati arti. Nah, disitulah saya ceritakan kebersamaan saya bersama beliau dalam pencarian mencari angkot, karena elf mogok narik pada hari tersebut.

8. Huaha, Kisah tentang Teller Bank yang menggegerkan seluruh isi angkot. Semua  penumpang dibuatnya keki, bak ratu Inggris, dia benar-benar ngerasa enggak bersalah atas keterlambatan semua penumpang, seru lah ini untuk dikisahkan.

9. Gorengan ... oh gorengan. Hari itu, saya benar-benar dapat rezeki gorengan, sampai-sampai laptop saya jatuh ke lantai elf, prak ... pecah bin rusak dan ketimpa gorengan pula. Melas banget kalau ingat kisah itu.

10. Kisah Tukang Tipu ini cukup seru. Saya dengan beraninya membentak para tukang tipu yang berkedokan menjual burung. Duh, kasihan juga para penipu itu, lagian mereka salah milih korban sih, saya mau dijadikan korban? apa enggak salah? yang ada mereka malah jadi korban saya. Duh, maaf!

11. Ya Tuhan, sumpah dah kisah "Ngantuk" ini kocak banget, bayangin sepanjang perjalanan saya kejedot kaca angkot berkali-kali gara-gara super duper ngantuk. Hampir mau celaka gara-gara ngantuk ini, beruntung ada salah seorang penumpang yang jadi pahlawan pada hari itu.

12. Jambret ini kisah yang ngenes untuk diingat. Gimana enggak? di depan mata saya sendiri, gawai teman seperjuangan saya ngangkot di rampas paksa. Tanpa basa-basi semua penumpang turun angkot dan mencari si penjambret, tapi ya gimana lagi, mereka hilang ditelan Kota Bekasi.

13. Doetrun, nah elf yang ngeselin banget untuk diingat. Sampai detik ini nih, jangan sampai kamu naik elf tersebut dari arah Kampung Utan menuju Terminal Bekasi. Kenapa? Ya, baca donk di buku ini, saya ceritakan dengan gamblang dalam buku ini, he.

14. Motor yang Malang bukan kisah tentang elf tapi ojek online. Miris liat itu motor, tukang ojeknya memiliki berat badan di atas standar sampai-sampai motornya mogok berkali-kali. Enggak usah diceritakan juga sudah kebayang kan gimana rasanya naik motor yang bagaikan ikan teri diduduki gajah. 

15. Judul Grand Wisata ini bukan mau promosi, tapi mau mengingatkan kalian semua, kalau enggak tahu jalan di area ini jangan sok tahu, ya, nanti bakal muter-muter kayak komedi putar seperti yang saya alami.

16. Uweek, rasanya mau muntah menghirup asap rokok pagi-pagi di dalam mobil online berpendingin. Sumpah taubat, deh. Kisah yang memilukan.

17. Ngebut di Jalan Tol, ini kisahnya kocak banget. Saking percayanya sama sopir mobile online sampai kebablasan salah keluar tol, alhasil sampai rumah jadi telat deh.

18. Kisah Tancap Gas tentang elf yang keren banget, super keren tepatnya. Idenya banyak banget agar kami para penumpangnya cepat sampai di rumah tanpa telat. Patut diabadikan dalam buku ini, bisa jadi referensi para driver

19. Haha, Sopir Ngeyel memang banyak berkeliaran di sekitar kita. Itu pula yang saya alami saat menaiki mobile online dari rumah menuju kantor. Beruntung, saya dapat menjinakkannya, kalau enggak, saya bakalan telat yampe kantor.

20. Banjir ini kisah yang seru banget. Bagaimana saya dan sopir ojek online berjibaku dengan banjir, mencari jalan alternatif agar sampai di kantor, saat itu, banjir menghadang kami di setiap sudut kota Bekasi.

Nah, siapa tahu ada yang punya kisah yang sama dengan saya, seru kan kisahnya. 

Terakhir, terimakasih untuk Ummi Aleeya yg sdh support, sehingga buku ini lahir dengan normal.

Selamat membaca, saya yakin setelah membaca buku ini kamu pasti bahagia.

Salam literasi!

***
Jika kamu ingin memiliki buku ini dapat langsung memesannya kepada saya (penulis) atau melalui Sarada Bookstore di Shopee. 




Comments

  1. Waaa selamat mbak, udah punya 2 buku solo nih. Btw aku ngakak pas baca bocoran yg ngntuk di angkot smpe kejedot kaca berkali2, hihi
    Jd pengen baca cerpen lengkapnya deh😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk ... ayo diorder Mbak, monggo, siap menunggu di depan pintu.

