Follow Us @soratemplates

Sunday, 24 June 2018

Mawar Kesayangan

15:05:00 0 Comments
Mawarku, berwarna merah jambu, sejuk dipandang dan menawan
Mawar  ini saya temukan di daerah Bandung. Saat itu, saya menjadi tim uji terap perlakuan fosfin formula cair terhadap Thrips parvispinus pada tanaman mawar. Kami membeli banyak tanaman mawar untuk rearing Thrips parvispinus. Nah,  dari situlah saya menemukan bunga mawar ini dan dari pandangan pertama langsung jatuh cinta. 

Saya memelihara mawar ini di green house kantor kami, dari sekian banyak mawar yang saya beli hanya mawar ini yang tidak terinfestasi Thrips parvispinus sehingga saya semakin semangat merawat mawar tersebut dari hari kehari.

Entah kenapa, suatu hari tanaman mawar saya ini layu dan akhirnya mati. Saya hanya sedih menatapnya. Semoga dilain waktu saya bisa mendapatkan pengganti mawar ini.






Pemeriksaan Thrips parvispinus

15:04:00 0 Comments

Kegiatan pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan ada atau tidak adanya Thrips parvispinus yang kami rearing pada tanaman cabai. Berdasarkan pengalaman, telur thrips lebih mudah dikenali saat berada pada daun cabai dibandingkan pada daun bunga krisan. Hal ini disebabkan daun bunga krisan mempunyai ketebalan daun yang lebih dibandingkan daun cabai.

Pengamatan ini kami lakukan setiap hari. Selain mengamati thrips, kami juga mengamati hama disekitar tanaman. Kami pastikan hanya thrips yang hidup pada tanaman cabai. 

Semangat!

Pemeriksaan mortalitas Thrips parvispinus

14:55:00 0 Comments


Pemeriksaan mortalitas Thrips kami lakukan di laboratorium entomologi Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian. 

Kami menghitung jumlah thrips yang mati setelah diberikan perlakuan fumigasi dibawah mikroskop stereo. 

Pengamatan ini kami lakukan pada tiap perlakuan dan tiap ulangan dengan teliti. Data hasil pengamatan akan dianalisis lebih lanjut. 

Rearing Thrips parvispinus

14:52:00 0 Comments

Rearing thrips ini dilakukan secara artifisial dalam kotak plastik. Bagian tanaman yang telah terinfestasi thrips, minuman berupa air putih, madu, dan bee polen dimasukkan dalam kotak plastik. Pengamatan keberadaan thrips dan perkembangbiakannya dilakukan setiap hari.


Balai Penelitian Tanaman Hias

14:39:00 0 Comments

Salah satu persiapan yang kami lakukan sebelum melaksanakan uji terap adalah tahap penyiapan hama target. Hama target pada uji terap kami tahun ini adalah Thrips parvispinus.  Berdasarkan informasi, hama ini cukup banyak ditemukan pada beberapa tanaman hias di Balai Penelitian Tanaman Hias. Oleh sebab itu, kami mencoba untuk melakukan survey hama target. Benar saja, kami menemukan hama target pada beberapa tanaman hias disana. Langsung kami  action to target pest.

Semangat.....

Saturday, 23 June 2018

Telur Bactrocera spp.

20:32:00 0 Comments

Telur ini di foto saat bimbingan teknis perlakuan air panas di Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan, saat itu kami melakukan praktikum Vapor Heat Treatment terhadap Bactrocera spp pada Mangga Gedong. Kami mempraktekkan bagaimana cara menginfestasi telur tersebut ke dalam mangga gedong kemudian diberi perlakuan vapor heat treatment. Adapun narasumbernya adalah Bapak I Wayan Murdita, SP. 

Wednesday, 13 June 2018

Sulfuryl Fluoride

14:45:00 0 Comments

Sulfuryl Fluoride

Sulfuryl fluoride adalah senyawa anorganik berbentuk gas dengan rumus SO2F2 dengan komposisi SO2F2 (99.8%) dan Bahan Lain (0.2%). Gas ini mudah terkondensasi dan memiliki sifat yang  lebih mirip dengan sulfur heksafluorida, yang tahan terhadap hidrolisis hingga suhu 150 °C. Pada senyawa ini logam natrium cair tersuspensi dalam sulfuryl fluoride, sehingga dapat mempertahankan warna logam yang mengkilap.

