Follow Us @soratemplates

Wednesday, 30 May 2018

Sekilas Deskripsi OPT/OPTK


Sekilas Deskripsi  OPT/OPTK

Salbiah
Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian



·      Tilletia indica

Klasifikasi :
Domain: Eukaryota
Kerajaan: Fungi
Filum: Basidiomycota
Subfilum: Ustilaginomycotina
Kelas: Ustilaginomycetes
Subkelas: Exobasidiomycetidae
Ordo: Tilletiales
Famili: Tilletiaceae
Genus: Tilletia
Spesies: Tilletia indica

Teliospora berwarna gelap kemerahan hingga warna tembaga atau kecokelatan hingga cokelat tua. Beberapa spora biasanya berwarna hitam agak kusam, berbentuk membulat hingga setengah bola, biasanya memiliki fragmen miselia, berdimeter 24-47 µm. Sel steril berada bersama teliospora pada sorus. Bentuk sel steril bervariasi, mulai dari bulat, setengah bola, hingga lacrymiform, berwarna cokelat kekuningan, berukuran lebar 10-28 µm dan panjang 48 µm, memiliki struktur tangkai yang berkembang dengan baik, dinding selnya memiliki ketebalan lebih dari 7 µm. Sporidia primer biasanya berukuran 64-79 x 1,5-2 µm; sedangkan sporidia sekunder biasanya berukuran 12-13 x 2 µm.

·      Myrothecium roridum

Klasifikasi :
Kerajaan: Fungi
Filum: Ascomycota
Kelas: Sordariomycetes
Ordo: Hypocreales
Famili: Incertae sedis
Genus: Myrothecium
Spesies: Myrothecium roridum
Sporodokia seperti bantal. Massa konidia basah. Konidia berukuran 4,5-7 (-11) m × 1,5-2,5 um, berbentuk silinder, berakhir bulat, tidak bersekat, berdinding halus, berwarna hialin pucat sampai berwarna kuning langsat, massa konidia berwarna kehijauan. Parasit atau saprofit.

·      Alternaria padwickii

Klasifikasi :
Kerajaan: Fungi
Filum: Ascomycota
Famili: Pleosporaceae
Genus: Alternaria
Spesies: Alternaria padwickii (Ganguly) M.B. Ellis

Koloni effuse, tipis. Miselium sebagian dangkal, sebagian tenggelam. Sklerotiumnya berbentuk sperikal atau subsperikal, hitam, dengan dinding retikular, berukuran 50-200 m. Konidiofor  panjangnya 180 m, lebar 3-4 m, lebih lebar di bagian atas sekitar 5-6 m. Konidia lurus atau melengkung, fusiform untuk obclavate dan seperti berparuh, paruh setidaknya setengah dan sering lebih dari setengah panjang konidium, warna hialin pada bagian pertama, kemudian berwarna coklat keemasan, halus, sering echinulate hanya dekat bekas luka , panjang 95-170 (av. 130) µm, 11-20 (av. 15,7) µm, 1,5-5 (av. 2,7) µm lebar di tengah, dengan septa melintang (3-) 4 (-5) dalam tubuh konidium dan sering 1 atau lebih septa di paruh, kadang-kadang mengerut di septa. Koloni pada potato dextrose agar tumbuh dengan baik, membentuk koloni keabu-abuan, merah muda  atau ungu secara terbalik, bersporulasi bebas, terutama jika saat terkena sinar Ultra Violet; sklerotiumnya hitam kecil dengan dinding retikular sangat jelas.

·      Cladosporium herbarum

Klasifikasi :
Kerajaan: Fungi
Filum: Ascomycota
Genus: Cladosporium
Spesies: Cladosporium herbarum (Pers)

Produksi konidiofor lebih baik dalam lingkungan yang lembab daripada di tempat yang kering satu. C. herbarum mampu berkembang di berbagai pH dengan pertumbuhan optimum pada pH 6. Namun, pertumbuhannya lemah dalam larutan NH4. Spesies ini mampu berkembang dan bersporulasi dalam kondisi anoxic (tingkat oksigen 0.25%). Koloni berbentuk bubuk, berwarna hijau gelap dengan tepi hitam. konidiofor panjangnya 250 um dan lebar 5 um; berbentuk bulat pada titik-titik persimpangan rantai konidia. Konidia elips berbentuk silinder.

·      Pyricularia oryzae

Klasifikasi :
Kerajaan: Fungi
Filum: Ascomycota
Genus: Pyricularia
Spesies: Pyricularia oryzae (Sacc.)

Mempunyai konidiofora bersekat-sekat, jarang bercabang, berwarna kelabu, membentuk konidium pada ujungnya. Konidium berbentuk buah alpokat, bersel tiga, hialin, 1 – 20 konidia per konidiofora. Terdapat banyak (lebih dari 260) ras fisiologi yang berbeda virulensinya dan mudah bermutasi yang menyebabkan tahan terhadap fungisida. Patogen ini mengeluarkan beberapa jenis toksin (misalnya picolinic acid, pyricularin, pyriculol, tenuazonic acid) yang mematikan sel tanaman sehingga termasuk patogen non abligat.

