Follow Us @soratemplates

Thursday, 10 January 2019

The First, Off Road Bersama Jeep Lava Tour Merapi

Dears,

Apa kabar?

Semoga semua sehat dan selalu dalam lindungan Allah yah. Aamiin.

Mumpung masih hangat, sehangat suasana cuaca hari ini. Saya mau berbagi pengalaman mengikuti jeep lava tour Merapi, di kaliurang kaki Gunung Merapi. 

Semangat 45 mengikuti lava tour karena buat saya pribadi, ini adalah yang pertama kali menaiki mobil jeep. Sudah membayangkan, driver jeep akan tancap gas disaat jalanan penuh dengan kelokan dan pasti seru. 

Trip dimulai dari dusun Ngarangkah Umbulharjo, Mini Museum Sisa Hartaku, Batu Alien, and the last Bunker Kaliadem.

1. Dusun Ngarangkah Umbulharjo

Mencapai dusun ini perlu ekstra mental. Why? Karena hujan lebat menemani sepanjang perjalanan. Duh nggak nyangka betapa hebatnya mobil menerobos ditengah derasnya hujan. Harap cemas dan khawatir menyelimuti hati. Perjalanan penuh dengan canda tawa dan akhirnya kami tertidur pulas.

2. Mini Museum Sisa Hartaku

Museum ini berbentuk sebuah rumah. Menurut tour guide, museum ini adalah rumah salah satu penduduk di kaki gunung merapi. Museum ini berisikan peralatan rumah tangga yang biasa kita temui didalam rumah. Mulai dari alat dapur, kursi, meja, peralatan minum, sampai sepeda milik penghuni rumah. Selain itu, ditampilkan juga galeri foto history saat gunung merapi meletus sampai dengan proses evakuasi penduduk sekitar gunung merapi. Uniknya, foto apik Mbah Marijan sang juru kunci terpampang jelas di salah satu sudut dinding museum tersebut.




3. Batu Alien

Batu ini sebenarnya batu vulkanik yang berasal dari muntahan gunung merapi saat erupsi. Uniknya, bentuk batu ini mirip dengan wajah Alien. Mata, hidung, telinga, dan mulut terlihat jelas dari batu ini. Menurut saya pribadi, wajah tersebut bahkan mirip manusia di bumi bukan makhluk luar angkasa. *Eh, apa ini cuma imajinasi saya saja yah, haha*. Jika diperhatikan dengan seksama, wajah tersebut terlihat sedang bersedih, berduka akibat erupsi gunung Merapi. 


4. Bunker Kaliadem

Last destination. Bunker ini sengaja dibuat untuk mengamankan penduduk jika suatu saat terjadi letusan gunung merapi. Berdasarkan informasi, kalau dari bunker ini sering terdengar suara tangisan. Tangisan penduduk atau relawan yang terjebak karena letusan gunung Merapi. Entahlah itu benar atau tidak. Pastinya, suasana disekitar bunker ini sangat sejuk dan bikin hati tentram. Gagahnya gunung Merapi terlihat dengan jelas dari bunker ini. 





Selepas, berswafoto didepan bunker. Saya tak sengaja menemukan tanaman edelweiss atau dalam bahasa latinnya Anaphalis javanica. Senangnya, kali pertama menemukan tanaman ini, biasanya saya hanya membeli bunganya di tempat wisata disekitar pegunungan. 


Menegangkan  tour yang satu ini. Semoga tour ini menjadi pengingat manusia bahwa semua yang ada di dunia ini adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah.

Tulisan ini diikutsertakan dalam ODOP bersama Estrilook Community #Day9

No comments:

Post a Comment