Sifat lain dari Sulfuryl fluoride adalah tidak berbau, tidak berwarna, tidak mudah terbakar, non-korosif, dan tidak bereaksi dengan bahan yang memicu munculnya bau atau residu. Selain itu, sulfuryl fluoride memiliki titik didih yang sangat rendah (-55,2°C pada 760 mmHg), namun memiliki titik uap yang sangat tinggi (25°C pada 17,7 mmHg). sulfuryl fluoride mempunyai daya penetrasi yang sangat kuat dan baik, waktu pelaksanaan fumigasi yang singkat bisa kurang dari 12 jam, efektif mematikan berbagai jenis hama dan mudah diaplikasikan (NPIC, 2014). Perbedaan sifat fisik dan kimia sulfuryl fluoride dibanding dengan fumigan lainnya seperti Methyl Bromide dan Phosphine dapat di lihat pada Tabel 1 di bawah ini.

Tabel 1. Perbandingan sifat fisik dan kimia antara fumigan Methyl
              Bromide, Phosphine dan Sulfuryl Fluoride
Sifat
Methyl Bromide
Phosphine
Sulfuryl Fluoride
Bentuk sajian
Gas cair
tablet/ pellet
Gas cair
Warna
Tidak berwarna
tidak berwarna
tidak berwarna
Densitas
1,73 g/l
1,379 g/l
1,35 g/l (20 ºC)
Titik cair
-93,6 ºC
-132,8 ºC
-135 ºC
Titik didih
3,56 ºC
-87,7 ºC
-55 ºC
Kelarutan
16,1 g/l (25 ºC)
0,312 g/l
0,75 g/l
Korosifitas
Bereaksi dengan zat tertentu
Korosif, mudah meledak
nonkorosif
Bau
Tidak berbau
Bau ikan/ bawang
Tidak berbau
PEL
5 ppm
0,3 ppm
5 ppm
Lama aplikasi
1-2 hari
7-10 hari
1-2 hari
Residu
Ada residu
Ada residu
Tidak ada residu
Resistensi
Ada
Resistensi pada banyak serangga
Belum ada
Merusak ozon
Ya
tidak
tidak

Sulfuryl fluoride umumnya digunakan sebagai gas untuk fumigasi produk kayu kering (drywood product) dan pengendalian rayap, kumbang kayu, kutu busuk, kumbang karpet, ngengat pada pakaian, kecoa, dan tikus. sulfuryl fluoride juga dapat digunakan untuk fumigasi petikemas sebagai fumigasi ruang, gedung, perabot rumah tangga, palka kapal, kapal penumpang dan sebagainya (NPIC. 2014).

Sulfuryl fluoride adalah fumigan yang awalnya terdaftar pada tahun 1959 untuk mengendalikan rayap dalam struktur kayu, fumigasi ruang, perabot rumah tangga, palka kapal, kapal penumpang dan sebagainya (NPIC. 2014). Pada tahun 2004 dan 2005, sulfuryl fluoride terdaftar pada Environmental Protection Agency (EPA, 2014) untuk mengendalikan serangga hama pada biji-bijian sereal, buah-buahan kering, kacang-kacangan, biji kakao, biji kopi dan makanan olahan.  Sulfuryl fluoride sudah dipakai di beberapa negara antara lain di negara Amerika Serikat, Kanada, Itali, Inggris, Jerman, Irlandia, Perancis, Belgia, Swedia, China, India dan Australia untuk fumigasi  biji-bijian konsumsi seperti: jagung, beras, barley, oats untuk konsumsi, buah kering. Sejarah perkembangan penggunaan sulfuryl fluoride dapat di lihat dalam Tabel 2 di bawah ini.

Tabel 2. Sejarah Penggunaan Fumigan Sulfuryl Fluoride
Tahun
Sejarah perkembangan
1901
Pertama kali diproduksi oleh H. Morssan di Laboratorium di Perancis
1957
Dikembangkan sebagai produk komersial oleh Dow Elanco di AS dengan nama dagang Vikane
1961
Mulai digunakan di AS untuk fumigasi struktur ( untuk pengendalian rayap dan penggerek kayu)
1974 s.d. 1983
Mr. Xu Guogan mengembangkan sulfuryl fluoride melalui penelitian dan menjadi suatu produk industri di tahun 1983 (nama dagang Xunmienjin)
1990
Di Jerman digunakan untuk fumigasi struktur (untuk pengendalian rayap dan penggerek kayu)
2000-an
Kesesuaian sulfuryl fluoride untuk perlakuan terhadap pabrik pangan telah diuji di Itali, Perancis, dan Jerman.
Saat ini
Didaftarkan di AS (Nama dagang Profume), Kanada dan negara-negara eropa untuk pengendalian hama pada bahan pangan (biji-bijian).

