Follow Us @soratemplates

Monday, 29 October 2018

Palembang Oh Palembang


Tak menyangka tahun “2018” ini bisa berkunjung ke kota pempek. Sudah lama mendambakan menginjakkan kaki di kota ini, Alhamdulillah Allah mengabulkannya…

Tepat tanggal 12 Juli 2018, saya ditugaskan mengikuti acara Seminar Nasional Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI) yang diselenggarakan oleh PEI cabang Palembang.



Rangkaian acaranya cukup menarik. Diawali dengan persembahan tari Gending Sriwijaya disambung dengan paparan dari para Keynote Speaker.  Wow, sungguh luar biasa paparan dari para keynote speaker, mereka memaparkan terkait dunia per-serangga-an mulai dari serangga yang menyerang tanaman sampai serangga yang menyerang manusia.



Tak kalah hebatnya lagi, terdapat satu sesi paparan keynote speaker dari Karantina Pertanian disampaikan oleh Bapak Dr. Antario Dikin.


Acara yang paling saya tunggu adalah presentasi pemakalah. Saat saya mendaftarkan diri pertama kali untuk mengikuti acara ini, saya mendaftarkan diri sebagai peserta pemakalah sehingga saatnya tiba untuk saya mempresentasikan artikel dengan tema perlakuan karantina.

Ruang seminar dibagi dalam empat kelompok sesuai bidang ilmu. Awal memasuki ruang tersebut, saya sempat dag dig dug duweeer karena ini kali pertama saya presentasi tingkat nasional. Dengan membaca basmallah, saya melakukan presentasi. Alhamdulillah presentasi berjalan dengan lancar tentunya dengan kemudahan yang Allah berikan kepada saya.


Keesokan harinya, karena saya sudah di Palembang, tentunya saya harus berkunjung ke Karantina Palembang. Subhanallah, sekian lama akhirnya saya menapakkan kaki di Karantina Palembang. Ruangan yang paling pertama saya kunjungi adalah laboratorium karantina tumbuhan. Laboratorium terlihat cukup baik dengan fasilitas yang lengkap.


Sudah di Palembang, tentunya harus menikmati pempek di kota asalnya. Kami bergerilya mencari pempek yang katanya paling uenaak di Palembang. Saat menuju lokasi yang kami tuju, kami melewati jembatan Ampera, dalam hati saya “Oh ini toh, yang namanya jembatan Ampera yang terkenal itu”, akhirnya saya bisa melewati jembatan ini…..Sesampainya di lokasi kami langsung memesan beberapa pempek. Benar saja, nikmat sekali pempek ini, puji syukur kepada Allah atas karunia Nya kepada saya… Alhamdulillah… Tak lupa saya membeli pempek untuk buah tangan keluarga dan teman….


Sekian cerita saya di kota Palembang. Berharap suatu saat ini dapat mengunjunginya kembali. 

Postingan ini diikutsertakan dalam Blog Walking bersama Estrilook Community.

#KarantinaPalembang
#PempekKapalSelam
#PempekLenjer

No comments:

Post a Comment