·      Aspergillus niger

Klasifikasi :
Domain: Eukaryota
Kingdom: Fungi
Filum: Ascomycota
Subfilum: Pezizomycotina
Kelas: Eurotiomycetes
Subkelas: Eurotiomycetidae
Ordo: Eurotiales
Famili: Trichocomaceae
Genus: Aspergillus
Spesies: Aspergillus niger

Koloni A. niger yang dikulturan pada agar Czapek dicirikan dengan warna konidia yang hitam. Kepala konidia berbentuk bulat (diameter 500-600 μm). Konidiospora bersifat hialin, berfilamen, hifa septat dan menjadi lebih berwarna ke arah vesikel. Vesikel berbentuk bulat, berdiameter 75 μm. Miselium basal berwarna putih, agak kompak. Sebagian besar permukaan  ditutupi dengan daerah hitam dan sporulasi. Miselium awalnya berwarna putih atau sedikit abu-abu, tapi kemudian tampak kuning tua saat dilihat dari bawah. Pigmentasi hitam A. niger membantu kelangsungan hidupnya setelah terpapar sinar UV. Pigmen yang lebih hitam telah terbukti memiliki umur paruh yang lebih lama daripada konidia dengan pigmen yang kurang hitam. A. niger ini biasanya diisolasi dari tanah, sisa tumbuhan, dan udara di dalam ruangan.  A. niger dapat tumbuh optimum pada suhu 35-37 °C dengan suhu minimum 6-8 °C dan suhu maksimum 45-47 °C. Selain  itu, dalam proses pertumbuhannya cendawan ini memerlukan oksigen yang cukup (aerobic) (CABI, 2017).

·      Colletotrichum musae

Klasifikasi :
Kingdom : Fungi
Phylum : Ascomycota
Subphylum : Pezizomomycetes
Class : Sordariomycetes
Order : Glomerellales
Family : Glomerellaceae
Genus : Colletotrichum
Species : Colletotrichum musae (Berk. et Curt.) Arx

Konidium berbentuk jorong memanjang, berwarna hialin, berukuran 11-17 x 4-6 µm. Konidium dibentuk pada ujung konidiofor yang panjangnya mencapai 30 µm dengan lebar 3-5 µm. Konidium dan konidiofor terbentuk dalam aservulus yang terletak pada permukaan bagian tanaman yang terinfeksi. Aservulus berbentuk bulat, diameternya mencapai 400 µm, jarang mempunyai seta. Konidium dipencarkan oleh percikan air dari sisa-sisa tanaman pisang. Konidium dapat menular ke buah dapat berasal dari daun sakit yang masih basah maupun yang kering, dan sisa-sisa bunga yang telah mati. Suhu optimum terbentuknya konidium adalah 27-30 0C. Penyakit ini banyak ditemukan pada saat musim penghujan (Basis Data Hama dan Penyakit Tanaman, 2017).

·      Colletotrichum capsici

Klasifikasi :
Kerajaan: Fungi
Filum: Ascomycota
Subfilum: Pezizomycotina
Genus: Colletotrichum
Spesies: Colletotrichum capsici

Pertumbuhan awal Colletotrichum capsici membentuk koloni miselium yang berwarna putih dengan miselium yang timbul di permukaan. Kemudian secara perlahan-lahan berubah menjadi hitam dan akhirnya berbentuk aservulus. Aservulus ditutupi oleh warna merah muda sampai coklat muda yang merupakan massa konidia. Miselium terdiri dari beberapa septa, inter dan intraseluler hifa. Aservulus dan stroma pada batang berbentuk hemispirakel dan ukuran 70-120 µm. Seta menyebar  berwarna coklat gelap sampai coklat muda. Seta terdiri dari beberapa septa  dengan ukuran 150 µm. Konidiofor tidak bercabang, massa konidia nampak berwarna kemerah-merahan. Konidia berada pada ujung konidiofor. Konidia berbentuk hialin, uniseluler, ukuran 17-18 x 3-4 µm. Konidia dapat berkecambah pada permukaan buah yang sudah masak dan tabung kecambah akan segera membentuk apresorium.
·      Helminthosporium solani

Klasifikasi :
Kerajaan: Fungi
Filum: Ascomycota
Famili: Pleosporaceae
Genus: Helminthosporium
Spesies: Helminthosporium solani
Karakteristik Helminthosporium solani pada mikroskop stereo seperti pohon cemara. Sedangkan pada mikroskop kompon, konidia dengan pseudosepta, berwarna hialin sampai coklat, berbentuk obclavate pada bagian ujung meruncing dengan sebuah lubang.

·      Peronosclerospora maydis

Klasifikasi :
Kerajaan: Chromista
Kelas: Oomycetes
Genus: Peronosclerospora
Spesies: Peronosclerospora maydis
Jumlah percabangan konidiofornya lebih dari tiga kali, bentuk konidia spherical dan subspherical, konidia berdiameter 15-20 x 26-40 µm dan berdinding tipis.
·      Peronospora manshurica

Klasifikasi :
Kerajaan: Chromista
Kelas: Oomycetes
Genus: Peronospora
Spesies: Peronospora manshurica

Deteksi Peronospora manschurica dilakukan dengan melihat gejala berupa massa oospora berwarna putih pada biji kedelai kemudian biji kedelai tersebut di washing test. Hasil dari washing test dilakukan identifikasi. Hasil identifikasi menunjukkan morfologi dari Peronospora manschurica. Konidia Peronospora manschurica memiliki warna hialin, dinding sel tipis, berbentuk subglobose.

·      Rhizoctonia solani

Klasifikasi :
Kerajaan: Fungi
Filum: Deuteromycota
Kelas: Deuteromycetes
Ordo: Agonomycetales
Genus: Rhizoctonia
Spesies: Rhizoctonia solani

Rhizoctonia solani dapat diidentifikasi dari karakter hifa yang khas, yaitu sudut percabangan yang tegak lurus yang membedakan dengan cendawan lainnya. Cendawan ini bertahan di tanah dengan memproduksi sklerotia berwarna cokelat kemerahan hingga hitam sebagai struktur bertahan. Sklerotia merupakan sekumpulan hifa yang memadat, berwarna gelap dan mampu bertahan dalam kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan.


No comments:

Post a Comment