Follow Us @soratemplates

Monday, 5 November 2018

Study Banding ke Maros


Hai dears,

Pernah dengar ga nama “Balai Penelitian Tanaman Serelia (Balitsereal)” yang berlokasi di Jl. Dr. Ratulangi 274, Maros, Sulawesi Selatan.

Tanggal 13 Oktober 2016, saya dan dua orang teman saya berkesempatan melakukan study banding. Saat itu, penelitian yang kami lakukan terkait perlakuan fumigasi sulfuryl fluoride pada benih jagung. 

Nah, dalam rangka pendalaman penelitian yang telah kami lakukan maka diperlukan konfirmasi ditingkat lapangan guna mendapatkan gambaran empirik hasil penelitian yang dilakukan sehingga dapat terimplementasikan dengan baik dan berdaya guna.


Sesampainya disana, kami langsung disuguhkan dengan pertanaman jagung yang cukup luas. Baik tanaman didalam greenhouse maupun dilapangan. Selain itu, kami juga melihat pertanaman sorghum loh. Ga yangka bisa ketemu tanaman sorgum, kirain harus ke Eropa baru bisa ketemu tanaman sorgum, disini juga ada.

Kami langsung melakukan diskusi terkait maksud study banding ini. Ketua tim, Ibu Leny Panjaitan memaparkan hasil penelitian yang telah kami hasilkan dan disambut baik oleh para peneliti di Balitsereal. Setelah kami memaparkan, mereka pun menginformasikan terkait perlakuan yang pernah dilakukan untuk mengatasi hama dan penyakit pada tanaman jagung. 


Sesi selanjutnya, kami meninjau pertanaman jagung di greenhouse. Kami melakukan pengamatan terhadap spot-spot tamanan jagung yang sedang diuji ketahanannya terhadap penyakit tanaman tertentu seperti penyakit bulai.




Selain pertanaman jagung, kami juga melihat pertanaman sorgum. Akhirnya saya dapat melihat tanaman sorgum setelah sekian lama membayangkan bagaimana bentuk tanaman sorgum walau bukan di daerah asal sorgum itu dibudidayakan secara komersial.


Tahu ga dears? Balitsereal telah menghasilkan banyak produk loh, diantaranya jagung protein tinggi, jagung kaya vitamin A, jagung ungu, dan jagung pulut/ketan.

Jagung protein tinggi kaya akan asam amino esensial yaitu lisin dan triftofan. Kadar lisin mencapai 0.52% dan triftofan mencapai 0.11% lebih besar dari jagung biasa yang kadarnya hanya 0.29% dan 0.058%. Jagung tinggi protein ini bisa dimanfaatkan sebagai subsitusi pakan tinggi protein seperti bungkil kedelai dan tepung ikan yang sampai saat ini masih diimpor untuk pakan ternak.


Jagung kaya vitamin A.  Produksi jagung ini dilatarbelakangi defisiensi vitamin A menjadi momok pada anak-anak dan ibu hamil di wilayah Asia Tenggara dan Afrika. Jagung ini memiliki kandungan beta karoten tinggi yaitu 0.105 ppm lebih tinggi dibandingkan dengan jagung biasa 0.048 ppm.  Diharapkan kehadiran jagung ini memberikan kontribusi pemenuhan gizi masyarakat yang mudah, murah, dan enak.


Jagung ungu memiliki biji yang berwarna ungu. Warna ungu disebabkan tingginya kandungan antosianin. Antosianin bersifat antioksidan yang mencegah terjadinya penyakit penyumbatan pembuluh darah, melindungi lambung dari kerusakan, menghambat sel tumor, mencegah obesitas, meningkatkan kemampuan memori otak, dan menangkal radikal bebas.


Jagung pulutan/ketan memiliki citarasa yang enak, gurih, pulen, dan lembut. Jagung ini banyak dicari konsumen dan industri.  Jagung ini mengandung amilopektin yang tinggi mencapai 90%. Kreasi baru makanan berbasis jagung pulut bermunculan termasuk beras jagung instan dan bubur jagung instan.


Sesaat kami akan meninggalkan Balitsereal. Saya menemukan beberapa jagung sedang dijemur dibawah sinar matahari, cukup unik menurut saya karena memiliki warna yang mencolok. Wow, mantap juga nih warna jagung “Jagung Hibrida juga” ternyata.


Seru juga yah membicarakan perjagungan ini, tapi jujur saja, sayapun belum pernah makan salah satu jagung yang saya sebutkan diatas. Semoga market jagung tersebut akan semakin luas sehingga bisa kita temui dimanapun kita berdomisili.

Referensi :
[BALITSEREAL]. 2018. Produk. Balai Penelitian Tanaman Serealia, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian. http://balitsereal.litbang.pertanian.go.id/. Diakses 4 November 2018.