Follow Us @soratemplates

Wednesday, 1 January 2020

Drama di Awal Tahun 2020

Assalamualaykum gaes,

Tak terasa kita sudah berada diawal tahun 2020, tepatnya 1 Januari 2020. Alhamdulillah, segala kebaikan dan keberkahan di tahun 2019 telah kita dapatkan dengan perfect. Semoga di tahun 2020, semakin barokah dan makin melimpah nikmat yang Allah berikan untuk kita semua.

Mengawali tahun 2020. Saya akan menceritakan secuil drama yang cukup menghebohkan jantung dan hati saya pribadi *wkwk.

Hari Selasa, tanggal 31 Desember 2019. Saya seperti biasanya berangkat bekerja sebagai seorang abdi negara ke daerah Kabupaten Bekasi, lokasi kantor saya berada. Sebenarnya, saya agak bimbang juga sih untuk berangkat atau tidak ke kantor hari itu karena suami sedang demam. Alhamdulillah, suami bisa saya tinggalkan di rumah dengan aman.

Tepat pukul 16.00 WIB, hujan mulai turun dan membasahi kantor saya. Tanpa pikir panjang. Saya dan seorang teman melaju keluar kantor dengan harapan segera dapat sampai ke rumah.

Dilalah, mobil elf yang kami tumpangi melaju dengan sangat lambat. Mobil tersebut, ngetem tanpa mengenal waktu dan kami pun terjebak tak bisa ganti mobil karena hujan semakin deras. Sabar...

Sesampainya di rumah neneknya anak-anak. Saya mendapatkan pesan dari suami untuk dibelikan nasi uduk atau bubur ayam. Ba'da magrib, saya yang ditemani anak perempuan saya mencoba menerobos hujan dengan payung berlabel "BUTTMKP" mencari nasi uduk dan bubur ayam.

Alhasil, nasi uduk yang kami cari tak kunjung datang. Merasa kasihan dengan anak perempuan saya, saya akhirnya memutuskan membeli tongseng dan menyuruhnya menunggu di tempat tersebut, sedangkan saya masih harus mencari bubur ayam.

Berbekal semangat. Saya menyusuri food street di sepanjang jalan dan tak menemukan satupun tukang bubur ayam yang berjualan. Saya menggigil mati rasa, kedinginan dan tak tahu arah lagi. Akhirnya, saya putuskan untuk membeli donat madu beberapa buah untuk mengganjal perut yang sudah kukuriuk. Tepat di depan saya, nasi goreng terlihat dengan manisnya. Tergiur, akhirnya saya belok dan memesannya. Saya memesan nasi goreng satu bungkus. Saya berpikir, nasi tersebut akan cepat tersaji. Ternyata, butuh banyak waktu saat menunggunya. Hampir saja saya menangis, perut saya keram efek sedang haid di hari kedua dan kambuh lagi saat menunggu nasi tersebut. Tanpa basa basi, saya meninggalkan nasi goreng yang sedang dimasak kemudian menyuruh anak perempuan saya untuk mengambil nasi goreng tersebut.

Alhamdulillah, kami sampai di rumah. Saya yang menggigil kedinginan dan menahan rasa sakit di perut sejak tadi langsung beristirahat sampai menjelang pagi.

Tak terasa, setelah bangun, saya sudah berada di tahun 2020. Hujan masih membasahi kota Bekasi. Saya mencoba mencari tahu kondisi di luar rumah. Ternyata, banjir sudah membasahi halaman rumah kami. Suara gelegarnya hujan dan suara perkasanya katak menyambut saya di depan rumah. *Romantis, he.

Saya segera membersihkan diri dan siap menyusuri banjir di sekitar rumah. Tujuan kali ini adalah mencari tukang bubur ayam untuk suami saya yang sedang sakit. Kembali, anak perempuan saya menemani untuk membeli bubur ayam.

Saya sudah menduga akan terjebak banjir. Benar saja menuju tukang bubur ayam. Kami disambut banjir diatas lutut, airnya berbau amis. Saya sempat tersandung sebuah plastik yang menempel di sandal jepit saya. Seorang Bapak berbicara "hati-hati bu". Saya terperanjat dan meng-iyakan. Berbasah-basah ria, kami menyusuri jalan menuju tukang bubur. Alhamdulillah tukang bubur tenyata bertengger di pinggir jalan yang tergenang banjir. Selain itu, banyak sekali terlihat motor yang mogok di pinggir jalan. Duh gusti, drama lagi ini kayak semalam.


"Suara katak di depan rumah saya"

No comments:

Post a Comment