Ada Karantina di Hatiku

Hai, Sahabat Salbiah...

Sumber : pexels.com

Akhirnya, buku solo perdana saya lahiran juga. Duh, enggak nyangka banget bisa buat buku solo dengan segala keterbatasan. Jadi ingat, masa-masa saat harus menyelesaikan naskah buku ini. Itu adalah masa-masa tersulit dalam hidup saya *wkwk, tepok jidat.

Saat itu, setiap sepertiga malam terakhir, saya harus menyelesaikan naskah ini. Duduk di sudut ruang tamu, ditemani laptop butut yang hampir sekarat. Sekarang, rasanya happy banget gaes, enggak sia-sia mengurangi jatah tidur demi 193 halaman.

Nah, buku ini berkisah tentang 9 tahun perjalanan saya selama bekerja di salah satu UPT unik di Barantan "BUTTMKP", tahun 2011-2019. Tumpah ruah jadi satu mengingat tugas yang pernah diamanahkan pada saya saat itu.  Mau tahu lika likunya? Baca selengkapnya hanya di buku "Ada Karantina di Hatiku"

Yuk pesan...

Dapatkan harga spesial "Pre Order" tanggal 1-15 April 2020, hanya Rp. 80.000,-

Inbox, ya di 081286069041


Salam,

Comments

  1. Hai mba Salbiah, td sy ikutan Bedah Buku ini, pas tau ada blog mba lsg meluncur ke sini. Sangat menginspirasi. Saya baru nemu ASN lingkup Kementan yg suka menulis. Kl penulis ilmiah pastinya dah byk banget ya mba. Salam kenal ya. Saya tetangganya Karantina di gedung pusat yg sama. Sukses terus ya mba

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah, makasih Mbak jika bedah buku tadi menginspirasi. Yuk Mbak, kita sama-sama menulis. Kan kita satu instansi. Iya Mbak, hampir sebagian besar di Kementan adalah penulis ilmiah. Penulis populer belum nemu juga, sih. Mungkin kita bisa jadi contohnya. he, ayo semangat berbagi.

    ReplyDelete

Post a comment