      Delete
  2. Selamat atas lahiran buku Solo ny Mb Salbiah 😻barakallohu. Salah satu blogger yg asik bgt gaya nulisny. terus berkarya dan mnginspirasi Mb 🌟

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Mbak, semoga kita sama-sama terus berkarya dan menginspirasi, ya ... aamiin

      Delete
  3. Waaa jadi inget zaman kuliah selalu naik angkot tiap habis mudik dari ramayana bungur sampai balai diklat naik angkot DKM warna biru n rutenya lewat kampung2 sekitar masjid Al Falah.

    Biasanya sambil nunggu penumpang kita cuci mata dulu ke ramayana hihi.

    Paling benci kalao ada yg ngerokok beuhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi nostalgia ya Mbak sama angkot, memang cerita di angkot tak pernah lekang oleh waktu, selalu seru untuk diingat, walau zaman udah canggih gini, angkot hampir punah.

      Delete
  4. Selamat atas kelahiran buku solo-nya yang kedua. Seru sekali ya cerita naik angkot bisa ditulis sedemikian rupa jadi satu buku menarik. Semoga sukses!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Mbak, sama-sama sukses, ya, aamiin, banyak yang bisa dijadikan buku Mbak, semua yang kita rasa, lihat, dan dengar meski dapat dibukukan tinggal kitanya mau atau enggak, he.

      Delete
  5. Spoilernya aja udah seru gini, penasaran ihh. Jadi angkoters itu memang punya cerita sendiri ya Mbak, saya juga dulu waktu sekolah angkoters, SMP malah sempat kesasar dan gak tau harus turun dimana saat rute angkot berubah kala demo. Teruuss waktu kuliah itu, dari rumah ke kampus lumayan jauh, kalau pulang kampus bisa tidur di jalan itu, kalau pagi pas ada ujian bisa belajar dulu di angkot baru sampe kampus hihihih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo Mbak dipesan bukunya, ada loh di shopee. Wah Mbak juga ternyata angkoters ya, dari kisahnya seru juga, memamng angkoters punya segudang cerita yang pastinya selalu seru untuk diceritakan, hidup angkoters.

      Delete
  6. Wah mba kayanya seru ya isi bukunya. Kebetulan dulu aku angkoters juga. Dan ngerti, tiap hari bisa ada kejadian tak terduga. Kadang ngeselin, kadang lucu, macam-macam ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya begitu deh Mbak, sesama angkoters meski ngalaminnya. Senang kalau dapat pengalaman lucu atau indah, tapi pas lagi dapat yang ngeselin, ya gt deh ngenes banget, hehe.

      Delete
  7. Wah keren banget mbak pengalaman di angkot aja bisa jadi buku. Jadi keinget nih dulu masih kuliah tiap hari naik bus. Kalo diinget-inget pasti banyak pengalamannya. Bisa kali ya dibikin cerita kek gini wkwk

    ReplyDelete
  8. Barakallahu untuk buku solo keduanya mbak Salbiah. Kisah seru naik angkot memang bikin gemes dan deg degan. Semoga laris manis ya mbak

    ReplyDelete
  9. Selamat ya Mbak Salbiah... bukunya udah terbit... saya sempat komen2 juga di beberapa postingannya. Soalnya kan kita satu grup di Blog Jadi Buku sama Ummi Aleeya yahh

    ReplyDelete
  10. waaah selamat kak atas bukunya dan semoga selalu sukses
    jujur iri banget
    btw kak bukunya menarik, aku jadi pengen order pas gajian nanti hehehe

    ReplyDelete
  11. Ya Allah, kok bisa ngantuk terus pecah tuh laptop, ketimpa gorengan lagi. Btw selamat lahiran ya..

    ReplyDelete
  12. Ya Allah, kok bisa ngantuk terus pecah tuh laptop, ketimpa gorengan lagi. Btw selamat lahiran ya..

    ReplyDelete
  13. Nano-nano ya kisahnya, jadi inget pengalaman sendiri selama menjadi angkoters. Btw, angkot memang meninggalkan memori lho, beda sama moda tranpsortasi modern masa kini. Keren ih kepikiran aja bikin cerita berdasarkan pengalaman.

    ReplyDelete
  14. Barakaallah mbak atas terbit bukunya, kisah kisah sekitar kita bisa dijadikan cerita yang salngat menarik ya mbak. Noted, aku kadang sukar cari ide.

    ReplyDelete

Post a comment