Fumigasi dengan sulfuryl fluoride pada produk makanan berpotensi meninggalkan residu fluoride, meskipun residu fluoride tersebut masih lebih rendah dibandingkan kandungan fluoride pada air minum dan pasta gigi.  Oleh karena itu, EPA menetapkan batas residu maksimum yang diijinkan (dikenal sebagai toleransi residu) untuk fluoride pada komoditas pangan yang difumigasi dengan sulfuryl fluoride (EPA, 2014). Hasil uji coba di Indonesia menunjukkan bahwa fumigasi sulfuryl fluoride pada beras meninggalkan residu flouride sebesar 0-1,1 ppm (mg/kg). Pemeriksaan ini dilakukan di laboratorium PPPTMGB Lemigas, Cipulir, Jakarta Selatan. Batas maksimum residu (BMR) untuk beras sosoh adalah 2 ppm (mg/kg) mengacu standar yang ditetapkan oleh European Food Safety Authority (EFSA, 2012).

Sulfuryl fluoride memiliki daya bunuh terhadap serangga dengan reaksi antara Sulfat dan Fluorida dengan sel tubuh serangga yang bersifat merusak. Fluorida sebagai racun utama dari gas ini akan mengganggu metabolisme lemak dan karbohidrat yang disimpan sehingga akan mengganggu proses glikolisis dan siklus asam sitrat. Karbohidrat dan lemak disimpan dalam tubuh serangga sebagai sumber energi. Dengan terganggunya proses glikolisis dan siklus asam sitrat maka serangga akan menggunakan protein dan asam amino sebagai sumber energi alternatif, namun hal tersebut tidak akan meningkatkan proses metabolisme (NPIC, 2014).

Sulfuryl fluoride juga dapat mengurangi jumlah oksigen yang diambil oleh telur serangga. Telur akan lebih tahan terhadap sulfuryl fluoride dibandingkan imago karena kulit telur akan membatasi daya tembus (penetrasi) sulfuryl fluoride. Oleh karena itu, pengendalian telur serangga mungkin memerlukan peningkatan waktu paparan atau, peningkatan konsentrasi fumigan ini (NPIC 2014).    

Tuesday, 12 June 2018

Sitophilus zeamais

15:14:00 0 Comments

Sitophilus zeamais

S. zeamais Motsch, dikenal sebagai maize weevil atau kumbang bubuk jagung.  Serangga ini mengalami metamorfosis sempurna dan merupakan serangga yang bersifat polifag.  Selain menyerang jagung, serangga ini juga dapat menyerang beras, gandum, kacang tanah, kacang kapri, kedelai, kelapa, dan jambu mete. S. zeamais lebih menyukai jagung dan beras.

Klasifikasi dari S. zeamais menurut CABI (2016) adalah sebagai berikut :
Domain: Eukaryota
    Kingdom: Metazoa
        Filum: Arthropoda
            Subfilum: Uniramia
                Kelas: Insecta
                    Ordo: Coleoptera
                        Famili: Dryophthoridae
                            Genus: Sitophilus
                                Spesies: Sitophilus zeamais

Hama tersebut merusak biji jagung dalam penyimpanan dan juga menyerang tongkol jagung di pertanaman. Kumbang mempunyai 4 bercak kuning yang besar pada permukaan sayap depannya. Kumbang meletakkan telur satu per satu pada lubang gerekan, kemudian lubang ditutup kembali dengan zat seperti gelatin yang berfungsi sebagai sumbat telur atau egg plug. Keperidian imago berkisar antara 300-400 butir telur; stadia telur kurang lebih 6 hari pada suhu 25 °C. Telur menetas menjadi larva, kemudian menggerek biji dan hidup dalam liang gerek yang semakin besar, sesuai dengan perkembangan larvanya. Larva terdiri atas empat instar, dengan umur kurang lebih 20 hari pada suhu 25 °C dan kelembaban nisbi 70%. Pupa terbentuk di dalam biji dengan cara membentuk ruang pupa dengan mengekskresikan cairan pada dinding liang gerek.

Stadium pupa berkisar antara 5-8 hari. Imago yang terbentuk berada di dalam biji selama beberapa hari sebelum membuat lubang keluar dengan mulut melalui perikarp. Siklus hidupnya berkisar  antara 30-45 hari pada kondisi suhu optimum 29 °C, kadar air biji 14% dan kelembaban nisbi 70%. Perkembangan populasi sangat cepat bila kadar air bahan pada saat disimpan di atas 15%. Pada populasi yang tinggi, kumbang bubuk cenderung berpencar. Imago dapat bertahan hidup cukup lama yaitu 3-5 bulan jika tersedia makanan dan sekitar 36 hari tanpa makan.